Mau Ajukan Kredit Mobil Pertama Kali? Ini 3 Biaya yang Perlu Diantisipasi

Kredit Mobil

Bagi seseorang yang baru pertama kali akan mengajukan kredit mobil, tentu memiliki sederet pertanyaan tentang biaya apa saja yang perlu diantisipasi agar nantinya sudah siap biaya untuk dapat membawa pulang mobil impian tersebut.

Pasalnya, bagi sebagian besar kaum urban yang tinggal di wilayah sekitar Jabodetabek, kebutuhan akan kendaraan seperti mobil menjadi sangat penting untuk memudahkan mobilisasi sehari-hari. Namun selain uang muka kredit kendaraan, pada dasarnya masih ada biaya-biaya lain yang menjadi beban bagi pembeli.

Biaya-biaya lain tersebut meliputi bunga, asuransi dan administrasi. Jadi, calon pembeli harus siap mengeluarkan sejumlah uang untuk semua biaya tersebut.

Khusus mengenai bunga, setiap lembaga keuangan baik itu bank maupun multifinance bisa mematok bunga yang berbeda-beda untuk kredit mobil.

Untuk berhemat, ada baiknya membandingkan beberapa tawaran kredit dari berbagai lembaga keuangan agar dapat mencari bunga terendah.

Nah, agar tak salah perhitungan, pahami biaya-biaya yang harus dikeluarkan saat akan kredit mobil di bawah ini:

Uang muka kredit

Dalam proses jual beli mobil secara kredit, pembeli harus membayar sejumlah uang muka. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menurunkan batasan uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi perusahaan pembiayaan.

Berdasarkan Surat Edaran OJK NO.47/SEOJK.05/2016 tentang Besaran Uang Muka (Down Payment) Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bagi Perusahaan Pembiayaan, uang muka untuk kendaraan bermotor roda empat berada di kisaran minimal 5-25%.

Administrasi kredit mobil

Biaya lain yang perlu menjadi perhatian adalah biaya administrasi. Lembaga keuangannya biasanya menerapkan biaya administrasi sekitar Rp 350 ribu untuk kredit mobil dengan tenor 1 tahun, Rp 450 ribu untuk kredit mobil dengan tenor 2 tahun dan Rp 550 ribu untuk kredit mobil dengan tenor 3 tahun.

Asuransi

OJK pada tahun ini memperbarui aturan mengenai asuransi untuk kendaraan bermotor.

Berdasarkan Surat Edaran OJK Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Asuransi Kendaraan Bermotor yang berlaku mulai 1 April 2017, terdapat beberapa jenis asuransi yang naik tarifnya.

Untuk premi asuransi komprehensif, mobil di wilayah 1 dengan harga Rp 200 juta – Rp 400 juta, preminya naik menjadi 2,18%.

Di wilayah 2, kategori kendaraan dengan harga dibawah Rp 125 juta, preminya turun menjadi 3,26%. Kendaraan yang harganya Rp 125 juta – Rp 200 juta tarifnya tetap sama yaitu 2,47%.

Sedangkan untuk kategori kendaraan dibawah Rp 200 juta – Rp 400 juta naik menjadi 2,08%.

Untuk wilayah 3, mobil dengan harga Rp 125 juta – Rp 200 juta naik menjadi 2,69%. Sementara mobil dengan harga Rp 200 juta – Rp 400 juta juga naik menjadi 1,79%. Selanjutnya, untuk harga Rp 400 juta – Rp 800 juta, turun menjadi 1,14%.

Untuk asuransi TLO (Total Loss Only), di wilayah 1, mobil dengan harga Rp 125 juta – Rp 200 juta, naik menjadi 0,63%. Untuk mobil dengan harga Rp 200 juta – Rp 400 juta, naik menjadi 0,41%.

Sementara di wilayah 2, kendaraan dengan harga Rp 200 juta – Rp 400 juta, preminya naik menjadi 0,38%.

Untuk wilayah 3, mobil dengan harga Rp 0 – Rp 125 juta premi awalnya naik menjadi 0,51%. Mobil dengan harga Rp 125 juta – Rp 200 juta, rate awal naik menjadi 0,44%.

Sementara untuk mobil harga Rp 400 juta – Rp 800 juta, mengalami penurunan yaitu menjadi 0,23%.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

7 Pengeluaran Besar Gak Terduga yang Akan Muncul Setelah Kamu Punya Anak

Punya Anak

Punya anak memang impian bagi hampir semua orang, mungkin termasuk kamu juga.

Namun sudah merupakan rahasia umum kalau kehadiran momongan otomatis diiringi juga dengan pengeluaran yang lebih besar. Gak cuma pengeluaran rutin, ada pula pengeluaran tak terduga kalo udah punya anak, lho!

Bagaimana maksudnya nih? Pengeluaran tambahan dan gak terduga ini pokoknya di luar kebutuhan sehari-hari seperti makan, uang sekolah dan sejenisnya. Pengeluaran ini sering kali bikin orangtua kaget, karena jumlahnya gak kecil dan datangnya pun tiba-tiba.

Oleh karenanya, penting bagi kita sebagai orangtua untuk “aware” terhadap pengeluaran-pengeluaran tak terduga ini ketika sudah punya anak. Apa aja jenis pengeluarannya? Yuk kita bahas satu-persatu.

1. Biaya berobat

Gak ada yang bisa memprediksi kesehatan buah hati. Penyakit atau musibah bisa saja menghampiri tiap waktu.

Terlebih lagi jika si kecil masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan sehingga lebih mudah terserang penyakit dibanding orang dewasa.

Sebagai orangtua, wajib buat kita untuk memahami kondisi kesehatan buah hati, sekaligus mempersiapkan dana darurat untuk kebutuhan ini.

Daftarkan juga mereka ke dalam program BPJS kesehatan kita. Bahkan kalau sudah perlu, buatkan pula asuransi kesehatan.

2. Karyawisata sekolah anak

Biaya sekolah setiap semester dan ekstrakurikuler pasti sudah ada di dalam catatan pengeluaranmu, tapi bagaimana dengan program karyawisata? Aktivitas ini seringkali bersifat dadakan dan wajib diikuti.

Dalam karyawisata, sang anak diajak belajar sambil rekreasi bersama guru dan teman-teman sekolahnya. Soal destinasi wisatanya biasanya sih ke luar kota.

