9 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Investasi Tanah

investasi tanah

Berbicara investasi tanah maka berkaitan erat dengan keuangan dan ekonomi, berikut akumulasi suatu bentuk aktiva dengan harapan mendapat keuntungan di masa depan.

Terkadang, investasi tanah juga dianggap sebagai penanaman modal. Pasalnya, jenis investasi memang menjanjikan keuntungan, namun investor juga harus jeli melihat kelebihan dan kekurangan investasi miliknya.

Bagi Urbaners yang tertarik berinvestasi di bidang properti khususnya tanah, rupanya ada beberapa hal yang perlu dipastikan sebelum membeli.

Pastikan investasi tanah di lokasi yang strategis

Lokasi akan sangat menentukan hasil investasi kamu di masa depan. Usahakan memilih lokasi yang strategis saat membeli tanah. Hindari membeli tanah di lokasi yang kurang strategis semisal di dekat dengan menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), daerah banjir, atau dekat dengan pemakaman.

Selain itu, akses jalan juga harus diperhatikan dalam memilih lokasi. Jangan membeli tanah yang memiliki akses jalan buntu atau sulit diakses dengan transportasi umum. Upayakan memilih tanah yang akses jalannya mudah dicapai seperti, dekat dengan jalan raya, ada akses kendaraan umum dan dekat dengan fasilitas umum.

Lokasi yang layak dijadikan pertimbangan yakni lokasi yang dekat dengan pusat perbelanjaan, perkantoran, kampus dan rumah sakit, dijamin lokasi ini akan sangat banyak diminati dan memiliki nilai jual dan nilai sewa yang tinggi.

Kelengkapan surat-surat

Kelengkapan surat-surat tanah sangatlah penting untuk diperhatikan dalam membeli tanah. Hindari membeli tanah yang surat-suratnya tidak lengkap karena hal tersebut akan menimbulkan masalah nantinya.

Perhatikan jenis surat tanah yang akan dibeli, apakah masih berbentuk Girik, Akta Jual Beli (AJB), atau sudah Sertifikat Hak Milik (SHM).

Pilihlah tanah yang sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) karena surat tersebut dianggap sebagai surat dengan kepemilikan paling kuat. Hal tersebut membuat nama pemilik yang tercantum dalam SHM menjadi penanggung jawab jika terjadi suatu masalah.

Legalitas tanah

Kamu sering mendengar permasalahan sengketa tanah, sengketa tanah adalah perseteruan antara dua pihak yang memperdepatkan hak kepemilikan sebidang tanah. Biasanya hal tersebut dipicu oleh legalitas tanah yang tidak jelas kepemilikannya.

Hindari membeli tanah yang legalitasnya gak jelas, coba lakukan pengecekan terlebih dahulu data kepemilikan tanah melalui sertifikat tanah tersebut.

Pengecekan keaslian sertifikat tanah dapat dilakukan melalui kantor pertanahan setempat, atau melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat. Hal tersebut wajib dilakukan untuk menghindari adanya sengketa.

Biaya ekstra yang harus dikeluarkan

Setelah memeriksa perlengkapan surat-surat tanah yang akan dibeli, kamu harus perhitungkan berapa biaya yang akan dikeluarkan, baik biaya untuk mengurus surat-surat ataupun biaya untuk membayar harga tanah.

Pilihlah tanah yang surat-suratnya lengkap agar kamu gak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk melengkapi kelengkapan surat-suratnya.

Biaya pembelian tanah permeternya juga harus diperhatikan agar tidak kemahalan membelinya. Kementerian keuangan sudah menetapkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai patokan rata-rata harga tanah permeternya.

Kamu dapat mengacu pada NJOP. Contohnya, harga tanah di Cibubur, Jakarta Timur menurut NJOP Rp 4 juta per meternya, maka tidak akan kemahalan jika membeli tanah dengan harga sekitar Rp 4 juta per meternya.

Ukuran yang pas

Ukuran tanah juga menjadi hal yang harus diperhatikan dalam investasi tanah. Perhatikan lokasi yang akan dipilih untuk menentukan luas tanah yang akan dibeli.

Contohnya, untuk pembelian tanah di pemukiman elite, belilah tanah dengan ukuran yang cukup luas. Perkirakan luas tanah yang biasa digunakan oleh orang-orang permukiman elit untuk membangun tempat tinggal, biasanya sekitar 400-500 meter.

Untuk pembelian tanah di permukiman ekonomi menengah ke bawah, sebaiknya jangan membeli tanah yang terlalu luas karena biasanya orang-orang yang tinggal di daerah tersebut hanya memerlukan tanah seluas 100 meter untuk dibangun rumah, bahkan bisa jadi mereka tidak berminat untuk membeli tanah.

Selain itu, harga juga harus diperhatikan untuk menentukan ukuran yang akan dibeli sesuai dengan isi dompet. Untuk harga tanah di pemukiman elite semisal Menteng, harga tanahnya mencapai Rp 550 juta per meternya.

Sementara di daerah pemukiman kelas menengah, seperti Bekasi, harga tanah masih bisa dijangkau dengan harga Rp 2,5 juta per meternya. Hal ini juga dapat memproyeksikan bagaimana kita akan mengelola tanah selanjutnya.

Tujuan penggunaan tanah

Tentukan proyeksi ke depannya yang akan dilakukan setelah membeli tanah untuk investasi. Apakah kamu akan menjualnya kembali dalam beberapa tahun ke depan sampai harganya naik atau menyewakannya kepada pihak lain untuk keperluan bisnis?

Selain itu, perhitungkan juga keuntungan yang akan didapat dari investasi tanah. Jangan membeli tanah untuk investasi hanya karena ikut-ikutan model yang sedang tren saja.

Hindari penipuan

Tidak ada salahnya mempelajari lebih dahulu asal usul kepemilikan tanah yang akan dibeli, keaslian surat tanah dan siapa orang yang akan menjual tanah tersebut.

Apakah pembelian tanah melalui broker, perantara, atau langsung kepada sang pemilik tanah. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari penipuan.

Jika ada sesuatu yang ganjil dalam transaksi jual-beli tanah, maka anda patut curiga. Contohnya, harga tanah di kawasan strategis dijual dengan harga murah.

Banyak orang yang tertipu dengan modus semacam ini. Pelajari lebih lanjut modus-modus penipuan dalam jual-beli tanah.

Pembelian melalui broker

Sebaiknya kita urus sendiri proses pembelian tanah dari awal, jangan libatkan perantara atau broker dalam transaksi pembelian tanah.

Proses transaksi pembelian tanah memang akan lebih cepat jika dilakukan oleh broker, namun kamu harus siap mengeluarkan uang lebih untuk biaya broker.

Memilih broker untuk membantu proses transaksi tanah juga harus hati-hati, pilihlah broker dengan kredibilitas yang baik agar tidak tertipu.

Selain itu, mengurus sendiri proses pembelian tanah juga dapat membuat kita belajar untuk mengetahui tahapan-tahapan yang akan dilalui selama prosesnya. Sehingga, nantinya jadi punya pengalaman untuk transaksi pembelian tanah selanjutnya.

