7 Kebiasaan Khas Indonesia yang Bisa Bikin Kamu Kaya Raya

Gak perlu jauh-jauh untuk mengambil contoh bagaimana bisa menjadi miliarder. Beberapa kebiasaan khas Indonesia yang sudah menjadi budaya secara turun-menurun ini ternyata bisa buat kita jadi kaya raya.

Banyak yang berpikir bahwa para miliarder yang bergelimang harta selalu melakukan hal-hal mewah setiap hari. Akan tetapi, siapa sangka ternyata para orang super kaya tersebut memperkaya diri mereka dengan hal-hal sederhana namun positif yang mereka lakukan setiap hari?

Kebiasaan sehari-hari mereka juga ternyata gak beda jauh sama budaya asli Indonesia yang dekat dengan kita selama ini.

Setidaknya, ada beberapa kebiasaan sederhana khas Indonesia yang sesuai dengan gaya hidup sehari-hari para miliarder tersebut. Urbaners bisa menirunya untuk menuju kesuksesan. Berikut penjelasannya.

Jimpitan sebagai Dana Darurat

Kata “jimpit” berarti mengambil sesuatu yang hanya muat digenggam dengan dua jari. Kebiasaan ini berkembang di masyarakat pedesaan yang masih erat dengan budaya gotong royong.

Masyarakat akan meletakkan sejimpit beras atau uang yang jumlahnya telah disepakati bersama di luar rumah untuk kemudian dikumpulkan secara kolektif. Hasil penjualan beras atau pengumpulan uang bisa dimanfaatkan saat masyarakat menghadapi situasi yang tak terduga.

Jimpitan tidak hanya diperuntukkan sebagai dana darurat suatu masyarakat, tapi juga merekatkan keharmonisan antar anggota. Hal ini tentu membuat kita punya pegangan saat hal-hal darurat terjadi.

Arisan sebagai Modal Investasi

Aktivitas ini masih dengan mudah kita jumpai di lingkungan sekitar. Arisan adalah kegiatan menyetor sejumlah uang yang telah ditetapkan bersama oleh sejumlah orang, kemudian diundi siapa yang akan mendapatkannya dalam satu periode tertentu, biasanya satu bulan sekali. Hal ini terus berulang sampai semua orang mendapatkan arisan.

Arisan membuat kita mendapatkan uang yang jumlahnya besar dalam waktu singkat. Inilah alasannya kebiasaan arisan sangat cocok dengan anjuran untuk melakukan investasi. (Baca juga: 4 Cara Mudah untuk Memulai Investasi Properti dengan Gaji Pas-pasan)

Dalam setiap putaran arisan terdapat perputaran uang yang cukup besar. Jika cerdas memanfaatkan, uang tersebut bisa digunakan sebagai modal awal investasi. Kapan lagi kan dapat uang yang cukup banyak dalam waktu singkat?

Merantau dan Pantang Pulang Sebelum Sukses

Di Indonesia, kebiasaan merantau berkembang dari etnis Minangkabau. Pria Minangkabau yang berusia 20 tahun harus keluar dari daerah asal mereka dan mencari penghidupan di daerah lain.

Tradisi ini dikarenakan sistem matrilineal yang dianut masyarakat Minangkabau, sehingga kepemilikan aset lebih banyak dimiliki oleh kaum perempuan.

Kebiasaan keluar dari tempat kelahiran atau tempat dibesarkan memiliki banyak manfaat positif. Tak hanya membuka kesempatan yang lebih luas, merantau juga membuat kita menjadi pribadi yang tangguh.

Mereka akan bertahan di daerah orang sampai benar-benar sukses. Pulang ke kampung halaman saat keberhasilan belum di tangan, tabu dilakukan.

Walau terkesan angkuh dan arogan, kebiasaan ini justru meningkatkan motivasti untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai hasil yang diinginkan, yaitu sukses. Mengasosiasikan harga diri dengan kesuksesan akan membuat semangat berkobar untuk mengejar keberhasilan.

Mentraktir Teman Saat Kita Merayakan Sesuatu

Di luar negeri, di dalam merayakan sesuatu dan ingin mengundang teman-teman untuk makan bersama, maka tak perlu khawatir harus mengeluarkan uang. Orang Belanda dan Jepang contohnya, punya tradisi bayar sendiri untuk apa yang mereka makan meskipun dalam perayaan.

Kalau di Indonesia justru kebalikannya. Kalau mengundang berarti harus membayar yang diundang. Menurut Li Ka Shing, orang terkaya di Asia, kebiasaan menjamu orang akan mempermulus jalan keberhasilan.

(Baca juga: Mau Punya Mobil dan Apartemen Sendiri dalam 5 Tahun? Ikuti Tips ala Li Ka Shing Ini)

Dia bahkan dengan tegas mengatakan bahwa kita harus menyisihkan uang untuk menjamu mereka yang lebih kaya. Menurut Billy Boen, pengusaha muda asal Indonesia, menjamu orang juga akan memperluas jaringan. Dengan selalu berusaha menjadi orang yang “lebih” kita juga akan mendapatkan hal yang lebih.

Ajakan ala Ndak Edan

Kata-kata ndak edan datang dari Bahasa Jawa yang bisa diartikan dengan “nanti gila”. Celoteh ini kerap kita temui dalam kelakar percakapan sehari-hari masyarakat Jawa yang dikenal dengan sikapnya yang santai.

Di awal kalimat kamu bisa menambahkan ajakan apapun. Mulai dari “mangan sek, ndak edan” (makan dulu, nanti gila), “turu sek, ndak edan” (tidur dulu, nanti gila) dan ajakan-ajakan lainnya.

Kebiasaan ini jika ditilik lebih dalam adalah upaya menciptakan keseimbangan antara rutinitas profesional dan kehidupan pribadi.

Ajakan untuk melakukan sesuatu yang sederhana dan menghubungkannya dengan kegilaan menunjukkan pentingnya menjaga terlaksananya kegiatan domestik ditengah kesibukan pekerjaan.

Beli Properti dan Emas

Properti dan emas menjadi barang simpanan paling lazim bagi orang Indonesia. Jika punya uang sedikit, mereka mengumpulkan emas. Jika punya banyak uang, maka rumah atau apartemen yang jadi pilihan. Kepemilikan rumah atau apartemen, serta perhiasan membuat seseorang merasa lebih aman.

(Baca juga: Tips Meraup Untung dari Bisnis Sewa Properti)

Walau didasarkan pada kebiasaan, tapi menggunakan uang lebih untuk membeli properti dan emas sebenarnya merupakan tindakan yang cerdik. Harga properti dan emas yang stabil bahkan cenderung naik akan melipatgandakan nilai investasi dalam hitungan tahun.