Jadi sudah pasti ada biaya akomodasi, transportasi dan lainnya yang harus ditanggung oleh orangtua murid.

3. Pendidikan informal penunjang bakat dan minat anak

Pendidikan atau kursus yang satu ini jelas di luar ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Sebut saja seperti kursus musik, les bela diri, kursus menari dan lainnya.

Keinginan mengikuti kursus itu muncul saat sang anak mulai menunjukkan minat dan bakat akan satu aktivitas tertentu. Tapi gak jarang juga orangtua yang mengarahkan anaknya untuk mengikuti kursus keterampilan itu.

Besar biayanya ya tergantung dari kursus apa yang diambil. Biaya kursus musik pun beragam, kursus drum pasti lebih mahal dari gitar. Begitupun les beladiri. Latihan Taekwondo sudah pasti lebih murah daripada Muay Thai.

4. Liburan keluarga setelah punya anak

Biaya liburan keluarga juga bakal meningkat saat kamu punya anak. Biasanya biaya rekreasi sama pasangan cuma butuh beli dua tiket pesawat, kamar hotel standar, dan biaya wisata kuliner. Namun ketika ada anak, tentu beda dong.

Tiket pesawat sudah pasti jadi tiga, keperluan anak saat berlibur juga harus dibeli dan destinasi liburan pun harus dipilih yang ramah anak. Tanpa perhitungan yang baik, biaya tersebut bisa saja tak terkendali.

Oleh karena itu, lakukanlah perencanaan keuangan dengan matang sebelum memutuskan untuk liburan bersama keluarga. Jangan pernah memaksakan diri untuk liburan bila keuangan belum sehat!

5. Beli mainan

Pengeluaran yang satu ini juga cukup bikin pusing orangtua. Walaupun sudah tanggal tua, sang anak mana pernah sungkan untuk minta dibelikan mainan baru.

Celakanya, banyak orangtua yang bela-belain menuruti keinginan beli mainan ini meski keuangannya sedang pas-pasan. Alasannya sederhana, daripada nangis terus minta-minta mainan mending dibelikan.

Padahal harga mainan anak saat ini juga gak murah, lho! Mobil-mobilan kecil di mal saja harganya mulai dari Rp 100 ribuan. Membeli mainan buatan Cina di pasar tentu bukan pilihan, karena meski harganya murah, bahan mainan tersebut mengandung zat kimia yang berbahaya.

Sebagai orangtua tentu kita harus bijak menyikapi permasalahan ini. Apalagi jika si kecil selalu minta mainan tiap minggu. Jangan sampai menuruti terus keinginannya sampai uang bulanan habis cuma buat urusan yang satu ini!

6. Pesta ulang tahun

Menggelar pesta ulang tahun untuk memperingati hari kelahiran sang buah hati tentu boleh saja. Hanya saja, jadi masalah saat kita ingin merayakannya besar-besaran setiap tahun sampai menguras tabungan di rekening.

Perayaan ulang tahun anak gak perlu dirayain sampai segitunya kok. Cukup undang teman-teman dekatnya dan ajak ke taman bermain, mereka juga pasti udah senang.

Rayakan kecil-kecilan saja dengan keluarga sambil tiup lilin juga sudah bagus. Merayakan pesta ulang tahun dengan sederhana juga bisa menjadi ajang pelajaran bagi anak untuk hidup hemat, lho!

7. Beli gadget

Di zaman serba digital kayak sekarang, tiap orang pasti gak luput dari dampak perkembangan teknologi. Anakmu pun gak terkecuali.

Ketika sudah punya teman sepermainan dan mulai mengerti teknologi, suka gak suka, dia pasti bakal minta gadget. Nah, sebagai orangtua, mesti bijak nih menyikapi hal ini.

Jangan asal membelikan anak gadget ya. Terlebih lagi jika usia anak masih tergolong belia, misalnya 3-10 tahun. Dorong saja anak untuk memiliki lebih banyak aktivitas di luar dan bermain bersama teman-teman seusianya ketika anak masih dalam tahap ini.

Gadget bisa kamu belikan setelah anak menginjak usia remaja. Itu pun harus diperhatikan kesesuaian gadget dengan usia dan kebutuhan anak ya.

Gak perlulah beli gadget belasan juta rupiah misalnya, untuk anak SMP. Sederhana dan sewajarnya saja. Tegaskan juga ke anak kalau dia harus menjaga dan merawat gadget yang sudah dibelikan itu.

Bila ditelaah ulang, tujuh pengeluaran besar yang tak terduga di atas sebenarnya didominasi oleh pengeluaran yang bersifat hiburan. Makanya, penting sekali buat orangtua untuk membuat perencanaan keuangan setiap bulannya.

Jangan pernah juga lupa menabung untuk keperluan dana daruratmu, karena kita gak akan pernah tahu kebutuhan mendesak apa yang akan datang. Selalu sedia payung sebelum hujan ya!


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Liquid Likwid E Juice. Coba varian rasa terbaru BLAST!! Choco Mint® persembahan dari Liquid Likwid E Juice. A refreshing chocolate on a sunny day!

5 Cara Sukses Berkarier di Perusahaan “Startup”

Sukses Berkarier

Saat ini banyak sekali perusahaan-perusahaan startups baru yang bermunculan. Bisnis ini memang sedang naik daun beberapa waktu belakangan ini. Perusahaan startup sendiri membutuhkan banyak sekali karyawan yang memiliki motivasi diri untuk sukses berkarier dengan standar yang tinggi dalam setiap posisinya.

Kunci sukses dari bisnis startup ini adalah adanya ide-ide kreatif dan segar yang kemudian diolah dan menjadi sesuatu hal yang baru dan dipasarkan kepada masyarakat.

Bagi Urbaners yang berniat bekerja di perusahaan startup, berikut ini beberapa cara agar sukses bekerja di startup.

1. Fresh Graduate, Banyak-Banyaklah Belajar di Startup agar Nantinya Bisa Sukses Berkarier

Setelah menjalani perkuliahan, saatnya memilih karier yang akan ditekuni. Jika berkarier di startup yang diinginkan, kamu harus menanamkan kemauan kuat untuk terus belajar.