Tunggakan PBB

Selain mengecek kelengkapan surat tanah, kamu juga harus mengecek apakah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tanah yang akan dibeli selalu dibayar oleh pemiliknya setiap tahunnya.

Hal tersebut perlu dilakukan karena jika pemilik tanah sebelumnya menunggak dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), maka tunggakan tersebut akan dilimpahkan kepada kita sebagai pemilik baru.

Sebelum melakukan pembelian tanah untuk investasi sebaiknya Urbaners pelajari terlebih dahulu tentang bagaimana cara berinvestasi dalam bentuk tanah.

Proyeksikan usaha apa yang akan dilakukan pada tanah yang akan dibeli. Hitung untung dan ruginya melalui perkiraan jangka waktu untuk mendapat keuntungan.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

Rumah Kamu Mau Renovasi Besar dengan Modal Hanya Rp 20 Juta? Bisa Kok!

renovasi besar

Saat rumah sudah rusak di sana-sini, biasanya kita sudah mulai gatal untuk segera melakukan renovasi besar. Walaupun memang, kadang keinginan untuk renovasi rumah gak selaras dengan isi dompet.

Maunya ganti genteng dan cat ulang tembok, eh, pengeluaran sudah tersedot untuk macam-macam hal. Gak perlu banyak-banyak. Renovasi rumah dengan modal Rp 20 juta pun bisa jalan kok.

Berikut ini ide renovasi besar di rumah dengan modal cukup Rp 20 juta saja.

1. Percantik dapur

Dapur bisa dibikin tambah cantik dengan suntikan Rp 20 juta saja. Caranya:

– Ganti cat

Kadang mengganti cat sudah cukup untuk menyegarkan mata yang memandang dapur. Terlebih jika sudah bertahun-tahun gak diganti, sampai banyak noda di sana-sini.

Harga cat kualitas premium ukuran 5 kilogram rata-rata Rp 100 ribu. Tinggal dicocokkan saja dengan ukuran dapur kira-kira butuh berapa kilo.

– Ganti perlengkapan

Utamakan perkakas yang besar dan sudah ketinggalan zaman. Misalnya kulkas satu pintu diganti dengan dua pintu. Atau yang sudah dua pintu ganti jadi tiga pintu.

Harga kulkas keluaran terbaru yang sudah tiga pintu paling Rp 10 jutaan. Mungkin bisa ditambah dengan microwave dan kompor. Kalau semacam wajan dan panci sih cukup dibersihkan agar kinclong lagi.

– Ganti pencahayaan

Jika sebelumnya pakai lampu LED biasa yang nancep di atas, atau malah bohlam, bisa diubah jadi lampu yang lebih modern. Misalnya lampu tanam pada kabinet atau eternit.

Harga lampu dan ongkos pemasangan gak sampai Rp 200 ribu, tergantung jumlah lampu dan tingkat kesulitan. Pencahayaan yang baik bisa menimbulkan kesan mewah, terutama pada dapur yang kecil.

2. Bikin kolam renang mini

Gak perlu berenang ke kolam renang umum sekarang. Kalau ada tanah yang menganggur, bisa disulap jadi kolam renang mini dengan bujet gak sampai Rp 20 juta.

Komponen yang dibutuhkan antara lain:

– Keramik kolam dan konstruksi: ongkos komponen ini yang paling mahal. Konstruksi harus dipastikan kokoh biar gak malah nombok renovasi ketika kolam rusak. Jasa konstruksi dan keramik dipatok Rp 10 juta, tergantung seberapa luas lahan.

– Peralatan sirkulasi air kolam: perlengkapan ini penting untuk menjaga air tetap bersih. Harganya Rp 1 juta, termasuk wadah.

– Peralatan penyedot air: untuk menguras, dibutuhkan penyedot. Harga rata-rata Rp 1 juta.

– Kaporit: zat kimia ini diperlukan untuk membasmi lumut pada dinding dan lantai kolam. Harganya gak sampai Rp 50 ribu di toko kimia.

– Air: untuk mengisi air pada kolam, bisa pakai jasa suplier air yang memang melayani pengisian kolam. Untuk volume 8 meter kubik, bisa pakai tangki ukuran sedang dengan jasa Rp 1 juta.

Selain dua ide di atas, mungkin ada ide renovasi lain yang ada di pikiran masing-masing. Untuk yang masih belum ada ide, bisa sewa jasa arsitek untuk menyumbangkan ide sekalian merumuskan apa-apa yang diperlukan, termasuk bujet.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

5 Trik Beli Hunian Murah di Pameran Properti

Pameran Properti

Kini rumah dan apartemen sudah masuk ranah kebutuhan setiap orang. Itu sebabnya pameran properti selalu dicari-cari, terutama oleh pasangan suami istri yang baru saja membina rumah tangga.

Ya, properti macam rumah dan apartemen masuk dalam investasi jangka panjang yang nilainya cenderung naik tiap tahunnya. Menunda membelinya untuk beberapa lama semisal satu tahun saja sudah berbeda harganya.

Banyak sebab kenapa harga properti naik setiap tahunnya. Mulai dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang naik, inflasi, hingga jumlah permintaan.

Sayangnya, kenaikan rata-rata harga ini tidak sebanding dengan kenaikan rata-rata pendapatan. Kenaikan rata-rata harga properti jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan rata-rata pendapatan.

Situasi yang ironis memang. Namun, jangan berkecil hati melihat realita tersebut. Masih ada cara untuk memiliki rumah dan apartemen dengan harga yang terjangkau.

Bicara soal properti, sudahkah Urbaners mengunjungi pameran properti tahun ini? Ya, Bank Tabungan Negara (BTN) mengadakan acara pameran properti bertajuk Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, berlangsung dari 11-19 Februari 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Dalam acara pameran properti tersebut, BTN menghadirkan 700 proyek properti. Bagi kamu yang sedang berencana membeli rumah atau apartemen, acara pameran properti ini memberikan kesempatan baik dan menguntungkan.

Yuk, simak triknya untuk membeli properti murah dari pameran properti berikut ini.

1. Cari penawaran bunga rendah

Di Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, BTN memasang bunga KPR mulai dari 4,67% dan uang muka atau down payment (DP) sebesar 5%. Bunga tersebut berlaku selama satu tahun cicilan KPR.

Tentunya bunga 4,67% lebih rendah dibandingkan bunga KPR di pasaran. Sementara DP-nya lebih rendah dari standar DP yang berlaku, yaitu 10-15%.

Bunga yang rendah tersebut menjadikan cicilan KPR yang diambil lebih hemat dibandingkan jika kita mengambil KPR dengan bunga yang berlaku di pasaran.

Perlu diketahui bunga KPR berubah-ubah tergantung pada Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang berlaku. Penentuan SBDK dihitung menurut penilaian bank terhadap risiko-risiko debitur.

Namun, bunga KPR belum tentu sama dengan SBDK. Sebelum mengambil KPR rumah atau KPA apartemen, ada baiknya kita mencari-cari terlebih dahulu bunga di setiap bank yang ada.

Dari data BI 2016, rata-rata Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) berada pada angka sekitar 10%. Namun, bukan berarti tidak ada yang menawarkan lebih rendah. Misalnya, kamu bisa coba cari properti di booth Megakarya Propertyndo, disana kamu bisa menemukan bunga yang dimulai dari 5%, lho!