Keprihatinan

Perilaku prihatin adalah kebiasaan yang kerap dilakukan orang Indonesia jika ingin mencapai sesuatu. Inti dari aktivitas ini adalah menyingkirkan diri dari segala hal yang bisa mendistraksimu dalam berusaha.

Gak jarang orang akan berpuasa, makan sederhana tidur di lantai demi membuat dirinya tak nyaman. Baru setelah tujuan tercapai segala kenyamanan bisa dirasakan kembali.

Anak muda Indonesia yang ingin berhasil perlu kembali mengingat kebiasaan yang satu ini. Ditengah jam kerja deh contohnya, akan oke banget jika kita bisa menahan diri untuk tidak membuka situs jejaring sosial. Kamu ingin berprestasi dalam pekerjaan kan? Prihatin dulu, tahan diri.

Itu tadi kebiasaan khas Indonesia yang sering dianggap remeh tapi sebenarnya bisa membuatmu kaya. Kamu gak perlu ragu lagi untuk menerapkannya dalam kehidupanmu sehari-hari.

5 Tanda Kamu Sudah Berada di Jalan yang Tepat untuk Menjadi Orang Kaya

Sama seperti kita, orang-orang yang sekarang sudah sukses secara finansial memulai perjuangan mereka dari bawah. Pundi-pundi kekayaannya tak jatuh begitu saja dari angkasa, namun diperoleh dengan keringat dan kerja keras.

Nah, karena sudah bekerja keras, mereka gak mau begitu saja kehilangan harta yang sudah susah-payah mereka kumpulkan. Mereka selalu bertindak waspada dengan hartanya.

Intinya, bukan perkara banyak atau sedikit uang atau gajimu, tapi berapa banyak yang bisa kamu tabung buat investasi. Contohnya saja, Warren Buffett–salah satu yang paling berpengaruh di dunia bisnis Amerika dulunya gak punya apa-apa–tapi kemudian dia bisa mengumpulkan 1,4 juta dollar AS di usia 26 tahun.

Tanda-tanda kemungkinan Urbaners untuk jadi orang kaya seperti mereka bisa diukur dengan kesamaan antara kamu dan orang yang sudah terbukti kaya raya dalam menjalani menjalani roda kehidupan, serta cara berpikir dalam mencari dan menginvestasikan uangmu.

Nah, kali ini UrbanLife.id mau kasih kamu lima tanda kalau kamu sudah berada di jalan yang tepat untuk menjadi orang kaya seperti mereka.

Bisa Memisahkan Antara Keinginan dan Kebutuhan

Sebagai manusia, amat wajar jika kita memiliki keinginan yang rasanya butuh untuk dipuaskan. Ingin membeli lipstik baru, walaupun masih banyak stok yang lama. Ingin belanja baju, walau masih banyak baju yang amat layak pakai di lemari. Ingin ganti gadget yang lebih canggih, meski gadget yang sekarang juga masih memadai.

Penting untuk memiliki kesadaran diri dan mengetahui mana hal yang sebenarnya merupakan keinginan dan mana yang benar-benar sebuah kebutuhan. Saat kamu sudah cukup peka untuk membedakan keinginan dan kebutuhan, kamu pun akan mampu mengelola gaji berdasarkan prioritas yang perlu kamu capai terlebih dahulu.

(Baca juga: 8 Cara Bijak Kelola Gaji Bulanan Agar Rasa Lelahmu Bekerja Gak Ludes Tanpa Makna)

Bisa memisahkan antara keinginan dan kebutuhan membuatmu jadi manusia yang punya tujuan jelas. Kamu pun tak akan kesulitan menyusun siasat demi mencapai target pencapaian untuk menjadi orang kaya sesuai yang direncanakan.

Selalu Memiliki Rencana

Semuanya sebaiknya dimulai dari sebuah rencana sederhana. Tak masalah berangkat dari kalangan apa pun, yang penting kita perlu memiliki banyak gagasan serta bekerja keras dalam merealisasikannya.

Setelah itu, kita perlu menentukan target, berapa jumlah harta yang diinginkan dan bagaimana mencapainya dalam rentang waktu tertentu.

Misalnya, kita berniat untuk menginvestasikan uang sebesar Rp 14 juta ketika berusia 20 tahun. Pada saat sudah berusia 60 tahun, dana investasi tersebut sudah tumbuh menjadi sekitar Rp 300 juta—dengan asumsi tingkat bunga sebesar 8 persen per tahun.

Namun, jika kamu baru mulai berinvestasi pada usia 50 tahun sebesar Rp 140 juta—atau sepuluh kali lipat dari jumlah investasi di atas, maka dana tersebut hanya tumbuh menjadi Rp 295-an juta atau di bawah hasil investasi di atas.

Memiliki Utang Produktif

Bagi sebagian orang, sulit hidup tanpa utang, baik itu utang kepada teman, mertua, maupun utang kepada pegadaian atau bank. Pemanfaatan utang juga bermacam-macam. Ada yang berutang untuk membeli rumah, apartemen, mobil, bahkan berjalan-jalan ke luar negeri.

Secara umum, utang dibagi menjadi dua kelompok besar. Utang produktif dan utang tidak produktif atau konsumtif. Utang produktif biasanya digunakan untuk berinvestasi. Utang itu digunakan untuk meningkatkan kekayaan.

Contoh utang produktif adalah kita berutang kepada pengembang properti untuk membeli unit apartemen yang nantinya akan kita sewakan. Unit yang disewakan ini nanti nilainya akan meningkat. Di sisi lain, sebagian hasil penyewaan dapat digunakan untuk membayar kembali utang kepada pengembang.

(Baca juga: Tips Meraup Untung dari Bisnis Sewa Properti)

Sementara utang konsumtif hanya digunakan untuk membeli barang konsumsi, seperti mobil dan rumah mewah. Oleh karena itu, jika kita ingin bertambah kaya, sebaiknya kita dapat menjaga rasio utang dari dua jenis ini dalam tingkatan yang baik.

Memiliki Dana Cadangan

Kenyataan yang ada di depan mata terkadang tak semulus rencana yang sudah tersusun rapi di agenda. Ada plot twist yang kerap membuat kita terpaksa mengubah rencana, menyesuaikannya dengan kondisi yang ada.

Kalau kamu ingin mapan secara finansial sedari muda, dana cadangan adalah hal yang wajib dimiliki. Sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan bulanan ke rekening dana cadangan. Punya dana cadangan membuatmu tak lagi harus kelabakan mencari pinjaman saat kejutan-kejutan hidup datang tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Giat dengan Pekerjaan yang Kamu Lakoni

Mengabdikan diri pada pekerjaan bergaji besar memang tampak menjanjikan. Tapi bagaimana jika pekerjaan bergaji besar itu tak sesuai dengan ketertarikan pribadimu?