Ingat, mendapatkan ilmu tak hanya dari sekolah, tetapi juga bisa didapatkan dari mana saja, termasuk dalam pekerjaan.

2. Sekalipun Profesional, Perbarui Diri Makin Meningkatkan Performa

Profesional yang dimaksud disini adalah orang yang memiliki pengalaman dalam bekerja. Sama halnya dengan yang lainnya, profesional juga masih butuh banyak pembelajaran sekalipun pengalamannya sudah tinggi.

Beberapa orang menganggap kalau orang-orang yang sudah profesional tentunya menguasai bidangnya dengan baik.

Pendapat ini memang benar, tetapi tak sepenuhnya benar. Meskipun menyandang status profesional, memperbarui diri tetap harus dan wajib dilakukan agar performa makin meningkat.

3. Selalu Bersemangat Layaknya Anak Muda

Meskipun usia sudah tidak muda lagi, bukan berarti jiwa dan semangat yang dimiliki harus luntur.

Seperti halnya kaum muda, kamu tetap harus mengikuti dinamika yang sedang berlangsung. Hindari sifat-sifat konservatif, tunjukkan fleksibilitas dan kepekaan terhadap perubahan.

4. Manfaat Jam Kerja Fleksibel untuk Mengatur Waktu Sebaik Mungkin

Jam kerja fleksibel di startup bisa dikatakan fleksibel. Ingat, jangan sampai dengan fleksibelnya waktu, kamu jadi abai terhadap tanggung jawab.

Atur waktu sebaik mungkin agar hidup seimbang. Dengan begitu, kamu tetap dapat bekerja secara efektif, tetapi tetap memiliki jam untuk istirahat.

5. Tebus Kepercayaan dengan Kontribusi yang Optimal

Setiap perusahaan memberi kepercayaan pada karyawannya bahwa si karyawan akan memberikan kontribusi yang berarti bagi perusahaannya.

Tak terkecuali bagi kamu yang bekerja di perusahaan startup. Untuk itu, penting untuk terus bekerja secara optimal agar kontribusi kamu tampak nyata dan berdampak positif bagi perkembangan perusahaan.

6. Jalin Relasi Sebanyak Mungkin

Ketika bekerja, apalagi di perusahaan yang bergerak dalam bidang startup, tentu saja akan berhubungan dengan banyak orang.

Dari mulai masa kecil hingga sekarang, kita memiliki banyak teman yang dapat dijadikan sebagai relasi nantinya.

Untuk itu, tetaplah jaga hubungan baik dan jalin relasi sebanyak mungkin. Siapa tahu salah satunya ada yang menjadi rekan bisnis ke depannya.

Terus Belajar dan Maksimalkan Kemampuan agar Sukses Berkarier Sekarang dan Nanti

Bekerja di perusahaan startup memang sangat membutuhkan ide-ide kreatif dan suka akan inovasi.

Penting untuk terus belajar dan memaksimalkan kemampuan yang sudah dimiliki, baik yang sudah dimiliki maupun yang baru dipelajari. Tetap profesional dan berdedikasi menjadi kunci sukses dalam berkarier.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Liquid Likwid E Juice. Coba varian rasa terbaru BLAST!! Choco Mint® persembahan dari Liquid Likwid E Juice. A refreshing chocolate on a sunny day!

5 Kiat dalam Berinvestasi Lahan Kosong

Lahan Kosong

Selain membuka usaha, investasi juga merupakan salah satu solusi cerdas untuk memperoleh penghasilan dengan jumlah yang cukup besar. Nah bentuk investasi yang cerdas, salah satunya ialah investasi lahan kosong yakni membeli lahan tanpa bangunan di atasnya dan akan dijual kembali ketika harganya naik.

Saat ini tanah menjadi objek investasi yang cukup populer di masyarakat. Banyak orang memilih jenis investasi ini karena harganya yang dirasa terus naik dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan properti yang terus meningkat akan membuat lahan kosong mengalami kelangkaan secara perlahan.

Permintaan tanah pun kian meningkat dibandingkan persediaan yang ada. Sebelum memutuskan untuk investasi lahan kosong, simaklah tips berinvestasi di lahan kosong berikut ini.

1. Periksa Legalitas Tanah

Legalitas merupakan faktor yang sangat vital ketika membeli tanah. Lahan kosong yang dibeli harus berlegalitas free, clean and clear.

Maksud dari free yaitu lahan tersebut bebas sengketa. Legalitas kepemilikan tanah harus dibuktikan dengan sertifikat resmi/asli yang tertera atas nama pemilik.

Notaris setempat bisa membantu untuk mengecek aspek legalitas tanah tersebut. Selanjutnya clean yakni tanah tersebut sedang tidak berpenghuni atau digunakan untuk kegiatan lain atau tidak diduduki oleh orang-orang yang tidak berhak.

Sedangkan clear adalah ukuran tanah tersebut tepat, seperti yang tertera di sertifikat, serta cocok batas-batasnya.

2. Amankan Lokasi Lahan Kosong

Jika sudah membeli sebidang tanah, namun tidak dikembangkan secara langsung, maka kamu harus memagari tanah tersebut sebagai batas.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya okupansi atau penyerobotan oleh pihak lain. Karena hal seperti itu bisa saja akan merepotkan dan merugikan kita.

3. Pilih Kawasan Yang Prospektif

Lahan kosong tidak bisa menghasilkan pemasukan atau income. Kecuali bila lahan tersebut berada di lokasi yang strategis, seperti di pusat kota, hoek atau tepi jalan raya.

Tanah-tanah yang ada di lokasi sangat strategis dengan luas kurang dari satu hektar di tengah kota yang padat, biasanya dapat disewakan.

Lahan di lokasi semacam itu dapat disewakan sebagai kafe, pompa bensin dan lain sebagainya.

Apabila lahan yang dibeli seluas sekitar 2-3 hektar, maka lahan tersebut bisa dijadikan sebagai lahan parkir, pool taksi dan lain-lain.

Faktor utama dalam membeli sebidang tanah kosong untuk investasi adalah pemilihan lokasi yang tepat. Hal ini bertujuan agar tanah tersebut dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi jika sudah ada bangunan di atasnya, seperti rumah, ruko atau produk properti lainnya.