2. Cari diskon pameran properti

Sangat sedikit pengembang properti yang memberikan diskon. Cara paling mudah untuk menikmati banyaknya diskon pembelian rumah dan apartemen adalah dengan mendatangi pameran properti.

Di Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, bagi yang mengajukan KPR berhak mendapatkan diskon sampai 50% untuk biaya administrasi dan provisi. Ditambah diskon hingga 20% untuk premi asuransi jiwa.

Di samping itu, ada diskon lainnya yang terbilang unik. Menggandeng GO-BOX sebagai mitra kerja sama, BTN menjanjikan diskon 50% biaya pindahan bagi yang membeli rumah di Indonesia Property Expo (IPEX) 2017.

Kamu pun yang membeli rumah saat itu juga tidak perlu repot lagi dalam mencari kendaraan untuk pindahan.

3. Pertimbangkan lokasi dan akses transportasi

Suatu kebetulan yang menguntungkan apabila rumah yang dipasarkan di Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 dekat dengan tempat kerja. Lokasi dan akses transportasi menjadi hal penting dalam membeli hunian.

Jangan sampai perburuan terhadap hunian murah tidak ada untungnya sama sekali. Sebab ongkos transportasi jadi bertambah karena lokasinya yang dibeli walaupun murah jauh dari tempat kerja serta waktu terbuang percuma karena jaraknya yang jauh ditambah aksesnya melewati jalur-jalur rawan macet.

Untuk itu, cari lokasi rumah yang ingin dibeli. Banyak lokasi yang rata-rata masih dalam lingkup Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang menjadi lokasi rumah dan apartemen yang dijual dalam Indonesia Property Expo (IPEX) 2017.

Tanyakan pada orang marketing, jarak tempuh dengan akses transportasi seperti jalan raya dan stasiun kereta agar kita mendapatkan hunian nyaman dengan lokasi dan akses transportasi yang baik.

4. Masuk dalam daftar pembeli pertama

Diskon, uang muka atau down payment (DP) yang kecil, hadiah semisal sepeda motor atau air conditioner (AC) menjadi hak milik asalkan masuk dalam daftar pembeli pertama. Acuan pembeli pertama tidaklah sama untuk tiap-tiap developer.

Ada yang mensyarakatkan 5 (lima) pembeli pertama, ada pula yang mensyarakatkan 10 (sepuluh). Langsung saja daftarkan diri sebagai pembeli pertama dan berikan booking fee begitu kamu dan pasangan yakin dengan properti yang dipilih dan developer-nya.

Untuk proses pengajuan KPR atau KPA di Bank BTN, syarat utamanya bagi yang mengajukan mesti berusia maksimal 45 tahun.

Lalu persiapkan kartu identitas (KTP) dan keterangan sumber pendapatan. Ditambah dengan melengkapi syarat-syarat yang diajukan developer perumahan.

Ya, sekiranya dianggap merepotkan, ada alternatif yang bisa membantu dalam melakukan pengajuan. Megakarya Propertyndo menyediakan fasilitas bagi konsumennya dalam mengajukan KPR atau KPA ke bank yang telah menjadi mitranya tanpa ribet. Lengkap dengan simulasinya dan syarat-syaratnya yang tercantum dengan jelas. Cocok bagi Urbaners yang suka menggunakan smartphone/gadget untuk menunjang aktivitas setiap harinya.

5. Pertimbangkan dengan matang

Pelaksanaan Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 berlangsung singkat. Hanya sembilan hari dan selama itu tidak cukup waktu bagi kita untuk memikirkan lama-lama apakah ambil KPR atau KPA pada saat itu atau nanti.

Ingat, selain kita, banyak pencari properti yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu memiliki rumah dan apartemen murah.

Cepat atau lambatnya kita untuk mengambil keputusan menjadi penentu apakah rumah dan apartemen yang diincar menjadi milik sendiri atau orang lain.

Memberikan booking fee jadi cara pasti. Namun, merugikan jika nanti kita gak jadi ambil atau terkendala dalam proses KPR atau KPA. Karena itu, pertimbangkan dengan matang mulai dari bujet yang dipunyai dan kemampuan bayar yang dapat dilihat dari penghasilan.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

Mau Liburan Murah ke Amerika Serikat? Coba 4 Tips Simpel Berikut Ini!

Liburan Murah

Buat yang lagi mau banget liburan murah ke AS, gak usah mengerutkan kening dulu bayangin bujetnya ya. Kamu bisa coba beberapa tips dari UrbanLife.id berikut ini.

Ini empat tips simpel buat bisa liburan murah ke Amerika Serikat tanpa harus rogoh kocek dalam-dalam.

1. Beli tiket antara Februari-April

Kenapa harus beli tiket pas waktu ini? Periode Februari-April tuh merupakan waktu paling tepat beli tiket ke Amerika, karena di periode inilah tiket ke Negeri Paman Sam paling murah dalam setahun.

Begitu memasuki Mei, tiket sudah mulai menanjak karena di sana sudah memasuki musim panas. Notabene, orang-orang pasti sudah mulai mengincar waktu buat liburan.

Jadi kalau memang niat, ayo gerak sekarang dan mulai langsung booking tiket.

2. Kunjungi destinasi-destinasi liburan murah

Jangan maksain buat liburan ke kota-kota besar kayak New York, Washington atau Los Angeles kalau bujet pas-pasan.

Gak usah mikir, ”‘Ah, kan keren kayak orang-orang tuh kalau ditanya dari mana, dari LA dong!”

Banyak destinasi yang keren kok, tapi lebih ramah di kantong.

Penting banget makanya sebelum liburan, pastikan kamu sudah browsing dan kumpulin informasi. Destinasi mana saja yang gak bikin kantong bolong namun tetap bakal meninggalkan kesan di hati. Kan banyak tuh review soal traveling hemat ke luar negeri. Sontek aja!

3. Menginap di hostel

Namanya juga mau liburan ke Amerika tapi tetap hemat, ya jangan menginap di hotel, apalagi yang bintang 5. Pilih saja penginapan yang tetap nyaman, bersih, dan layak buat ditinggali selama liburan tapi harganya jauh lebih bersahabat. Kayak hostel contohnya.

Lebih bagus lagi kalau punya teman atau sanak keluarga di kota tujuan. Jadi gak usah keluar biaya buat penginapan, kan?

4. Pas sama musimnya

Sudah paling pas kalau kamu mau liburan ke Amerika di antara periode Februari-April. Karena di sana masih musim semi, jadi masih enak cuacanya buat jalan-jalan.

Selain itu gak harus menyiapkan dan bawa baju-baju tebal musim dingin dan pelengkapnya.

Tambahan sedikit, gak usah ribet juga buat beli oleh-oleh. Ini bukan kewajiban kok. Kamu kan mau liburan murah menyenangkan diri sendiri, bukan buat beli oleh-oleh.

Nah, gimana? Ternyata bisa kan liburan murah ke Amerika tanpa harus keluarin banyak biaya? Hemat bukan berarti kamu jadi pelit ya, nanti malah gak nikmatin liburan tapi cuma ribet kalkulasi ini-itu pas di sana.