Akankah Urbaners bertahan, atau memilih mencari pekerjaan lain yang lebih bisa kamu nikmati? Walau semua keputusan akhirnya kembali ke tanganmu, tapi UrbanLife.id menyarankan untuk mengikuti kata hati dalam memilih profesi.

(Baca juga: Mau Kerja Tanpa “Ngantor”? 8 Profesi dengan Bayaran Tinggi Ini Mungkin Bisa Jadi Inspirasi Buatmu)

Bekerja di bidang yang kamu suka akan membuatmu lebih bersemangat dan punya visi yang jelas. Bidang pekerjaan yang bisa kamu lakoni dengan hati tak hanya memberimu gaji, ia juga bisa memberikan kepuasan yang uang sebesar apapun tak akan mampu beli.

Menggiati sebuah profesi sepenuh hati akan membuatmu terlihat berdedikasi. Promosi jabatan dan kenaikan gaji juga bisa kamu dapatkan lebih cepat dalam bidang pekerjaan macam ini.

 

Mau Kaya di Usia Muda? 5 Film yang Ajarkan Cara Kumpulkan Uang Ini Wajib Masuk dalam Daftar Tontonanmu!

Siapa sih yang gak ingin kaya di usia muda? Banyak orang yang menginginkannya. Yup, bisa punya banyak uang memang bukan sekadar angan. Asalkan mau berusaha dan bekerja keras, keinginan itu besar kemungkinan bisa diwujudkan.

Tapi, tunggu dulu. Bekerja keras dan terus berusaha bukan satu-satunya persyaratan untuk jadi kaya. Selain itu, Urbaners pun harus memenuhi persyaratan lainnya, yaitu lihai dalam mengumpulkan uang.

Kebutuhanmu memang harus dipenuhi, tapi perkara berhemat dan menabung juga wajib dilakoni. Nah, gimana sih cara kumpulkan uang yang sebaiknya kita jalankan? Yuk, contek caranya dari film-film berikut ini!

Jerry Maguire

Jerry Maguire

Film komedi drama romantis yang dirilis pada tahun 1996 ini dibintangi oleh Tom Cruise (sebagai Jerry Maguire), Cuba Gooding Jr. (sebagai Rod Tidwell) dan Renée Zellweger (sebagai Dorothy Boyd). Film ini menjelaskan bahwa bisnis tidak pernah sepenuhnya sekedar “bisnis”. Didalam mengelola keuangan, ternyata banyak faktor perasaan yang mempengaruhi investasi yang dilakukan Jerry di dalam bisnis barunya tersebut.

(Baca juga: Ini 5 Bisnis Sampingan yang Bisa Urbaners Lakukan Saat “Weekend”)

Walaupun pada akhirnya Jerry menjadi teman baik Rod dan suami Dorothy, film ini mengajarkan agar tidak memanfaatkan hubungan perasaan tersebut untuk sekedar meningkatkan nilai investasi yang kita lakukan serta tetap mengatur tabungan pribadi dan bisnis secara terpisah.

Big Fish

Big Fish

Mengisahkan tentang Edward Bloom, seorang veteran perang yang mengejar cinta dan meraih kesuksesan dengan menjalani berbagai karir dan bisnis, film ini sangat direkomendasikan oleh UrbanLife.id untuk Urbaners tonton.

Cukup apik dengan prolog di sepanjang film, kita diajarkan melalui cerita kegigihan seseorang yang cukup visioner dalam merencanakan masa depan finansialnya. Mulai dari keberhasilan Edward menjadi tenaga sales dengan penjualan terbanyak, seorang investor properti dan membangun bisnis, hingga rela berbagi untuk masyarakat.

Uang digambarkan sebagai sesuatu yang mudah didapatkan, asalkan kita gigih dan mau bekerja keras dalam meraihnya.

The Pursuit of Happyness

The Pursuit of Happyness

Film ini diangkat dari memoar dengan judul yang sama, yang dibuat oleh seorang investor, broker saham, motivator, penulis dan filantropis Chris Gardner. Dirilis pada tahun 2006, film ini dibintangi oleh Will Smith sebagai Chris dan Jaden Smith sebagai anak Chris, Christopher Jr.

Sebagai seorang salesman, Chris menginvestasikan seluruh tabungannya untuk membeli scanner kepadatan tulang. Namun demikian, keuntungan yang didapatkan dari penjualan scanner ini ternyata tidak sebesar yang diharapkannya.

Di sisi lain, kebutuhan yang dihadapi oleh Chris dan anaknya untuk hidup sehari-hari justru semakin meningkat. Chris akhirnya mencoba untuk magang di sebuah perusahaan sebagai broker.

(Baca juga: Urbaners Mau Beli Apartemen Lewat Broker? Ajukan Dulu Pertanyaan Ini)

Dengan hasil kerjanya yang baik, Chris diterima untuk bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut. Dari saat itulah, kondisi keuangan Chris perlahan-lahan semakin membaik dan bisa untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan anaknya.

Film ini menjelaskan bahwa kita tetap harus memiliki cadangan dana sebagai bagian dari rencana keuangan. Dalam contoh Chris, dirinya menghabiskan seluruh tabungannya untuk berinvestasi tanpa memiliki dana cadangan.

Akibatnya, Chris mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya ketika investasi tersebut tidak menghasilkan keuntungan seperti yang sebelumnya diperkirakannya.

Wall Street

Wall Street

Bagi para penggemar film tentang keuangan, judul yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Film ini dirilis pada tahun 1987 dan dibintangi oleh nama-nama besar seperti Michael Douglas (sebagai Gordon Gekko), Charlie Sheen (sebagai Bud Fox) dan Daryl Hannah (sebagai Darien Taylor).

Bud bekerja sebagai seorang broker saham junior di Jackson Steinem & Co. Dia mengidolakan Gekko, seorang legenda di Wall Street. Dengan berbagai cara dan pendekatan, Bud akhirnya berhasil meyakinkan Gekko untuk memberikan kepercayaanya kepada Bud untuk mengelola sebagian sahamnya. 

Bud mendapatkan keuntungan besar dari kerjasamanya untuk menyediakan informasi dari dalam perusahaannya untuk Gekko. Bahkan, Gekko mengenalkan Bud kepada seorang perempuan—yang kelak menjadi pacarnya—bernama Darien, seorang dekorator interior.