4. Pilih Lokasi yang Prospektif

Tanah yang berada di jalan utama pusat kota di sepanjang jalan menuju lingkungan perumahan mewah, umumnya bisa berkembang sebagai kawasan bisnis.

Pada umumnya pertumbuhan harganya konstan dalam jangka panjang. Penggunaan terhadap lahan ini juga bisa sangat optimal.

Tanah yang berlokasi strategis bisa jadi terletak di persimpangan jalan-jalan utama di sebuah kota. Pada awalnya kawasan yang diperuntukkan sebagai pemukiman atau hunian cepat atau lambat akan menjadi kawasan bisnis.

Sebagian besar kawasan yang disebut sebagai pusat kota berasal dari lokasi di persimpangan jalan raya.

Jalan penghubung tanah-tanah di dalam kota dengan tanah di luar batas kota juga menjadi lokasi yang cukup prospektif.

Peluang pertumbuhan kawasan bisnis baru juga terbentuk dari pembangunan jalan-jalan baru dari tengah kota ke luar batas kota (innercity) yang bisa berkembang pesat, diikuti oleh munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru (growth center).

5. Periksa Peruntukan Tanah dan Amati Tren Perubahannya

Peruntukan dari sebidang tanah harus sesuai dengan rencana tata kota pada wilayah tersebut. Optimalisasi pemanfaatan penggunaan tanah yang dicerminkan oleh KLB (Koefisien Lantai Bangunan) dan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) di lokasi tersebut, perlu diketahui sebelum membeli.

Hindarilah berinvestasi dari tanah yang akan digunakan untuk pembangunan kepentingan umum atau fasilitas umum atau sosial yang akan dibangun oleh pemerintah setempat di kawasan investasi tersebut, maka kawasan tersebut akan semakin berkembang pesat. Artinya semakin prospektif juga lokasi lahan di kawasan itu.

Teliti Sebelum Membeli Lahan Kosong

Urbaners harus meneliti semua hal penting yang berkaitan dengan lahan kosong yang akan dibeli, terutama soal hak milik dari tanah tersebut.

Jangan sampai kena penipuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Kemudian tentukan peruntukannya, akan jadikan apa atau untuk apa tanah tersebut dibeli. Selanjutnya adalah menentukan rencana ke depannya secara matang.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

4 Tips Mengatasi Kekurangan Biaya Masuk Sekolah atau Kuliah Anak di Institusi Swasta

Masuk Sekolah

Biaya pendidikan di institusi swasta terkadang bikin orang tua yang menyekolahkan anaknya mesti memutar otak memikirkan dananya agar mereka tetap bisa masuk sekolah atau kuliah disana.

Sekolah negeri yang biayanya saat ini gratis, atau universitas negeri yang biaya kuliahnya relatif lebih murah, akhirnya dianggap jadi pilihan terbaik.

Memang, biaya yang relatif murah jadi alasan utama orangtua menyekolahkan anaknya di institusi pendidikan milik pemerintah.

Apalagi untuk pendidikan wajib sembilan tahun, pemerintah menggratiskan seluruh biaya termasuk biaya masuk sekolah, biaya SPP dan pungutan-pungutan lainnya.

Singkat kata, jika anak masuk sekolah atau universitas negeri, beban orangtua jadi lebih berkurang.

Sayangnya, daya tampung sekolah dan universitas negeri juga terbatas. Walhasil, ada orangtua yang harus rela menyekolahkan anaknya di sekolah atau universitas swasta.

Konsekuensinya, biaya pendidikan jadi lebih mahal. Bila dana pendidikan sudah siap tentu bukan soal.

Tapi, bagaimana solusinya jika dana pendidikan kurang? Jangan khawatir, berikut solusi yang bisa mengatasi masalah kurangnya dana pendidikan saat anak akan masuk sekolah atau kuliah di institusi swasta.

Setelah mulai masuk sekolah, cari beasiswa komunitas

Beasiswa pendidikan gak hanya tersedia di sekolah atau universitas negeri. Di institusi pendidikan swasta juga tersedia beasiswa.

Bahkan, saat ini penyedia beasiswa di luar sekolah juga banyak tersedia, dari perusahaan hingga lembaga non profit.

Contohnya, untuk umat muslim terdapat lembaga beasiswa Badan Amil Zakat. Sementara, umat Katolik juga memiliki dana yang dihimpun gereja untuk membantu biaya pendidikan umat yang tak mampu.

Nilai beasiswanya beragam, tergantung tingkatan pendidikan. Ada beasiswa untuk siswa sekolah, beasiswa S1 atau sarjana, beasiswa S2 atau pasca sarjana, hingga beasiswa S3 atau doktor.

Cari sekolah swasta yang terjangkau

Gak semua institusi pendidikan yang dikelola swasta itu mahal. Bahkan, untuk pendidikan tinggi seperti universitas, banyak kampus negeri yang mematok biaya kuliah lebih tinggi dibandingkan universitas swasta.

Untuk itu, lakukan perbandingan harga di sejumlah sekolah swasta yang jadi favorit. Pilih yang paling cocok dengan kantong dan keinginan. Dengan begitu, kita akan tahu beda biaya kampus negeri dan kampus swasta.

Ajukan pinjaman bank

Sebenarnya meminjam uang untuk kepentingan pendidikan anak dapat dikategorikan sebagai pinjaman cerdas. Alasannya, pendidikan adalah investasi yang bisa memberi imbal hasil jauh lebih besar di kemudian hari.

Tengok saja di luar negeri, remaja yang ingin melanjutkan sekolah bahkan bisa mengajukan pinjaman pendidikan (student debt) yang bisa diangsur ketika kelak mereka bekerja dan memiliki penghasilan.

Jual aset

Bila dana pendidikan yang dikumpulkan kurang namun anak sudah harus masuk sekolah, solusi yang bisa dilakukan adalah menjual aset.

Kamu bisa menjual aset yang masih berbentuk tanah, rumah atau apartemen serta kendaraan bahkan perhiasan dan surat berharga.

Pasalnya, pendidikan anak jauh lebih penting dari aset. Jika aset bisa dicari dan dikumpulkan di kemudian hari, pendidikan anak adalah investasi yang harus segera direalisasikan.