Pangkas saja biaya-biaya yang memungkinkan dan lebih bijak saat mengeluarkan uang selama di sana. Selamat liburan!


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Liquid Likwid E Juice.

6 Cara Mendekatkan Diri dengan Calon Investor

calon investor

Banyak dari kita yang jadi karyawan juga punya mimpi buat punya usaha sendiri kan? Seringkali kendalanya adalah kurang modal. Nah, kalau sudah begitu ya harus cari cara untuk punya calon investor dong.

Walau bisnis yang bagus adalah bisnis yang punya nilai jual unik (unique selling point), tapi modal merupakan fondasi utama supaya bisnis bisa jalan.

Nih, beberapa hal yang harus kita siapkan saat memperoleh kesempatan buat pendekatan sama calon investor.

1. Kesan pertama ke calon investor

Kesan pertama dimulai dari penampilan yang rapi, mencerminkan betapa kita menghargai diri sendiri dan orang yang ditemui. Dalam hal ini ya investor dong. Tapi ingat, jangan berlebihan. Sewajarnya saja ya.

Termasuk juga cara bicara dan alur komunikasi. Gunakan bahasa yang baik dan intonasi yang jelas dan tegas.

Siapkan bahan presentasi seapik mungkin dan mempresentasikannya di depan calon investor sejelas dan sedetail mungkin.

2. Jaga track record

Sangat penting menjaga track record karir maupun bisnismu tetap bersih untuk kepentingan apapun.

Terlebih lagi jika kasusnya ingin memenangkan hati calon investor. Mereka ingin merasa tenang saat menanamkan sejumlah uang.

Tidak terlibat korupsi, penyalahgunaan uang perusahaan, penipuan, maupun skandal yang dapat mencoreng nama baik, pasti menjadi nilai lebih di mata investor.

Kalau dari rekam jejak saja sudah jelek, gimana investor mau percaya.

3. Highlight pengalaman

Banyak orang mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik. Ya, karena pengalaman gak didapatkan di bangku sekolah manapun.

Gak ada salahnya pamer sedikit soal pengalaman kita dalam berbisnis saat presentasi depan investor.

Soroti keberhasilan kamu dalam mengembangkan usaha supaya investor makin terkesan. Kalau perlu, berbagi sedikit kisah perjuangan ketika baru merintis usaha.

Ini agar calon investor yakin bahwa uang investasinya gak akan menguap sia-sia begitu saja. Karena dengan pengalaman, kerugian paling gak bisa diminimalisir.

Pasalnya, saat ada krisis atau masalah dalam bisnis nanti, orang-orang berpengalaman dipercaya bisa lebih tenang dan mencari solusi.

4. Punya visi dan misi yang jelas

Mau bikin bisnis yang didanai oleh investor sudah pasti harus punya visi dan misi yang jelas. Pastikan saat memilih visi dan misi bisnis yang ditawarkan, calon investor bisa memahami arah dan tujuan.

Sekali lagi, uang yang mereka gelontorkan tidaklah main-main. Kalau hanya bilang, ‘“Ya kita mau bikin startup saja, Pak.” Tanpa penjelasan soal business plan dalam jangka panjang dan return on investment (ROI) jangan harap calon investor bakal tertarik.

5. Prospek bisnis

Fokus utama investor pasti ingin uangnya beranak-pinak, alias memperoleh keuntungan. Itu artinya kita harus mampu meyakinkan mereka soal prospek bisnis yang kita jalankan.

Apakah potensinya bagus dalam jangka panjang? Lakukan riset mendalam dan akurat biar gak malu-maluin di depan calon investor.

Lebih bagus lagi jika membawa data statistik. Mereka biasanya senang dengan angka, bukan berandai-andai atau buaian semata. Siapkan perhitungan yang matang dan sesuai dengan realita.

Jangan sampai ada yang terlewatkan! Investor biasanya tertarik dan concern dengan angka alias perhitungan biaya.

6. Kredibilitas manajemen harus meyakinkan

Salah satu hal yang bisa bikin investor percaya adalah profil manajemen yang terlibat dalam perusahaan.

Kalau mereka percaya dengan anggota tim kita yang menjadi kunci operasional perusahaan, tentunya mereka akan lebih gampang kasih kucuran dana segar.

Oleh karena itu, pastikan sejak awal kita memilih sosok profesional yang kredibel dan memiliki rekam jejak yang baik dalam tim. Dengan begitu, kita bisa ikut menjual tim kita saat presentasi depan investor.

“Kami punya Pak Yani sebagai CFO. Dia ini lulusan Ivy League, lho! Sudah pernah bikin startup yang sukses dan baru terpilih jadi “Young CFO of the Year” versi Urban Life.” Bangga dan gak malu-maluin ngomongnya, kan?

Gimana nih, sudah siap dong memenangkan hati calon investor biar proposal bisnis kamu diterima?

Mungkin masih banyak hal lain yang bisa kamu lakukan buat melengkapi cara-cara di atas. Selama caranya baik dan gak ‘tricky’ maju terus ya, Urbaners!

Jangan kalah sebelum berperang. Berusaha dulu sebaik mungkin, dimulai dari persiapan pastinya. Taklukkan hati calon investor dan semoga sukses ya dengan bisnisnya.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan itrade.

6 Alasan Kenapa Lebih Mending Pilih Sewa Apartemen daripada Kontrak Rumah atau Kost

sewa apartemen

Buat kamu yang sedang mencari tempat tinggal, baik yang masih lajang maupun yang sudah berpasangan, simak dulu deh alasan kenapa mendingan kita sewa apartemen daripada kontrak rumah atau kost.

Kelebihan-kelebihan menyewa apartemen di bawah ini bakal bantu Urbaners ambil keputusan.

1. Lokasi sewa apartemen yang strategis

Biasanya lokasi perkantoran dikelilingi dengan gedung-gedung apartemen. Nah, ini bisa menjadi salah satu pertimbangan.

Selain jarak kantor dan tempat tinggal yang dekat sehingga menghemat waktu, kamu juga gak harus alami stres karena macet di jalan. Sampai kantor pun, pikiran masih fresh dan siap bekerja.

Apalagi kalau bisa dapetin apartemen yang cuma butuh jalan kaki buat ke kantor. Gak hanya hemat energi, tapi hemat uang transportasi juga. Ditambah lagi gak perlu bayar parkir.

Lokasi apartemen yang selalu ada di tengah pusat kota, bikin kita juga mudah buat melakukan perjalanan ke mana saja. Bikin hidup sedikit lebih ringan deh.

2. Fasilitas lengkap

Tinggal di apartemen sudah pasti para penyewa bakal bisa menikmati banyak fasilitas yang gak ada kalau kontrak rumah atau kost. Mulai dari kolam renang, gym, minimarket, foodcourt sampai mal juga ada loh.

Gak usah keluar dari gedung apartemen capek-capek dan menembus kemacetan ibu kota. Semua yang diinginkan semuanya bisa tersedia.

Enak kan? Ini pastinya cocok banget buat para eksekutif muda dan pasangan bekerja yang sibuk.