Namun demikian, keberuntungan yang dihasilkannya dari kemitraan dengan Gekko ini ternyata memancing perhatian dari Komisi Pertukaran Nilai Mata Uang dan Sekuritas AS (Securities and Exchange Commission). Film ini menjelaskan tentang dampak yang bisa ditimbulkan dari kecurangan yang dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan besar dalam jangka pendek.

Di sisi lain, film ini juga mengajarkan bahwa kekayaan sebenarnya perlu diraih dengan menabung secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Wall Street: Money Never Sleeps

Wall Street: Money Never Sleeps

Dirilis pada tahun 2010, film ini merupakan lanjutan dari Wall Street di atas. Masih dibintangi oleh Michael Douglas (sebagai Gordon Gekko) dan pemain muda Shia LaBeouf (sebagai Jacob “Jake” Moore), film ini bercerita tentang kehidupan Gekko setelah keluar dari penjara—sebuah hukuman akibat melakukan kecurangan yang terjadi di film sebelumnya.

Gekko meluncurkan sebuah buku yang berjudul Is Greed Good? (Apakah Serakah Itu Baik?) sebagai sebuah peringatan mengenai krisis ekonomi yang akan datang. Di sisi lain, anak perempuan Gekko mengencani seorang pedagang produk-produk investasi, seperti saham, obligasi dan komoditas, bernama Jake.

(Baca juga: 4 Cara Mudah untuk Memulai Investasi Properti dengan Gaji Pas-pasan)

Setelah perusahaan tempat Jake bekerja hancur secara finansial, Gekko menawarkan kerjasama dengan Jake untuk membalas dendam kepada orang yang dianggapnya menyebabkan kehancuran perusahaannya dan sebagai gantinya, Jake harus membantu Gekko untuk memperbaiki hubungannya dengan anak perempuannya yang dikencani Jake tersebut.

Film ini membahas kehidupan lain dari Gekko sebagai seorang pengusaha produk keuangan yang berkali-kali menyalahgunakan kepercayaan yang dimilikinya, seperti menggunakan dana simpanan milik anak perempuannya untuk mendapatkan keuntungan finansial.

Namun, Gekko akhirnya berusaha memperbaiki kerusakan tersebut setelah menyadari bahwa keluarga merupakan sebuah kekyaan yang sangat berharga bagi dirinya. Secara implisit, film ini mengajarkan kita untuk tidak mencampurkan bisnis dengan tabungan keluarga.

5 Jenis “Kecanduan” yang Justru Bisa Bikin Kaya dan Mapan Sebelum Umur 30-an

Kecanduan memang identik dengan hal-hal yang negatif seperti kecanduan bermain game, internet dan lainnya. Biasanya, si pecandu merasa lupa dengan dunia nyata di sekitar mereka karena terlalu asyik dengan kegiatan yang mereka sukai.

Namun, ada beberapa kecanduan yang justru bisa bikin kaya raya dan membuatmu dapat meraih kemapanan di usia muda. Syaratnya, beberapa kecanduan ini harus dilakukan secara benar dan konsisten.

Percaya deh, nantinya akan membawa kebaikan bagi perkembangan finansial Urbaners. Penasaran kan, apa aja sih kecanduannya?

Kecanduan Main Game

Mungkin beberapa dari kamu belum menyadari bahwa saat ini hobi main game bisa bikin kaya raya. Yup, sekarang banyak sekali orang yang menghasilkan banyak uang dari kecanduan gaming. Berbagai game seperti DOTA, Point Blank dan lainnya sering mengadakan kompetisi kelas dunia.

(Baca juga: Suka Main Pokémon Go? Inilah 5 Efek Positif yang Bisa Kamu Dapatkan!)

Para peserta yang ikut kompetisi pun berkesempatan mendapatkan hadiah hingga jutaan dollar AS! Bukan cuma itu, bahkan saat ini gaming dijadikan profesi karena bisa mendatangkan banyak sponsor.

Kecanduan Berolahraga

Banyak orang terutama laki-laki menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berolahraga. Kalau benar-benar diarahkan dengan baik, kecanduan berolahraga bisa menghasilkan banyak uang. Lihat saja, betapa kayanya atlet-atlet basket dan sepakbola di dunia.

Penghasilkan mereka bahkan banyak yang setara dengan para pengusaha papan atas. Hal ini membuktikan bahwa kecanduan olahraga bisa bikin kaya raya.

Kecanduan Memasak

Memasak bisa dibilang merupakan salah satu keterampilan yang dimiliki mayoritas ibu rumah tangga dimanapun. Keterampilan yang satu ini ketika dijadikan hobi dan kecanduan yang positif maka bisa menjadi bisnis besar.

(Baca juga: Ini 5 Bisnis Sampingan yang Bisa Urbaners Lakukan Saat “Weekend”)

Apabila masakan yang diolah ibu rumah tangga memiliki rasa yang enak dan khas, maka potensi untuk mengembangkan dan menjual makanan tersebut ke khalayak luas sangat terbuka. Saat ini, tidak sedikit ibu rumah tangga yang beralih menjadi celebrity chef dan pastinya memiliki pendapatan yang besar.

Kecanduan Bermusik

Bagi kamu yang sangat mencintai musik dan senang sekali memainkan alat musik, manfaatkan keahlian dan passion kamu tersebut. Kamu bisa menjadi seorang penyanyi, pemain band atau pengarang lagu yang bisa menghasilkan uang.

Kecanduan Berinvestasi dan Trading Saham

Kalau ini untuk kamu yang suka berhitung, menganalisa, dan berani mengambil risiko. Berinvestasi dan trading terkadang bisa membuat orang kecanduan, apalagi kalau sudah merasakan keuntungan yang didapatkannya.

(Baca juga: 4 Cara Mudah untuk Memulai Investasi Properti dengan Gaji Pas-pasan)

Kalau sudah begini, kamu harus mengontrol kecanduan tersebut dengan kemampuan menganalisa pasar dengan baik. Bukan tidak mungkin uang miliaran rupiah bisa didapatkan, terutama dari berinvestasi di properti, atau trading di pasar saham, forex dan berbagai instrumen pasar modal lainnya.

6 Tips Dekorasi Bertema “Superhero” yang Dapat Membuat Apartemenmu Tampak Unik dan Berbeda

Ngomongin soal superhero, Urbaners pasti punya pahlawan idola saat kecil. Dengan kemampuan super dan gadget keren mereka mudah menerjang lawan-lawannya.

Dari beberapa tokoh komik yang populer saat ini, superhero tak hanya memiliki kekuatan hebat untuk menumpas kejahatan, mereka juga kadang memiliki harta berlebih bahkan bisa dibilang masuk dalam kelompok orang super tajir dengan apartemen mewahnya.