Oleh karena itu, penting juga untuk memiliki aset-aset tersebut dari sebelum anak-anak masuk sekolah. Kalau kamu mau menyimpan aset dalam bentuk properti maka kamu bisa mulai untuk memiliki rumah atau apartemen dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dari sewaktu kamu masih lanjang.

Ingat, buat program dan rencanakan masa depan keluargamu dari jauh-jauh hari!


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

Ini Hitungan Biaya Urus Sertifikat Rumah

Sertifikat Rumah

Biaya pengurusan sertifikat rumah, terutama terkait pertanahan, seringkali dianggap gak transparan. Sebenarnya berapa sih biaya yang perlu dikeluarkan untuk pengurusan sertifikat tersebut?.

Biaya pengurusan sertifikat rumah perlu masuk ke dalam perhitungan bujetmu jika hendak membeli rumah, baik itu secara tunai maupun mencicil. Jangan hanya menghitung jumlah yang harus dibayarkan dari harga rumah saja!

Selain itu, kita juga harus memperhitungkan biaya-biaya lain yang timbul seperti biaya pajak.

Bagi kita yang baru pertama kali beli rumah, urusan menghitung biaya serifikat rumah bisa jadi memusingkan karena biaya yang dibayar tidak hanya satu jenis. Apa saja biaya yang harus dikeluarkan saat mengurus sertifikat rumah?

Biaya pengecekan sertifikat rumah berikut tanah

Sebelum proses jual beli dilakukan, calon pembeli rumah harus melakukan pengecekan sertifikat yang dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tujuannya untuk memastikan bahwa sertifikat tanah gak terkena blokir, penyitaan, atau sengketa lainnya. Jika terkenal blokir, transaksi jual beli gak bisa dilaksanakan.

Jual beli bisa dilakukan dengan syarat blokir sudah diangkat.

Pada prinsipnya, blokir hanya bisa diangkat oleh pihak yang memasang catatan blokir. Kalau blokir dilakukan oleh pengadilan dengan surat resmi maka pengadilan pulalah yang harus mengangkat blokir tersebut dengan surat resmi juga.

Prosedur pengecekan sertifikat tanah di Kantor BPN cukup mudah. Caranya dengan membawa sertifikat asli dan foto kopi, lalu ajukan ke bagian loket. Setelah itu, BPN akan mengeluarkan surat keterangan terkait status sertifikat tanah yang diajukan tersebut.

– Biaya pengecekan sertifikat = Rp 50 ribu

Sertifikat tanah

Sertifikat merupakan surat tanda bukti untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, atau hak tanggungan. Terdapat tiga jenis sertifikat tanah yakni Sertifikat Hak Milik (SHM), Hak Guna Bangunan (HGB) atau hanya sebatas Sertifikat Hak Pakai (SHP). Tiga sertifikat tersebut merupakan bukti paling sah atas status kepemilikan tanah tersebut.

Namun di antara ketiganya, SHM lah yang paling kuat. SHM berlaku untuk selamanya, berbeda dengan HGB atau SHP yang harus diperbarui tiap beberapa tahun sekali. Berikut biaya yang timbul saat membuat sertifikat tanah.

Pelayanan Pengukuran

Luas tanah sampai 10 hektar, Tu = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp 100 ribu
Luas tanah di atas 10 hektar s/d 1.000 hektar, Tu = ( L / 4.000 × HSBKu ) + Rp 14 juta
Luas tanah di atas 1.000 hektar, Tu = ( L / 10.000 × HSBKu ) + Rp 134 juta

Pelayanan Pemeriksaan Tanah

Tarif pelayanan pemeriksaan tanah = ( L / 500 × HSBKpa ) + Rp 350 ribu

Pelayanan Pendaftaran Tanah

– Pendaftaran untuk pertama kali Rp 50 ribu

– Biaya Transportasi, Konsumsi dan Akomodasi Biaya TKA, ditanggung sendiri oleh pemohon

Biaya Sertifikasi Tanah

*Tu (tarif ukur), L (luas tanah), HSBku (harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran, berbeda-beda tiap daerah), HSBKpa (Harga satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A), HSBKpb (Harga Satuan Biaya Khusus Panitia Penilai B)

Contoh:

Kamu membeli sebidang tanah seluas 200 meter persegi di Cibinong, Kabupaten Bogor dengan harga jual Rp 250 juta. HSKBku untuk tanah di wilayah Jawa Barat non pertanian adalah Rp 100 ribu. Sedangkan HSBKa wilayah Jawa Barat adalah Rp 20 ribu.

Biaya pengukuran:
Tu = (250/ 500 × Rp 100 ribu) + Rp 100 ribu = Rp 150 ribu

Biaya pemeriksaan tanah:
Tpa = (250/500 × Rp 20 ribu) + Rp 350 ribu = Rp 360 ribu

Biaya pendaftaran tanah pertama kali adalah Rp 50 ribu
Biaya transportasi dan konsumsi petugas pengukur tanah adalah Rp 250 ribu
Jumlah: Rp 150.000 + Rp 360.000 + Rp 50.000 + Rp 250.000 = Rp 810 ribu

BPHTB

BPHTB harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. BPHTB dikenakan bukan hanya pada saat terjadinya jual-beli, melainkan juga terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, seperti tukar-menukar, hibah, waris dan lain-lain.

Dasar perhitungan BPHTB adalah nilai transaksi atau Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), lalu dikalikan 5%. Besarnya NPOPTKP berbeda untuk tiap daerah. Di DKI Jakarta besaran NPOPTKP adalah Rp 80 juta sedangkan di Bogor Rp 60 juta.

Jika membeli tanah di Bogor, makan perhitungannya sebagai berikut.

BPHTB = (NPOP – NPOPTKP) x 5%

BPHTB = (Rp 250.000.000 – Rp 60.000.000) x 5% = Rp 9.500.0000

Total yang harus dibayarkan = Rp 50.000 + Rp 810.000 + Rp 9.500.000 = Rp 10.360.000

Perhatikan setiap tahapan dengan baik dan upayakan untuk melakukannya dengan detail. Harapannya, agar upaya yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala yang berarti.

Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas jika ada kebijakan yang mungkin masih ragu dan belum jelas karena biasanya terdapat kebijakan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain. Meskipun memakan waktu yang tidak sebentar, namun hasilnya dapat dinikmati seumur hidupmu.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

Untuk Kamu yang Gak Enakan, Nih 5 Tips Mengakali Pengeluaran Saat Ada Kerabat Menumpang Hidup di Rumah

Kerabat

Sehabis lebaran, kadang ada kalanya kerabat dari desa hijrah ke kota tempat kita tinggal untuk mengadu nasib. Memberi mereka tumpangan tempat tinggal adalah salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan bebannya.

Tapi sebagai sang empunya rumah, hubungan keluarga hendaknya gak membuat rasa “gak enak” jadi alasan buat gak disiplin soal pengeluaran rumah tangga. Gak mau tagihan tiap bulan jadi gak terkendali kan?

Nah buat kamu yang orangnya “gak enakan”, jangan patah arang dulu. Masih ada cara buat meminimalisir pengeluaran tanpa membuat hubungan dengan kerabat menjadi retak. Berikut ini tips cara mengakalinya:

1. Gunakan listrik pra bayar

Supaya penggunaan listrik jadi lebih terukur dan hemat, sekarang kan sudah tersedia listrik pra bayar. Cara kerjanya serupa dengan kalau kita menggunakan smartphone pra bayar kok.

Beli saja misalnya Rp 300 ribu pulsa listrik atau yang biasa disebut token listrik. Nah, anggap saja selama sebulan, anggaran buat kebutuhan listrik diharapkan gak lebih dari nominal tersebut. Jadi penggunaannya pun bisa lebih diukur dibandingkan sistem pascabayar.

Saat isi pulsa listrik sebesar Rp 300 ribu tersebut sudah hampir habis, token listrik pun akan berbunyi. Siapa tahu bunyi token listrik itu juga bisa memberi efek psikologis buat anggota keluarga yang suka boros sama listrik, kan?

2. Jangan simpan semua stok makanan di dapur

Bukan bermaksud pelit atau pilih-pilih, tapi gak apa-apa kok menyimpan stok makanan secara bertahap di dapur. Misalnya untuk dua minggu pertama, simpan saja setengah dari stok makanan selama sebulan di lemari dapur. Setengahnya lagi simpan di lemari di kamarmu.

Kalau sudah memasuki minggu ketiga dan stok makanan di dapur sudah habis, barulah keluarkan sisa stok yang sebelumnya kamu simpan di kamar. Dengan begitu, konsumsi makanan menjadi lebih hemat dan terkontrol. Belanja bulanan pun gak membengkak deh.

3. Buat tulisan-tulisan pengingat

Namanya juga manusia, gak lepas dari yang namanya lupa. Mengakali alasan “Oh iya, aku lupa gak matiin lampu dapur atau keran air” setelah selesai digunakan, bisa disiasati dengan menempel tulisan-tulisan pengingat di sudut-sudut rumah.

Contohnya, kamu bisa tempel tulisan “Jangan lupa siram toilet dan matikan lampu setelah digunakan” di dinding kamar mandi.

Intinya semacam kind reminder saja, daripada harus mengomel atau berkali-kali mengingatkan. Mungkin nanti kerabat yang menumpang malah jadi risih atau “baper”.

Tulisan-tulisan ini sebaiknya diletakkan di beberapa bagian rumah sebelum kerabat datang. Kenapa? Supaya menyiratkan bahwa itu adalah kebiasaan yang sudah berjalan bahkan sebelum mereka menumpang.

4. Lakukan pengecekan ulang setiap malam

Sebagai pemilik rumah yang menanggung semua pengeluaran rumah, mau gak mau harus rela capek sedikit. Demi menghindari kesalahpahaman dan memastikan gak ada pemborosan listrik, rajin lakukan pengecekan ulang tiap ingin beranjak tidur.

Setiap malam keliling rumah deh, periksa semua peralatan elektronik dan pompa air serta kompor gas. Apakah sudah dalam kondisi mati? Demikian juga halnya dengan jendela dan pintu, pastikan sudah dalam keadaan terkunci. Toh, demi menjaga keamanan harta benda kita juga kan!

5. Libatkan kerabat dalam aktivitas bareng keluarga

Nah, kalau yang satu ini lebih kepada biar semua anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah bisa lebih intim dan punya rasa kebersamaan yang tinggi.

Terutama buat kerabat yang menumpang, hal ini penting agar mereka memiliki sense of belonging atau perasaan memiliki rumah yang ditempati. Dengan hubungan yang dekat, kerabat akan berpikir ulang kalau ingin membebani.

Kegiatan bisa berupa apa saja, misalnya setiap malam duduk bareng makan bersama dan saling mengobrol tentang kegiatan seharian. Kalau masing-masing sibuk, usahakan seminggu sekali pergi jalan-jalan bareng, bisa ke mal, makan bareng di restoran atau piknik.

Pastinya, libatkan kerabat yang numpang dalam kegiatan-kegiatan ini supaya mereka gak merasa asing atau merasa dibedakan.

Mengizinkan kerabat buat menumpang tinggal di rumah kita itu hal yang baik. Terlebih lagi, jika situasinya membantu mereka yang sedang membutuhkan bantuan, seperti untuk mencari pekerjaan.

Jadilah tuan rumah yang baik tanpa harus kehilangan wibawa di rumah sendiri. Kalaupun mau menegur atau mengingatkan, pakai cara-cara yang sopan dan halus ya!

Pengeluaran tentu harus dijaga, tapi hubungan keluarga pun wajib dipertahankan.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

Resepsi Pernikahan “Indoor” atau “Outdoor”, Mana yang Lebih Hemat?

Resepsi Pernikahan

Sudah bukan rahasia lagi, biaya acara resepsi pernikahan makin lama makin mahal. Tapi bukan berarti mesti buru-buru nikah juga sih.

Bagaimanapun, pernikahan adalah momen penting yang pastinya sebisa mungkin gak diulang seumur hidup. Namun inti dari pernikahan adalah bersatunya sepasang manusia dalam ikatan janji setia, bukan resepsi megah yang bikin boncos tabungan.

Untungnya ada pilihan resepsi pernikahan yang katanya relatif lebih murah, yaitu di outdoor atau luar ruangan. Tapi apa memang betul pernikahan outdoor pasti lebih hemat?

Kalau lebih murah, terus sudah pasti cocok buat semua orang? Belum tentu juga.