3. Praktis

Menyewa apartemen juga gak akan dipusingkan sama yang namanya air mampet atau listrik mati. Kalau ada masalah seputar unit apartemenmu, tinggal panggil saja bagian maintenance. Pasti langsung datang dan kamu tinggal terima beres.

Coba kalau kontrak rumah. Ada masalah soal saluran air, AC, atau listrik, harus tunggu yang punya rumah datang. Bagus kalau tempat tinggal mereka dekat dengan hunian yang kamu sewa. Kalau jauh? Keburu keki duluan kan.

4. Keamanan terjamin

Apartemen biasanya dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih dan ketat. Tak hanya petugas keamanan yang selalu siaga selama 24 jam, sistem keamanan seperti CCTV dan alarm pun biasanya terpasang di setiap sudut.

Tamu yang datang biasanya diwajibkan lapor untuk mendapatkan akses ke unit yang dituju. Kalau mencurigakan dan keperluannya gak jelas, ya gak boleh masuk. Jadi tinggal di apartemen gak usah khawatir kemalingan.

5. Private

Privasi adalah salah satu kelebihan lain yang bikin banyak orang pada akhirnya memilih untuk sewa apartemen. Alasan yang satu ini pas banget buat mereka yang gak suka basa-basi sama tetangga.

Buat beberapa orang, tempat beristirahat itu harus tenang dan jauh dari yang namanya hingar-bingar. Setelah lelah bekerja seharian penuh, ada yang lebih memilih untuk menikmati waktu santai sendirian tanpa gangguan.

6. Memberi waktu untuk menabung beli rumah

Menyewa apartemen memberi waktu dan kesempatan buat menabung dan mengumpulkan informasi tentang rumah idaman. Semakin banyak dan berkualitas informasi yang diperoleh, semakin dekat pula kita dengan rumah impian.

Memutuskan untuk sewa apartemen bagi sebagian besar orang bisa jadi pilihan yang pas sebelum membeli rumah. Terlebih buat mereka yang merasa enam alasan di atas sebagai kebutuhan.

Eksekutif muda dengan gaji Rp 10 juta atau pasangan pengantin baru dengan penghasilan minimal Rp 7 juta bisa banget memilih opsi ini. Apalagi sekarang sudah banyak apartemen dua kamar tidur yang disewakan dengan harga mulai dari Rp 3 juta.

Memutuskan untuk membeli rumah yang sesuai selera, jelas harus hati-hati dan penuh kalkulasi. Gak mau menyesal karena merasa salah pilih, kan? Menyicil rumah itu investasi jangka panjang, lho! So, kalau mampunya sewa apartemen dulu, kenapa tidak?


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

Mendingan Beli Apartemen atau Rumah? Ini Jawabannya!

apartemen atau rumah

Gaya hidup di kota besar kini menuntut tempat tinggal yang praktis, khususnya menuju ke tempat kerja. Kamu bisa tinggal di apartemen atau rumah kos agar dekat dengan kantor.

Pasalnya, untuk membeli rumah di sekitar kantor, rasanya sudah tidak memungkinkan saat ini dengan pendapatan yang kenaikannya tak sebanding dengan lonjakan harga rumah.

Terlebih dengan keterbatasan lahan di kota besar yang terus disesaki banyak orang juga bangunan. Situasi tersebut ditangkap pengusaha properti sebagai peluang bisnis. Mereka menawarkan apartemen sebagai solusi tempat tinggal masa kini.

Setiap iklan apartemen selalu ditampilkan dengan menggunakan bahasa yang memukau. Pebisnis properti menyadari bahwa satu-satunya pertimbangan orang ragu memilih apartemen adalah properti jenis ini menggunakan sertifikat strata title atau kepemilikan lahan bersama.

Hal tersebut bukan berarti apartemen menjadi properti yang sepi peminat. Iklan dan promosi yang gencar dilakukan pengembang properti.

Ditambah dengan fakta bahwa tiap tahun harga properti cenderung naik. Pada akhirnya, menyadarkan banyak orang untuk segera memiliki properti.

Bagaimana sebenarnya seluk beluk membeli rumah atau apartemen? Manakah yang lebih menguntungkan? Uraian berikut ini akan menjelaskannya kepada kamu.

Kenali Kebutuhan dan Tujuan Sebelum Memilih Apartemen atau Rumah

Membeli properti butuh biaya besar sehingga harus dipikirkan dengan matang. Sebelum membeli properti, pertimbangkan properti seperti apa yang dibutuhkan dan di mana lokasi yang diinginkan.

Jenis hunian yang kamu beli sudah tentu akan ditempati dalam waktu yang lama.

Umumnya properti yang digunakan sebagai hunian terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Hunian vertikal, seperti apartemen, rumah susun atau kondominium
  • Rumah tapak

Dasar keputusan membeli jenis hunian adalah kebutuhan dan tujuan jangka panjang seperti apa yang ingin dicapai. Sebab hak dan kewajiban yang terkait dengan hunian vertikal dan rumah tapak tidaklah sama.

Bahkan, ada perbedaan antara rumah tapak dan hunian vertikal yang menambah atau mengurangi daya tarik masing-masing.

Membeli tempat yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan adalah pertimbangan yang penting.

Pertimbangan umum yang biasanya digunakan sebelum membeli hunian, di antaranya:

  • Lokasi dan biaya
  • Luas bangunan yang diinginkan

Pentingnya memerhatikan pertimbangan di atas karena rumah akan menjadi tempat yang akan dihuni dalam jangka waktu yang lama.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memilih Apartemen atau Rumah

Sebelum memilih jenis hunian yang ingin dibeli, ada baiknya juga mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

1. Pahami Status Hak Milik Rumah dan Apartemen

Status hak milik rumah dan apartemen perlu diketahui lebih dulu oleh calon pembeli. Membeli rumah tapak sama artinya dengan memiliki rumah dan tanahnya sekaligus.

Sementara membeli apartemen, kamu hanya memiliki ruangan di dalamnya. Paling tidak kamu juga bisa menikmati fasilitas yang disediakan untuk digunakan secara bersama-sama dengan penghuni lain. Istilahnya adalah kepemilikan bersama (strata title).

2. Pertimbangkan Proses dan Biaya Pemeliharaan

Membeli rumah berarti kamu bertanggung jawab untuk semua perawatannya. Ini tentu ada kaitannya dengan biaya perawatan.

Sementara membeli apartemen, pengelola yang bertanggung jawab untuk pemeliharaannya. Besarnya biaya yang dikeluarkan tergantung pada kebijakan pengelola apartemen tersebut.

3. Fitur Komunitas Apartemen Lebih Tertata dengan Rapi

Membeli dan tinggal di apartemen memiliki kelebihan seperti fitur komunitas. Fitur yang dimaksud di sini semisal lapangan tenis, kolam renang atau fasilitas berbasis masyarakat lainnya yang menjadi lebih mudah digunakan dan dipelihara.

Sementara jika membeli rumah tradisional, fitur tersebut akan mengeluarkan biaya yang mahal karena dari pembangunan hingga pemeliharaan ditanggung sendiri.