Ambil contoh, misalnya Batman. Tokoh yang satu ini memang dikenal sebagai miliarder sukses yang menjalankan Wayne Enterprises–sebuah perusahaan paling berpengaruh di Gotham City. Forbes menganalisis kekayaan Bruce Wayne mencapai 9,2 miliar dollar AS.

Nah, buat kamu yang terinspirasi oleh kehidupan mereka, kenapa tak mencoba mendekorasi apartemen bertema superhero?

Kamu juga dapat mendekorasi beberapa sudut ruangan saja seperti kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi dan ruangan lainnya. Yuk, simak beberapa ide dari UrbanLife.id yang dilansir berdasarkan berbagai sumber berikut ini!

Warna Cat Sesuai Karakter Superhero

Warna Cat Sesuai Karakter Superhero
FOTO: gidivigo.com

Cara pertama yang dilakukan untuk membuat apartemen bertema superhero adalah dengan mengecatnya sesuai dengan warna karakter tersebut. (Baca juga: Siapa Bilang Apartemen Mungil Itu Gak Keren? Ini 5 Keuntungan Tinggal di Dalamnya)

Kamu bisa memilih warna-warna cat sesuai karakter. Sebagai tambahan, kamu juga bisa menggunakan poster atau wall sticker sesuai dengan tokoh yang disukai.

Lemari dengan Aksen Superhero

FOTO: dudemom.com
FOTO: dudemom.com

Jika saat ini di apartemenmu sudah ada lemari yang polos, beli saja bahan bercorak kartun superhero lalu tempelkan di masing-masing laci lemari. Cat lemari dengan warna merah dan biru untuk menyelaraskan tema.

Komik untuk Membungkus Sakelar Lampu

FOTO: superheroraising.blogspot.com
FOTO: superheroraising.blogspot.com

Cari koleksi komik bekas berisikan karakter superhero untuk membungkus sakelar lampu di apartemenmu. (Baca juga: Tips Beli Apartemen untuk Investor Muda)

Jika saat ini sulit mencari komik-komik tersebut, gunakan pembungkus kado bergambar karakter superhero yang banyak dijual di toko buku. Gunting sesuai bentuk sakelar atau steker listrik, lalu rekatkan menggunakan double tape.

Tempat Sepatu untuk Menyimpan Mainan

FOTO: organizeyourstuffnow.com
FOTO: organizeyourstuffnow.com

Jika selama ini banyak mainan karakter superhero yang berserakan di apartemen, gunakan tempat sepatu gantung untuk menyimpan mainan-mainan tersebut. Selain masing-masing karakter akan terlihat jelas dan memperkuat tema superhero di apartemenmu.

Gantungkan Topeng Superhero

FOTO: bollingwith5.blogspot.com
FOTO: bollingwith5.blogspot.com

Topeng karakter superhero banyak dijual di toko mainan. (Baca juga: Suka Main Pokémon Go? Inilah 5 Efek Positif yang Bisa Kamu Dapatkan!)

Jika Urbaners senang mengoleksinya, pajang topeng-topeng tersebut dengan menggantungkannya di atas lemari atau di atas pintu masuk.

Sarung Bantal Karakter Superhero

FOTO: etsy.com
FOTO: etsy.com

Sentuhan terakhir untuk mentransformasi apartemenmu menjadi bertema superhero adalah dengan mengganti sarung-sarung bantal dengan sarung bermotif karakter superhero. Sarung bantal seperti ini bisa dipesan khusus ke penjahit langganan atau membeli di toko yang menjual perlengkapan kamar tidur.

Jangan Buru-buru Pindah Kerja Hanya karena Dapat Tawaran Gaji Lebih Tinggi, Pertimbangkan Dulu Deh 6 Hal Ini!

Kamu sudah menemukan pekerjaan atau karir impianmu belum?

Beberapa dari kita memang memiliki jalan yang berbeda-beda. Ada yang langsung diterima di perusahaan yang telah lama diincarnya, namun ada pula yang masih mencari–cari ide bisnis dan berniat untuk jadi pengusaha sukses.

Bahkan, sebagian anak muda ada yang stuck sama pekerjaan pertamanya dan sedang berpikir mau lanjut atau get out. Namun ternyata, selain gaji, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pertimbangkan sebelum pindah kerja. Simak selengkapnya dalam infografis di bawah ini.

Jangan Buru-buru Pindah Kerja_URBANLIFE-02

Dear Kamu yang Introvert, Cobain Tips Ini supaya Cepat Betah di Kantor Baru

Buat kamu yang introvert, hari-hari pertama di kantor baru pasti membuatmu gugup dan gak percaya diri. Rasanya kayak jadi anak baru di sekolah.

Semua orang sudah memiliki rutinitasnya sendiri, teman-temannya sendiri, bahkan tempat menghabiskan waktu istirahat makan siang mereka. Padahal, kamu masih meraba-raba budaya dan cara kerja di kantor barumu.

Tapi kamu gak harus jadi bak anak ayam kehilangan induknya. Coba deh ingat, semua orang yang introvert di kantor barumu juga pernah jadi newbie dan toh mereka sukses melakukannya. Pasti kamu bisa kok melakukannya juga.

Sementara Urbaners masih belajar, ada baiknya juga jika kamu mengikuti beberapa saran UrbanLife.id di bawah ini. Semoga membantumu, ya!

Datang ke Kantor Lebih Awal

Nah, di hari pertama bekerja, kamu bisa datang ke kantor lebih awal. Datang lebih awal dari waktu yang diminta akan membuat kesan pertama kamu di kantor gak buruk. Kamu jadi bisa “menginvestigasi” lingkungan sekitar kantor.

(Baca juga: Mau Kerja Tanpa “Ngantor”? 8 Profesi dengan Bayaran Tinggi Ini Mungkin Bisa Jadi Inspirasi Buatmu)

Jika kamu datang terlalu pagi, kamu jadi bisa sarapan di dekat kantor. Kamu pun tahu interior kantor barumu, sehingga gak perlu “kesasar” kalau mau ke kamar mandi atau kafetaria.

Bawa Camilan Sederhana untuk Dibagi

Jika kamu gugup untuk berinteraksi dengan orang baru, sebaiknya kamu mulai dengan menghafal nama dan posisi duduk mereka. Lalu, mulailah dengan menyapa dan pembicaraan kecil di sela-sela pekerjaan.

Selain itu, ketika jam istirahat tiba, membaurlah dengan beberapa orang dan mulailah dengan percakapan ringan agar kamu juga lebih mudah untuk membangun hubungan antar teman kerja.

Membawa bekal dari rumah berupa kue atau camilan juga bisa membantumu untuk berkenalan dengan orang-orang baru di kantor. Berbagi makanan sekaligus berkenalan merupakan dua poin tambahan, bukan?