Berikut ini kita bandingkan pernikahan indoor vs outdoor dari segi biaya di daerah Jakarta. Harga yang tercantum ada di kisaran tengah, bukan termahal ataupun termurah:

Pernikahan Indoor

Biaya yang diperlukan:

– Sewa gedung: Rp 10-20 juta (termasuk listrik, karpet, sound system dan kipas/AC)

– Dekorasi: Rp 5-10 juta

Mencakup:
– Pelaminan dengan backdrop bunga dan meja-kursi mempelai serta orangtua
– Karpet menuju pelaminan lengkap dengan bunga
– Meja dan kursi penerima tamu
– Meja santapan
– Janur
– Bunga-bunga di area tengah
– Gazebo kain

– Fotografer: Rp 2-5 juta

– Tata rias dan seragam: Rp 3-5 juta

– Katering: Rp 15-20 juta (tergantung jumlah tamu, per tamu Rp 30-50 ribu)

Total: Rp 40-60 juta

Pernikahan Outdoor

Biaya yang diperlukan:

– Sewa tempat: Rp 5-10 juta (umumnya, biaya sewa pernikahan outdoor sudah termasuk dekorasi sederhana seperti pelaminan dan bunga-bunga plus sound system dan listrik)

– Fotografer: Rp 2-5 juta

– Tata rias dan seragam: Rp 3-5 juta

– Katering: Rp 15-20 juta (tergantung jumlah tamu, per tamu Rp 30-50 ribu)

Total: Rp 25-40 jutagg

Pernikahan Indoor vs Outdoor

Dilihat dari perkiraan komponen biaya di atas, yang berbeda hanya di harga sewa gedung. Sebab, memang tarif katering dan lain-lain bisa dibikin sama dalam perbandingan, kecuali pengelola gedung menawarkan paket sewa + katering + dokumentasi.

Harga paket itu umumnya lebih hemat ketimbang sendiri-sendiri. Tapi pilihan jadi lebih terbatas. Buat yang merasa cocok dengan pilihan paket, disarankan mengambilnya agar pengeluaran bisa lebih ditekan.

Namun sebaiknya bukan cuma biaya yang jadi penentu pilihan. Ada sederet faktor lain, di antaranya:

– Kenyamanan:
Outdoor: rawan terganggu cuaca panas maupun hujan, juga gangguan serangga
Indoor: bila terlalu sempit, tamu akan kegerahan

– Dekorasi:
Outdoor: butuh tenda jika ingin aman dari gangguan cuaca
Indoor: lebih memerlukan dekorasi agar gedung gak terkesan sepi

– Fotografi:
Outdoor: rawan terganggu pencahayaan, riasan cepat luntur kalau panas
Indoor: pencahayaan bisa lebih diatur, riasan lebih tahan lama

– Suasana:
Outdoor: lebih informal dengan tamu lebih sedikit
Indoor: lebih formal dengan tamu lebih banyak

Hitungan di atas belum memasukkan komponen seperti biaya KUA atau pemberkatan pernikahan dan biaya lain-lain di rumah mempelai. Kebutuhan tiap-tiap orang berbeda, jadi mesti disesuaikan.

Pastinya, secara umum pernikahan outdoor memang lebih murah karena tarif sewa tempat yang lebih hemat. Tapi bukan berarti kalau murah pasti cocok.

Harus diperhitungkan kelebihan dan kekurangannya agar momen seumur hidup itu gak berantakan. Jangan lupa juga berkonsultasi dengan pasangan serta orang tua. Buat yang masih lama berencana nikah, yuk, siapkan dana mulai dari sekarang melalui investasi.

Sebagai contoh, harga properti yang selalu meningkat membuat properti menjadi pilihan yang menjanjikan untuk investasi.

Pasalnya, dana yang diperoleh dari investasi properti sebagai dana cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Investasi properti bisa menguntungkan karena harga properti cenderung meningkat.

Khususnya, selain diperuntukkan sebagai dana cadangan, investasi properti bermanfaat sebagai investasi jangka panjang antara lain guna memenuhi kebutuhan biaya pernikahan nanti.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Liquid Likwid E Juice. Coba varian rasa terbaru BLAST!! Choco Mint® persembahan dari Liquid Likwid E Juice. A refreshing chocolate on a sunny day!

Siapa Bilang Harga Emas Murah Bisa Bikin Investasi yang Menguntungkan? Cek Dulu 4 Faktanya Berikut Ini

Harga Emas

Walau sering dinyatakan sebagai investasi yang paling aman dan tahan risiko inflasi, harga emas harga juga bisa anjlok, lho! Sama saja kayak saham, anjlok tiba-tiba tanpa ada yang tahu waktu dan penyebabnya.

Harga emas batangan seperti yang dijual di PT Antam pada dasarnya dipengaruhi oleh harga emas global. Selain itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat dan rupiah juga punya andil dalam pergerakan logam mulia tersebut.

Awalnya, logam mulia memang diminati investor mengingat sebelum tahun 2012 harganya relatif stabil. Tapi sayangnya, belakangan ini harganya semakin fluktuatif.

Patut Urbaners ketahui juga bahwa ada empat alasan mengapa investasi ini gak selalu menguntungkan. Mari kita cari tahu lebih lanjut di bawah ini:

1. Ada paper gold yang mempengaruhi logam mulia, termasuk harga emas

Dalam jual beli emas, terkadang kamu gak melakukan transaksi dalam bentuk fisik, namun hanya sebatas kertas kontrak jual beli atau biasa disebut paper gold. Misalnya adalah emas ETF (Exchange Traded Fund) yang diperdagangkan di bursa efek.

ETF merupakan kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dicatat dan diperdagangkan di bursa efek seperti halnya saham.

Dengan demikian bisa dikatakan yang kamu beli bukanlah logam mulia secara fisik, tapi cuma paper gold saja.

Mirisnya, paper gold ternyata bisa mempengaruhi harga emas. Saat kondisi pasar buruk, paper gold dapat menjatuhkan harga emas secara signifikan.

2. Gak ada standar yang jelas terhadap logam mulia

Sayangnya, gak ada standar nilai yang jelas di dalam logam mulia. Mengapa demikian? Karena jika standar itu ada, maka emas bisa difungsikan sebagai uang.