Pertimbangkan Hal Ini Juga Sebelum Membeli

Sebelum membeli jenis hunian, jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing. Di bawah ini adalah sejumlah tips yang bisa dijadikan pedoman.

  • Pertimbangkan lokasi, apakah rumah atau apartemen yang ingin kamu beli itu berlokasi strategis atau tidak.
  • Bandingkan harga untuk mendapatkan harga terbaik sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan.
  • Pertimbangkan tujuan, apakah untuk tempat tinggal atau investasi. Apa pun tujuannya, sebenarnya membeli properti tak ada ruginya karena harga properti selalu naik. Kamu bisa memanfaatkan KPR bila tidak punya dana utuh.
  • Pertimbangkan fasilitas yang ditawarkan, misalnya apakah properti yang ingin dibeli memiliki fasilitas yang lengkap, seperti sport center hingga supermarket.
  • Pertimbangkan keamanan dan perawatan. Apartemen dengan fasilitas tambahan semisal fasilitas lift membuat penghuni apartemen mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan. Perhatikan juga segi keamanannya, apakah rawan bencana alam, gempa, dekat bandara, banjir, dan lain sebagainya.
  • Cek legalitas pengembang properti untuk menghindari kerugian akibat properti yang dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan atau sengketa hukum lainnya. Untuk rumah, sertifikat Surat Hak Milik (SHM) sudah pasti harus ada. Sementara untuk apartemen, hanya diberikan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang batas waktu penggunaannya hanya sampai 20 tahun.
  • Perhatikan privasi. Apartemen lebih terjaga privasinya dibandingkan rumah. Namun, kelebihan rumah adalah kamu lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya.

Dengan mempertimbangkan faktor di atas, setidaknya kamu akan lebih spesifik lagi menentukan jenis hunian yang ingin dibeli.

Pertimbangkan Perbandingan Antara Apartemen atau Rumah

Jika kamu masih juga bingung menentukan apakah akan membeli apartemen atau rumah, coba perhatikan keuntungan membeli rumah dan apartemen berikut ini.

Pilih mana yang lebih mendominasi keinginanmu. Jika sudah, kamu bisa memutuskan untuk membeli hunian yang tepat sesuai kebutuhan dan harapan tentunya.

Keuntungan Memiliki Apartemen

1. Lokasi Lebih Mudah Dijangkau Karena Strategis dan Dekat Perkantoran

Apartemen sangat cocok bagi kamu yang memiliki mobilitas yang tinggi. Biasanya lokasi apartemen berada di tempat-tempat yang strategis di wilayah perkotaan sehingga dari segi akses akan jauh lebih cepat dan mudah.

2. Fasilitas Lebih Komplet dan Mewah

Pada umumnya, fasilitas mewah dan lengkap merupakan daya tarik yang ditawarkan apartemen. Fasilitas standar yang biasanya diberikan pengelola apartemen, di antaranya lapangan tenis, kolam renang, pusat kebugaran, tempat spa atau sauna, dan lain sebagainya.

3. Alasan Praktis Sering Kali Menjadi Tujuan Utama Membeli Apartemen

Apartemen memang memberikan solusi gaya hidup praktis bagi pembelinya. Sebab semua fasilitas yang berhubungan dengan kebersihan dan pemeliharaan gedung akan menjadi tanggung jawab pihak pengelola.

Pemilik apartemen hanya cukup membayar service charge saja. Dan perlu diingat biaya tersebut tidak termasuk dalam biaya KPA bila memiliki apartemen dengan dicicil.

4. Memiliki Apartemen Meningkatkan Prestise bagi Pemiliknya

Maraknya iklan di media seolah memberikan dukungan bahwa apartemen adalah simbol kesuksesan, bentuk kemandirian finansial, dan juga status sosial yang tinggi.

Jika dilihat dari lokasi dan fasilitas yang diberikan apartemen yang hampir mirip dengan hotel, memang persepsi seperti ini tidak ada salahnya.

Setelah mengetahui keuntungan membeli apartemen, kamu bisa membandingkannya dengan keuntungan membeli rumah seperti di bawah ini.

Keuntungan Memiliki Rumah

1. Membeli Rumah Artinya Membeli Lahan Juga

Dengan membeli rumah, kamu memiliki lahan untuk membuat tata ruang yang menarik, seperti taman, ruang bermain anak, tempat untuk bersantai, dan lain sebagainya.

Selain itu, kamu juga dapat mengubah bentuknya sesuai dengan keinginan. Hal ini tidak bisa terjadi pada apartemen yang biasanya ruangnya terbatas dan lahannya milik bersama.

2. Rumah Punya Keunggulan Mudah Dijual Kembali

Rasa jenuh tinggal di apartemen menyebabkan rumah makin lama makin diminati masyarakat. Selain mudah untuk dijual kembali, sertifikat rumah juga bisa digadaikan saat kamu membutuhkan dana untuk kebutuhan mendesak.

3. Pemilik Rumah Merasa Lebih Nyaman Karena Punya Dua Legalitas

Pemilik rumah lebih terjamin karena punya dua kepemilikan, yaitu rumah dan tanah dalam bentuk sertifikat yang legal.

Kemudahan dalam mengelola rumah dari sisi anggaran keuangan membuat rumah lebih fleksibel untuk perencanaan keuangan jangka panjang.

Pertimbangkan Sebelum Menjatuhkan Pilihan

Dengan membandingkan beberapa sisi positif dan negatif hunian dalam bentuk apartemen atau rumah di atas, kamu akan lebih bijak lagi memilih hunian yang akan dibeli.

Sebab memiliki rumah atau apartemen merupakan tujuan jangka panjang dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, pertimbangkan dengan masak-masak sebelum akhirnya kamu menjatuhkan pilihan.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

7 Cara Siapkan Dana Pensiun dengan Reksadana

reksadana

Memilih instrumen investasi yang tepat adalah langkah utama dalam mencapai kesuksesan finansial. Sayangnya, memilih instrumen yang tepat tentu bukan pekerjaan yang mudah, sebab jika salah memilihnya sejak awal, maka besar kemungkinan investasi tersebut tidak akan memberikan hasil yang maksimal di dalam keuangan. Pertimbangkan untuk berinvestasi di dalam reksadana, sebab investasi ini menjanjikan return yang cukup menarik.

Idealnya, semua orang ingin menikmati masa pensiun dengan tenang dan sejahtera. Sayangnya, angan-angan itu gak mudah untuk dijadikan kenyataan, sebab bila gak dipersiapkan dengan baik, bisa saja pada saat pensiun nanti malah menjadi masa yang suram, khususnya dari sisi keuangan. Situasinya, penghasilan kita akan berkurang, tapi ada biaya hidup yang harus ditanggung dan jumlahnya gak kecil.

Masa pensiun kerap menjadi salah satu hal yang kurang mendapat perhatian dan persiapan bagi kita semua. Tapi tenang saja, ada beragam cara untuk mempersiapkan pensiun dengan baik.

Salah satunya dengan berinvestasi. Ada banyak produk investasi yang ditawarkan oleh lembaga keuangan, tapi tidak semuanya cocok untuk digunakan. Itulah sebabnya, Urbaners harus pintar memilih produk yang cocok untuk dijadikan penjamin masa pensiun.