Jaga Meja Kerjamu agar Tetap Bersih

Kebersihan meja kerja juga menjadi faktor utama agar hari pertamamu di kantor berjalan dengan baik. Hanya karena kamu memiliki jam baru yang sibuk, bukan berarti kamu tidak memperhatikan kebersihan meja kerja, kan?

(Baca juga: Untuk Kamu yang Sibuk, Ikuti Kebiasaan Simpel Ini agar Hidup Tetap Sehat)

Meja kerja yang bersih akan membuatmu lebih nyaman mengerjakan pekerjaan. Teman-teman sekitarmu juga gak akan berpikir bahwa kamu adalah orang yang jorok, sehingga mereka juga tidak segan untuk menghampiri dan melanjutkan perkenalan yang sudah kamu buat ketika jam istirahat tadi.

Lakukan Hal yang Kamu Sukai untuk Mengurangi Rasa Gugup

Ketika terus-terusan merasa gugup, kamu bisa menghabiskan waktu dengan menikmati hal yang disukai. Seperti misalnya, mendengarkan lagu favorit, membaca buku atau chatting dengan teman. Namun, jangan lupa menyelesaikan pekerjaan kamu tepat pada waktunya.

Berpartisipasilah agar Dihargai

Mungkin kamu adalah anak baru di kantor. Akan tetapi, kamu juga bisa berbagi ide atau saran ketika bekerja. Partisipasi ini penting agar bisa dihargai di kantor.

(Baca juga: 7 Tips Buat Urbaners yang Mau “Resign” dari Kerja Kantoran dan Memulai Bisnis Sendiri)

Jika di hari pertama kamu hanya duduk di bilikmu, berharap seseorang akan berbicara padamu, maka kamu akan keluar dari radar “pergaulan” kantor. Bukan berarti kamu harus bolak-balik dari satu meja ke meja lainnya dan bertingkah seperti orang sok kenal, padahal baru kali itu kalian kenal.

Kamu bisa memulainya dengan mengamati bagaimana kebudayaan dan kebiasaan dari perusahaan baru. Tujuannya, nanti kamu bisa cepat beradaptasi dengan baik dan meminimalisir kemungkinan salah bicara saat berdiskusi dan berbagi ide.

Kiat Sukses Memiliki Apartemen di Usia 20-an, Tanpa Mengandalkan KPA dari Bank

Di usia 20-an, sudah bukan waktunya lagi kita menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang mewah dan pergi nongkrong setiap hari demi gengsi.

Meski masih muda, inilah saatnya Urbaners mulai menabung untuk kehidupan yang lebih mapan. Salah satu hal yang perlu kita persiapkan dari sekarang adalah modal untuk membeli dan memiliki apartemen sendiri.

Umumnya, untuk punya apartemen sendiri, kita perlu mencicil ke bank lewat skema KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). Tapi, syarat mengajukan KPA itu bukan main banyaknya.

Apalagi, sebagai anak muda pada umumnya, pendapatan kita masih belum seberapa. Bank manapun akan sulit menyetujui permohonan kita jika kita mengajukan aplikasi KPA sekarang.

Namun, jangan berkecil hati. Kita tetap bisa mencicil apartemen impianmu sejak dini. Syaratnya pun gak ribet dan modal utamanya hanyalah niat serta kejujuran hati. Sudah siap mendengar langkah-langkahnya.

Mulai Saat Ini, 20 Persen dari Pendapatanmu Harus Disimpan dan Tak Boleh Digunakan

Tahukah Urbaners bagaimana orangtua bisa mendidikmu hingga perguruan tinggi? Disiplin menabung! Jika saja kedua mereka hanya berpikir tentang cara memenuhi gengsi saja, uang yang mereka terima telah habis dari dahulu.

(Baca juga: 5 Alasan Mengapa Perempuan Harus Menabung Lebih Banyak daripada Laki-laki)

Sebesar atau sekecil apapun tabunganmu nanti, hendaknya kamu dapat menyisihkan sebesar 20 persen dari nominal gaji bulanan. Kamu dapat menabungnya ke bank dengan rekening khusus dan tidak akan kamu campur dengan rekening untuk biaya hidup atau pengeluaran harian.

Bila perlu, jangan buatkan ATM untuk rekening khususmu itu. Selain ditabung, kamu juga dapat memilih skema deposito dan investasi lainnya.

Kumpulkan Uang Tabungan secara Disiplin, Sampai Kamu Menemukan Besaran DP Apartemen yang Nilainya Sesuai dengan Simpananmu Itu

Jika tabunganmu sudah dapat dikatakan cukup untuk membayar uang muka atau down payment (DP), segera survei bursa properti untuk menemukan apartemen yang sesuai dengan nilai simpananmu itu.

Carilah lokasi yang bebas banjir dan memiliki prospek cerah. Misalnya saja, strategis dan dekat dengan jalan raya. Bila memungkinkan, cari juga yang dekat dengan kampus besar atau pusat perbelanjaan, sehingga harga tawarnya akan jauh lebih tinggi ketika dijual kembali.

Manfaatkan Kredit In-House yang Ditawarkan oleh Pengembang

Perlu diketahui, sebenarnya KPA dari bank bukan satu-satunya solusi untuk mendapatkan apartemen secara kredit. Selain fasilitas itu, masih ada fasilitas lain yang bisa kamu manfaatkan, yaitu sistem kredit yang ditawarkan langsung oleh pengembangnya, atau biasa disebut kredit in-house—dimana pembeli langsung berutang kepada pengembang.

(Baca juga: 6 Langkah yang Perlu Diperhatikan dalam Membeli Apartemen “Over” Kredit)

Di sini pengembang akan berperan persis seperti bank. Namun, biasanya jangka waktu kredit yang ditawarkan tidak terlalu panjang.

Pengajuan Kredit In-House Disetujui Hanya Setengah dari Perjuangan, Selanjutnya Kamu Harus Disiplin dalam Membayar Cicilan Bulanan

Ketika pengajuan kredit in-house sudah disetujui, jangan sampai merasa terlalu bahagia. Masih ada cicilan per bulan yang harus kamu bayarkan. Jangan sampai pengelolaan keuanganmu jadi kendor dan kamu jadi ringan membeli aneka benda keinginan.

Pasalnya, jika Urbaners gagal melunasinya, bisa-bisa unit apartemenmu disita. Maka sebelum itu terjadi, prioritaskan dahulu pelunasan cicilan apartemenmu.