Zaman dulu, emas difungsikan sebagai alat tukar. Apabila sistem ini dilanjutkan, sudah tahu kan siapa yang bakal untung? Jelas, si produsen emas!

3. Harga emas dipengaruhi oleh hukum supply and demand

Harga emas juga dipengaruhi oleh permintaan dan pasokannya. Semakin banyak beredar, maka emas gak lagi dianggap barang berharga dan nilainya bakal turun. Begitu pula sebaliknya.

Awalnya, harga emas dan perak cukup bersaing, namun karena kelangkaan, harga emas melonjak. Kondisi ini pun bisa saja berubah sesuai dengan keberadaan dan permintaannya.

4. Logam mulia adalah komoditas

Mungkin masih banyak orang yang beranggapan kalau emas adalah rajanya logam mulia. Tetapi sebenarnya emas merupakan logam biasa.

Seperti yang disebutkan di poin ke-3, emas jadi mahal karena supply-nya gak mengimbangi demand atau permintaannya.

Lantas, apakah selama ini investasi emas itu bisa dianggap sia-sia? Gak juga. Patut diperhatikan, gak akan ada investasi yang keuntungannya stagnan. Investasi sifatnya fluktuatif dan bergejolak setiap saat.

Jika kamu berpikir dalam 10 tahun emas bakal jadi makin mahal, ya semua orang juga maunya begitu. Tapi prediksi seperti itu gak bisa dikatakan sebagai hal yang tepat.

Sebagai investor, kamu juga harus memantau pergerakan harganya setiap saat. Intinya ya jangan dijual pada saat harganya anjlok ya.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

Ini 5 Tanda kalau Keuanganmu Berantakan. Yuk, Segera Dibenahi!

Keuanganmu

Dapur berantakan gampang dibenahi. Kalau keuanganmu berantakan? Duh, jangan sampai deh! Bakal repot pasti.

Makanya, harus kenali tanda-tanda kalau keuanganmu berantakan sedari dini. Ibarat kanker, kalau sudah kronis sampai stadium IV, peluang untuk selamat makin kecil meski gak mustahil.

Berikut ini sejumlah tanda keuanganmu berantakan. Coba identifikasi apakah sedang menimpa kita:

1. Gaji numpang lewat

Gaji tiap bulan mestinya dialokasikan sekian persen buat tabungan. Kalau gaji numpang lewat doang tanpa mampir ke rekening, sudah deh. Mesti buru-buru diperbaiki.

Minimal gaji yang disarankan dimasukkan tabungan adalah 20 persen. Kalau bisa sih 30 persen. Tabungan ini penting untuk kebutuhan jangka panjang. Misalnya buat beli rumah atau kendaraan, juga menikah.

Ada pula satu jenis tabungan yang juga disarankan tersedia, yaitu dana darurat. Dana ini digunakan untuk hal yang sifatnya mendesak.

Seumpama ada saudara yang tertimpa musibah kecelakaan dan harus dioperasi secepatnya. Biasanya rumah sakit butuh pembayaran di muka sejumlah tertentu untuk bisa melakukan tindakan. Nah, dana darurat bisa ditarik sebagai penolong dalam situasi seperti ini.

2. Merasa gaji terus habis tanpa tahu ke mana larinya

Pemasukan dan pengeluaran semestinya dicatat dengan baik. Catatan ini berguna buat melihat performa keuangan dan refleksi untuk pengeluaran selanjutnya.

Umumnya catatan ini bersifat bulanan. Kalau bisa, malah dibikin mingguan juga. Jadi, saat melihat pengeluaran terlalu banyak minggu lalu, bisa langsung mengetatkan ikat pinggang minggu berikutnya.

Rumus dasarnya adalah menyisihkan dulu gaji buat tabungan. Baru sisanya dimasukkan pos pengeluaran. Gunanya adalah mencegah tabungan nol gara-gara kalap belanja.

Misalnya, gajimu Rp 5 juta. Buat tabungan Rp 1 juta, cicilan Rp 1,5 juta, pengeluaran Rp 2 juta, lalu investasi Rp 500 ribu.

3. Punya utang atau cicilan lebih dari 30 persen gaji dalam anggaran keuanganmu

Maksimal cicilan yang disarankan agar keuanganmu sehat adalah 30 persen dari gaji. Misalnya gaji Rp 5 juta dan hendak kredit kendaraan, berarti cari yang cicilannya Rp 1,5 juta tiap bulan.

Tujuannya adalah supaya cicilan gak membebani keuangan. Sekali saja nunggak bayar cicilan, dampaknya akan terasa pada bulan-bulan selanjutnya, lho!

Belum lagi jika si pemberi kredit pakai jasa debt collector segala. Mau tiap hari disamperin pria kekar bertampang serem?

4. Sibuk cari utangan saat ada kebutuhan mendesak

Rutin ke Pegadaian tiap bulan untuk menggadaikan dan menebus barang? Itu bisa jadi salah satu tanda keuanganmu berantakan.

Apalagi jika cari utangan terus pas ada kebutuhan mendesak. Sekali-dua kali cari utangan gak apa-apa asal dilunasi.

Tapi kalau utang sudah jadi rutinitas, ini yang berbahaya. Mending cari rutinitas yang lebih bermanfaat deh.

5. Gak ada pikiran buat investasi

Boro-boro investasi, gaji sebulan ada sisa saja sudah bersyukur. Ini juga mesti dihindari. Zaman sekarang, investasi makin banyak caranya dan makin mudah.

Mau yang paling simpel, bisa investasi deposito. Tapi return alias imbal hasilnya minimal. Kalau mau yang lebih gede, bisa dicoba properti saja.

Investasi properti seperti apartemen gak perlu modal gede, bahkan di bawah Rp 5 juta. Ada bantuan dari developer untuk menyicil uang mukanya pula. Jadi gak perlu pusing lagi hari mengumpulkan uang buat down payment.

Tiap orang wajib mengatur keuangannya agar gak berantakan. Apalagi buat yang udah berkeluarga. Tanggung jawab bukan hanya untuk satu kepala, tapi lebih.

Buat yang sekarang masih lajang dan belum punya rencana keuangan, buruan ubah kebiasaan itu. Daripada sudah kebablasan, susah membenahi keuangan yang telanjur acak-adut.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.