Salah satu produk investasi yang minim risiko tapi memiliki hasil investasi yang bagus di masa depan adalah reksadana.

Produk investasi ini sangat cocok digunakan untuk investasi jangka panjang dalam kurun waktu 10 tahun hingga 20 tahun ke depan, reksadana pas menjadi pilihan untuk persiapan biaya masa pensiun kamu. Berikut alasan kenapa Urbaners wajib mempertimbangkan reksadana untuk tabungan investasi masa pensiun.

1. Potensi hasil investasi menarik dan optimal

Karena disiapkan untuk masa pensiun yang jarak waktunya minimal jangka masih 15 – 20 tahun lagi. Maka investasi reksadana menjadi pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan nilai yang sudah kita hitung sebelumnya. Karena, semakin lama jangka waktunya, tentu imbal hasil yang didapat juga semakin besar.

2. Likuiditas reksadana relatif tinggi

Dalam menjalani kehidupan, tentu tidak lepas dari berbagai risiko, seperti sakit, kecelakaan, atau hal-hal lain yang memaksa kita untuk memiliki dana sesegera mungkin.

Disinilah letak keunggulan reksadana, di mana  reksadana memiliki likuiditas tinggi sehingga mudah dicairkan jika kita sedang membutuhkan uang. Karena itu, reksadana menjadi pilihan investasi yang tepat untuk kebutuhan ini.

3. Kepemilikan atas nama

Salah satu yang membuat banyak orang masih tidak mau untuk menggunakan investasi sebagai dana pensiun adalah keamanan.

Untuk reksa dana, akun kamu sudah dilindungi oleh perlindungan kepemilikan dalam bentuk atas nama.

Artinya, investasi reksa dana akan dibukukan atas nama kita, lalu ketika ingin dicairkan, prosesnya tidak dapat berjalan tanpa instruksi dari kita dan hanya dapat dipindahkan pada rekening sendiri juga.

4. Dikelola tenaga ahli profesional

Dalam investasi reksa dana, dana kita dipegang dan diatur oleh tenaga profesional yaitu manajer investasi. Khawatir dengan kemampuan para manajer investasi ini?

Tenang saja, dana kita telah dipegang oleh orang yang tepat. Karena para manajer investasi yang memegang dana, rata-rata sudah berpengalaman dalam mengelola dana nasabah. Sehingga uang akan dikelola secara profesional.

5. Bisa dibeli dengan harga murah

Keunggulan lain yang membuat reksa dana layak digunakan sebagai persiapan masa pensiun adalah harganya yang murah. Di mana, cukup mengeluarkan Rp 100.000, sudah bisa membeli produk investasi ini.

Tentunya, ini sangat memudahkan kita yang berpenghasilan menengah ke bawah, karena gak akan menggerus keuangan secara berlebihan.

6. Mudah didapatkan

Sekarang membeli produk reksa dana sudah semakin murah, di mana produk ini sudah ditawarkan oleh banyak bank dan perusahaan investasi yang bertebaran di mana-mana.

Cukup datang ke kantor mereka, lalu mendaftarlah sesuai dengan kebijakan lembaga itu. Lalu mulailah berinvestasi. Mudah bukan?

7. Punya beragam jenis produk

Reksadana tidak hanya ditawarkan dalam satu varian produk saja, tetapi banyak sekali. Tercatat, jenis-jenis produk itu antara lain:

  • Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana ini akan menempatkan dana pada deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan obligasi. Jatuh temponya kurang dari satu tahun. Reksa dana ini relatif lebih aman dari pada reksadana lainnya, namun potensi keuntungannya relatif kecil, tapi sedikit di atas deposito.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana ini akan membuat dana dialokasikan ke produk obligasi minimal 80%. Potensi keuntungannya lebih tinggi dari pada reksadana pasar uang sebesar lebih dari 10% per tahun.

  • Reksa Dana Terproteksi

Reksa dana terproteksi akan menempatkan sebagian dana ke dalam instrumen obligasi. Reksa dana ini memiliki perlindungan 100% pada nilai pokok investasi jika dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

  • Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran mengalokasikan dana di berbagai instrumen keuangan, seperti deposito, obligasi dan saham. Karena dapat berinvestasi saham, reksa dana campuran ini menjadi lebih berisiko. Tetapi, potensi keuntungannya yang lebih tinggi daripada reksadana pendapatan tetap.

  • Reksa Dana Saham

Reksa dana ini akan menempatkan dana minimal 80% ke saham. Sehingga, potensi keuntunganya adalah yang paling besar daripada reksa dana yang lain. Sayangnya, nilai risikonya reksadana ini juga paling besar.

Investasi reksa dana itu ibarat menanam sebuah pohon, gak akan tumbuh besar hanya dalam waktu sehari, seminggu, atau setahun saja.

Tetapi Urbaners harus menunggu selama beberapa bahkan puluhan tahun untuk bisa menikmatinya. Bersabarlah, dan tetaplah berinvestasi demi menikmati masa pensiun yang indah. Jadi, selamat berinvestasi reksa dana!


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

6 Langkah Investasi yang Tepat Saat Ekonomi Lesu

ekonomi lesu

Dalam siklusnya, adanya kondisi ekonomi naik dan ekonomi lesu merupakan hal yang wajar dan gak bisa dihindari. Hal ini terjadi di berbagai negara di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia.

Lamanya siklus naik dan turun ini juga gak pasti, bisa saja kondisi ekonomi suatu negara mengalami penurunan selama beberapa tahun untuk kemudian bangkit lagi.

Contoh seperti yang terjadi di Indonesia adalah meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada tahun 2010-2012 yang relatif cukup tinggi dan pada tahun 2013 hingga sekarang cukup melambat.

Nah, efek dari lesunya ekonomi ini gak hanya berdampak pada sektor riil, tapi juga pada investor.

Namun demikian, Urbaners sebaiknya tetap tenang dan jangan panik. Kondisi seperti ini dialami oleh semua orang, karena yang terpenting adalah kita dapat melakukan langkah yang tepat untuk menyikapinya.

Berikut langkah yang dapat diambil saat ekonomi lesu:

a. Investasi pada sektor yang tepat

Dalam setiap siklus ekonomi, terdapat sektor yang sedang mengalami puncak maupun penurunan dan ada juga yang relatif stabil.

Bila pada masa pertumbuhan ekonomi tinggi beberapa tahun lalu yang didominasi oleh tingginya harga komoditas, maka kamu dapat berinvestasi pada saham berbasis komoditas.

Sementara pada saat ekonomi lesu, perhatikanlah sektor yang masih dapat bertumbuh.

Dengan demikian, kita tetap dapat menaruh dana di tempat yang tepat dan memberikan hasil yang relatif lebih baik dibanding dengan sektor lain

b. Investasi pada sektor yang permintaannya stabil

Selain mencari sektor yang bertumbuh, kamu juga dapat berinvestasi dengan lebih aman pada sektor yang relatif stabil.

Dalam hal ini, kita dapat memilih sektor konsumsi di mana orang-orang pasti memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun ekonomi sedang lesu sekalipun.