Gunakan Semangat Mencicil Kredit Apartemen demi Meningkatkan Karir, Naik Gaji Layak Jadi Pilihanmu

Siapa juga yang mau gajinya tiap bulan malah habis buat cicilan. Urbaners pastinya berharap gaji kamu itu selalu bertambah besar. Caranya dengan peningkatan karir. Cari dan temukanlah pekerjaan yang secara rasional memberikan peningkatan kemampuanmu secara finansial dalam membeli apartemen.

(Baca juga: Mau Kerja Tanpa “Ngantor”? 8 Profesi dengan Bayaran Tinggi Ini Mungkin Bisa Jadi Inspirasi Buatmu)

Agar langkahmu bisa berjalan sukses, kamu harus mengiringi peningkatan penghasilan dengan kontrol diri yang baik. Selain niat, kamu harus jujur dan tidak mudah tergoda membeli hal-hal yang sifatnya hanya gaya hidup. Jangan terburu-buru bilang tidak bisa. Ayo, coba dari sekarang!

Mau Punya Mobil dan Apartemen Sendiri dalam 5 Tahun? Ikuti Tips Ini

Mobil dan apartemen sendiri merupakan kebutuhan utama masyarakat urban saat ini. Namun, untuk memiliki dua hal tersebut bukanlah perkara mudah. Ini sangat tergantung hitungan keuangan dan pendapatan, sebab harga keduanya terus naik dan cukup mahal.

Memiliki mobil dan apartemen bukan saja soal memenuhi kebutuhan, tapi juga soal pencapaian kemandirian. Namun demikian, banyak orang yang merasa kesulitan karena gaji yang dirasa kecil dan sulit untuk menabung.

Padahal asalkan Urbaners punya tekad kuat, banyak cara bisa dipilih untuk mewujudkan impian memiliki mobil dan apartemen sendiri. Li Ka Shing, orang terkaya di Asia yang memiliki kekayaan lebih dari 31 miliar dolar AS, memberikan tips agar kita bisa membeli mobil dan tempat tinggal sendiri dalam lima tahun bekerja. Disarikan oleh UrbanLife.id dari berbagai sumber, berikut tipsnya.

Alokasikan 30 Persen Gajimu sebagai Anggaran Biaya Hidupmu

Sudah termasuk biaya transportasi dan makan, alokasikan 30 persen penghasilanmu untuk makan. Misalnya, gaji kamu sebesar Rp 4 juta, maka kamu bisa mengalokasikan sebagian penghasilanmu untuk pos ini sebesar Rp 1,2 juta per bulan. Anggaran itu untuk memenuhi kebutuhan makan secara sederhana.

(Baca juga: 5 Tips Biar Bisa Makan Banyak, tapi Tetap Langsing)

Pagi hari makanlah nasi, telur dan segelas susu. Makan siangnya juga sederhana saja, bisa ditambah makanan ringan dan buah. Biasakan memasak sendiri makan malammu, terdiri dari dua macam menu sayuran dan segelas susu sebelum tidur. Selagi muda, hidup sederhana seperti ini tidak akan jadi masalah karena tubuhmu masih kuat.

Gunakan 20 Persen dari Penghasilanmu sebagai Anggaran Sosialisasi

Sebagai makhluk sosial, pertemanan harus terus dibangun untuk memperluas jaringan dan mengenal lebih banyak orang baru. Salah satu medianya melalui telepon genggam.

Jika penghasilanmu sebesar Rp 4 juta, anggarkan Rp 185 ribu untuk jatah pulsa bulanan. Selain itu, untuk membangun pertemanan yang baik, tak ada salahnya mentraktir teman atau orang baru. Jatah anggarannya cukup Rp 300 ribu per bulan.

Sisihkan 15 Persen dari Pendapatanmu untuk Pengembangan Diri

Belajar tak mengenal usia. Kebutuhan menambah ilmu pengetahuan pun tak bisa dihindari. Belilah buku dan ikuti seminar, kursus atau workshop. Selain bisa mendapat ilmu baru, Urbaners juga bisa mendapat teman-teman baru yang memiliki pandangan ke depan sepertimu. Teman-teman seperti ini adalah teman yang susah dicari.

(Baca juga: Tips Alokasi Pendapatan untuk Mencicil Properti buat “First Jobber”)

Jika pendapatanmu sebesar Rp 4 juta per bulannya, maka sisihkan sekitar Rp 200 ribu setiap bulan untuk keperluan menambah pengetahuan ini.

Belanjakan 10 Persen dari Gajimu untuk Liburan

Minimal, Urbaners harus bisa jalan-jalan ke luar negeri sekali dalam setahun. Tak perlu liburan mewah, cukup ala backpacker karena tubuhmu masih kuat.

Selain me-refresh pikiran, liburan ala backpacker juga bisa membuka mata mengenai dunia luar. Tinggalah di hostel murah untuk menghemat biaya liburan. Gunakan pengalaman liburan untuk kemudian tetap semangat bekerja.

Pakai Sisanya, 25 Persen untuk Investasi

Mulailah dari hal kecil, misalnya dengan membeli barang grosir untuk dijual secara retail. Jika kamu rugi, kerugianmu tak banyak. Tapi jika berhasil, keuntunganmu bisa dipakai untuk investasi jangka panjang untukmu dan keluargamu.

Jika penghasilanmu sebesar Rp 4 juta per bulannya, Urbaners disarankan untuk mengalokasikan uang sebagai dana investasi minimal Rp 1 juta setiap bulannya. Uang itu bisa dijadikan tabungan untuk nantinya digunakan membayar biaya down payment atau uang muka kamu dalam mengambil kredit mobil dan apartemen.

(Baca juga: Buatmu yang Berniat Membeli Apartemen untuk Pertama Kalinya, 7 Tips Ini Membuatmu Tak Lagi Buta)

Bagaimanapun juga, ketika kamu sudah mulai mendapatkan uang, rasa percaya diri dan keberanian untuk mengambil kredit akan meningkat. Ketika memperoleh uang lebih banyak, Urbaners bisa mulai membeli rencana investasi jangka panjang–seperti membeli properti kedua–demi mendapatkan jaminan jangka panjang untuk kekayaan kita dan keluarga.

Jadi tak peduli apapun yang terjadi, ada dana cadangan yang dihasilkan dan jumlahnya cukup untuk menjamin kualitas hidup di masa depan.

8 Taktik Promosi Murah yang Bisa Diterapkan agar Bisnis Kulinermu Makin Maju

Anak muda sekarang memang lagi gemar-gemarnya menjajal bisnis sendiri. Mulai dari bisnis pakaian, kafe hingga makanan.

Dari sekian banyak bisnis yang ada, bisnis kuliner termasuk yang menggiurkan. Memiliki pangsa pasar hampir segala usia membuat bisnis makanan lebih mudah untuk menggaet pelanggan.