Walaupun permintaan mungkin juga tidak seramai biasanya, tapi paling tidak relatif lebih stabil dibanding dengan sektor lain

c. Memiliki exit strategy

Setelah memasukan dana untuk berinvestasi, jangan lupa untuk menentukan jalan keluar, yaitu saat kapan akan keluar menarik dana dari pasar.

Hal ini perlu ditetapkan di awal, karena tanpa perencanaan yang matang maka kita akan mudah kebingungan dan panik saat kondisi pasar berfluktuasi.

Bila salah menentukan exit strategi, bisa saja kita melewatkan potensi keuntungan yang akan datang atau bisa juga mengalami kerugian karena telat keluar dari pasar

d. Diversifikasi

Salah satu cara untuk meminimalisir risiko adalah dengan melakukan diversifikasi atau penyebaran aset. Sehingga bila salah satu aset mengalami penurunan, masih ada harapan aset lain mengalami kenaikan nilai.

Diversifikasi dilandasi dengan pertimbangan bahwa sebaik apapun kita melakukan analisis dan penghitungan, masih ada kemungkinan dan risiko untuk salah. Sehingga diperlukan diversifikasi untuk mengurangi risiko tersebut.

Diversifikasi dapat dilakukan dengan meletakan aset pada kelas yang berbeda, contohnya di emas dan saham atau reksa dana campuran dan saham. Bisa juga pada kelas yang sama dengan sektor yang berbeda. Misalnya, beli saham pada sektor perbankan dan konsumsi

e. Jangan khawatir namun siapkan perencanaan dengan matang

Ketika berinvestasi tentu ada kekhawatiran penurunan nilai aset sehingga timbul kerugian.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perencanaan yang matang mulai dari pembelian, berapa besar dana yang digunakan untuk investasi, diversifikasi, hingga exit strategy.

Sehingga Urbaners memiliki perencanaan yang baik dalam investasi dan dapat menjalankan dengan baik

f. Sabar dan tenang

Selain hal teknis, miliki pula karakter yang baik dalam berinvestasi. Sabar dan tenang merupakan cara untuk menjadi investor yang baik.

Tentu saja karakter ini juga diperlukan dalam kondisi ekonomi yang baik, namun lebih dibutuhkan lagi dalam kondisi ekonomi yang lesu.

Di mana pada kondisi ini, pesimisme dan kekhawatiran lebih mudah untuk muncul. Sehingga diperlukan kesabaran dalam menunggu kenaikan nilai aset dan juga ketenangan dalam mencermati berita dan data yang ada.

Ekonomi lesu harus dihadapi

Kondisi ekonomi lesu gak bisa dihindari dan kemampuan seorang investor dalam melalui kondisi tersebut akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilannya.

Bila berhasil melalui kondisi tersebut, maka saat ekonomi melaju kencang seorang investor lebih mudah untuk meraih keuntungan.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

5 Kiat Jitu Menjual Rumah yang Masih KPR

Menjual Rumah

Punya rumah idaman bisa dibilang impian setiap orang, terlebih yang sudah berkeluarga. Namun, kadang kita mau menjual rumah kembali dengan berbagai alasan.

Misalnya, mau pindah ke rumah yang memiliki konsep yang lebih modern dan minimalis, seperti rumah di area perumahan tertentu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peminatnya.

Sayangnya, biasanya harga rumah di area perumahan tertentu sudah cukup tinggi, sehingga tidak memungkinkan bila dilakukan pembayaran segera.

Peminat akan membutuhkan bantuan bank, untuk meminjamkan dana yang biasa dikenal dengan produk KPR bank.

Karena adanya kebutuhan manusia yang berbeda-beda tingkatannya, tidak sedikit dari orang yang sudah memiliki rumah KPR tersebut, harus menjual rumahnya.

Masalahnya, rumah yang hendak di jual ini masih berstatus kredit, walaupun sebenarnya, rumah tersebut sudah menjadi milik kita. Hanya saja, soal SHM (Sertifikat Hak Milik) ini yang masih dipegang oleh pihak bank sebagai jaminan.

Nah, bagaimana caranya jika kita yang memiliki rumah KPR akan menjual rumah tersebut? Simak lima tips berikut ini.

1. Hitung sisa tagihan kredit di bank

Rumah yang masih dalam status kredit KPR, tentunya harus membayar cicilan KPR nya di setiap bulan. Saat rumah akan dijual dan Urbaners masih berada dalam kewajiban untuk membayar cicilannya, coba untuk menghitung sisa tagihan kredit tersebut di bank terkait.

Menghitung sisa tagihan tersebut dapat memberikan informasi dalam bentuk jumlah kewajiban KPR yang harus dilunasi ke bank. Jika masih bingung, silakan bertanya pada pihak bank terkait mengenai perhitungan sisa kredit ini.

2. Melakukan penilaian uang atas nilai rumah

Menjual rumah tidak serta merta hanya menjual dan kita akan mendapatkan uang. Rumah yang dibeli secara KPR, akan memiliki penilaian uang yang berbeda, saat membeli dulu dengan keadaan saat ini.

Penilaian ini akan menentukan harga jual yang pantas untuk rumah KPR yang akan dijual. Calon pembeli dapat memperkirakan berapa kredit yang akan diberikan oleh pihak bank terkait.

3. Jelaskan soal status rumah kepada calon pembeli

Saat menjual rumah, sama halnya dengan menjual barang tertentu, bahwa kita harus jujur terutama soal status rumah yang akan dijual tersebut.

Beritahukan kepada calon pembeli rumah KPR bahwa status rumah tersebut masih terikat cicilan KPR dengan pihak bank. Dengan begitu, pembeli menjadi tahu bahwa rumah tersebut sertifikatnya masih di tangan bank.

4. Menjual rumah dengan oper kredit

Menjual rumah dengan cara ini umum dilakukan oleh penjual, agar pembeli melakukan oper kredit dengan dua pilihan sebagai berikut:

•    Mengambil alih KPR ke bank yang sama, berarti calon pembeli melanjutkan pinjaman di bank yang sama
•    Memindahkan KPR ke bank lain, berarti pembeli melanjutkan pinjamannya di bank yang berbeda

Pastikan saat cara oper kredit ini diakukan terhadap pembeli, pembeli harus menyerahkan uang muka terlebih dulu kepada kamu dan itu adalah keuntungan dari hasil menjual rumah tersebut.

5. Oper kredit pembeli bisa ditolak

Urbaners juga perlu memperhatikan bahwa menjual dengan oper kredit KPR bisa saja terjadi pembatalan karena pengajuan KPR oleh calon pembeli bisa saja tidak disetujui oleh bank. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor.

Kamu dapat menjual rumah KPR dengan beberapa cara. Jika ingin menjual rumah tersebut, kamu tidak membutuhkan dana untuk melunasi KPR sendiri, namun pastikan calon pembeli rumah tersebut yakin dan memiliki dana untuk melunasi KPR-nya.

Jika menjual melalui oper kredit, maka kamu tidak memerlukan dana untuk KPR, namun butuh waktu karena permohonan calon pembeli bisa ditolak. Pastikan Urbaners memahami semua prosedurnya.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.