Tak usah ragu lagi untuk memantapkan langkahmu menggeluti bisnis kuliner. Jika ditekuni dengan sepenuh hati dan dibarengi dengan 8 taktik promosi murah ini, usaha kuliner yang akan Urbaners geluti bisa makin sukses ke depannya!

Padupadankan Cita Rasa Kekinian dengan Resep yang Sudah Ada

Untuk bisa sukses di bidang kuliner, kamu harus memutar otak untuk menghasilkan ide baru. Ide yang dihasilkan pun harus benar-benar unik dan beda. Dengan mengusung ide bisnis yang tak sama dengan lainnya, dijamin produkmu akan lebih diterima dan minim pesaing.

(Baca juga: Ini 5 Bisnis Sampingan yang Bisa Urbaners Lakukan Saat “Weekend”)

Tengok saja makanan yang sekarang ini sedang naik daun padahal sebenarnya biasa saja, misalnya saja martabak dan kue cubit dengan berbagai rasa.

Urbaners bisa juga kok berkreasi dengan resep lainnya. Jajal saja untuk mengusung makanan atau minuman yang memang sudah populer di masyarakat kemudian mengembangkannya dengan berbagai pilihan rasa.

Buat Setiap Post, Status Update dan Foto yang Diunggah Jadi Sedemikian Rupa demi Menjaring Pelanggan

Media sosial adalah salah satu cara paling murah untuk mempromosikan bisnismu. Mulailah dengan membuat akun khusus untuk kafemu. Buat fanpage di Facebook, dirikan akun Twitter untuk menyapa para pelangganmu dan manfaatkan Instagram sebagai buku menu virtual serta untuk menampilkan aktivitas pelanggan-pelanggan yang pernah datang ke kafe atau restoranmu.

Pastikan bahwa akun Facebook, Twitter dan Instagram ini dikelola dengan baik dan selalu updated. Jangan anggap remeh media sosial! Beberapa bisnis justru sangat sukses berkat branding mereka yang strategis dan rapi di media sosial.

Beri Kudapan Gratis pada Pelanggan yang Mengunggah Foto Restoranmu ke Jejaring Sosial

Sadar atau tidak, Urbaners mendapatkan pengaruh paling besar dari teman-teman. Apa yang teman-teman makan akan buat orang lain penasaran dan jadi ingin mencoba.

Karena itulah, kabar baik sekali bagi bisnismu jika pelangganmu mengunggah ke Instagram, Facebook atau Twitter foto-fotonya yang sedang makan di restoranmu. Itu adalah promosi gratis buatmu ke ribuan teman mereka di media sosial.

Untuk membuat orang bersemangat membagi foto-foto mereka di restoranmu, kamu bisa memberi es krim atau kudapan ringan sebagai makanan penutup gratis. Misalnya, gratis satu mangkuk es krim, khusus untuk pemesanan semua varian steak.

Strategi ini cukup sering digunakan oleh pebisnis resto. Namun sekali lagi, pastikan harga makanan yang kamu jual bisa menutupi harga es krim gratis yang kamu berikan.

Dengan melakukan strategi ini, selain menyenangkan pelanggan, bisnis restoranmu juga akan semakin dikenal orang. Apalagi jika pengunjung restomu adalah orang yang eksis di jejaring sosial!

Tak Perlu Memaksa Pasang Tarif Mahal

Di awal menggeluti bisnis ini, Urbaners tak perlu memasang harga mahal untuk meraup untung tinggi. Walaupun keuntungan per produk hanya sedikit, namun jika permintaan tinggi maka kamu juga akan mengantongi keuntungan yang banyak.

(Baca juga: Tips Meraup Untung dari Bisnis Sewa Properti)

Jaga rasa dan mutu dari produkmu serta gencarkan saja beriklan demi menarik pelanggan, dengan begini permintaanmu juga akan meninggi.

Jalani Bisnis Kulinermu dengan Konsisten

Memang di awal merintis bisnis makanan, produkmu tak akan langsung laku keras. Segalanya butuh perjuangan supaya kamu bisa menjerat banyak pelanggan.

Namun, tetaplah konsisten untuk memproduksi supaya usahamu tetap bisa berjalan ke depan. Supaya nantinya ketika ada permintaan kamu tetap bisa memenuhi, hal ini pun akan mencegahmu kehilangan pelanggan.

Cara Mengemas dan Menyajikan Dagangan Juga Wajib Diperhatikan

Supaya penjualan produkmu naik tajam, kamu harus memperhatikan betul kemasan dagangan. Kreasikan desain produk jualanmu seunik mungkin supaya calon pelanggan berkeinginan untuk mencoba karena sudah jatuh cinta pada kemasan atau tampilan sajiannya.

Jangan Mau Terlihat Murahan

Kalau ingin membuat restoranmu berkualitas jangan pernah memilih yang murahan. Mulai dari bahan makanan sampai perlengkapan makan. Kamu boleh mencari hal-hal tersebut dengan harga semurah mungkin, asalkan kualitasnya dapat dijaga.

(Baca juga: Cara Murah Meriah Dekorasi Hunian Idaman)

Oleh karena itu, kamu memang harus rajin-rajin untuk mengembangkan produk jualanmu walaupun bujetmu masih pas-pasan. Hal ini supaya bisnismu tak hanya jalan di tempat saja. Dengan selalu berinovasi akan membuat pembeli selalu tertarik mencoba dan akan menjadikan bisnismu makin sukses ke depannya.

Buat Dekorasi Ruangan Semenarik Mungkin

Selain makanan dan minuman yang enak, suasana kafe yang nyaman pasti akan membuat pengunjung datang kembali. Oleh karena itu, kafe dan restoran sudah tentu harus didesain dengan indah dan semenarik mungkin untuk membawa pengunjungnya merasakan nuansa santai yang nyaman ketika menyantap hidangan yang disediakan.

Salah satunya dengan mendesain interiornya layaknya kita sedang berada di apartemen sehingga menciptakan suasana homey bagi para pengunjung. Konsep homey ini bisa menjadi alternatif dalam mendesain interior kafe atau restomu.

Tampilan yang seperti di hunian sendiri ini akan membuat suasana yang nyaman untuk tempat berkumpul bersama-sama teman dan orang terkasih. Bahkan, saat ini sudah banyak anak muda yang memilih untuk membuat kafe dengan konsep ini.

Kamu bisa membeli kios di lingkungan apartemen dan mencontoh cara promosi ini. Selain tempatnya strategis karena akan diramaikan oleh para penghuni, kamu bisa menghemat biaya transportasi jika kamu juga ikutan tinggal di apartemen tersebut. Sangat menarik bukan?