Jangan Asal Jalan, 7 Komponen Ini Wajib Dicek Sebelum Mudik dengan Mobil Pribadi!

Sebentar lagi libur lebaran tiba! Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, hari raya Idul Fitri dimanfaatkan buat kumpul-kumpul bareng keluarga yang (mungkin) cuma setahun sekali bisa dikunjungi.

Udah kebayang serunya ketemu kakek-nenek, sepupu, keponakan dengan segala tetek bengeknya? Sabar dulu, satu perjalanan maha agung harus kamu lalui dulu: Mudik! Ya, tradisi khas Indonesia ini bisa jadi mimpi buruk bagi kamu.

Gimana gak? Jutaan kendaran mengangkut puluhan juta penumpang bergerak berbarengan di saat yang sama. Namun perlu kamu pahami, mudik menggunakan mobil pribadi bisa saja menimbulkan masalah kalau tidak dipersiapkan dengan benar.

Makanya, kamu harus mempersiapkan beberapa hal apabila ingin mudik Lebaran tahun ini berjalan aman dan lancar. Ikuti tips mudik aman dan lancar ala UrbanLife.id berikut ini.

Oli Mesin

Periksa ketinggian oli mesin, apakah masih berada pada level yang direkomendasikan atau tidak? Level oli mobil yang disarankan ada di antara garis bertanda F (fuel) dan E (empty). Jika berkurang, tambahkan dengan oli baru.

(Baca juga: Mau Mudik Berasa Piknik? Hilangkan Bosanmu dalam Perjalanan Panjang ke Kampung Halaman dengan 8 Trik Ini)

Namun, bila kamu ingin melakukan perjalanan jauh lebih baik, gantilah dengan oli baru. Kondisi pelumas baru akan membuat kerja mesin mobil jauh lebih ringan.

Saat mengganti oli, jangan lupa untuk memeriksa kondisi filter oli dan bersihkan. Bila kondisi filter sudah terlalu kotor atau mobil telah menempuh 10 ribu kilometer (km), ada baiknya ganti dengan filter yang baru.

Pengereman

Saat melakukan perjalanan jauh komponen pengereman mobil bekerja ekstra keras. Sistem pengereman terdiri dari berbagai komponen seperti pedal rem, booster rem, selang rem, master  rem, kaliper rem, minyak rem, dan cakram.

Lakukan perawatan pada setiap komponen itu. Residu kampas rem yang bercampur dengan debu dan berbagai kotoran kadang mengurangi performa pengereman mobil sehingga perlu dibersihkan.

Lihat juga keadaan kampas rem. Bila kondisinya sudah tipis, gantilah dengan kampas yang baru. Periksa juga level minyak rem di resevoir-tabung. Jika kurang dari batas ketinggian minimum, besar kemungkinan terjadi kebocoran atau kampas rem sudah tipis.

Sistem Pendingin

Karena perjalanan mudik identik dengan lalu lintas padat maka sistem pendingin mobil harus berfungsi dengan baik. Kondisi lalu lintas macet membuat aliran udara ke mesin jadi berkurang, dengan begitu mesin mobil jadi cenderung overheat–panas berlebihan–sehingga bisa merusak komponen mesin.

(Baca juga: Cek 7 Hal Penting Ini Sebelum Rencanakan Liburan dengan Mobil)

Sistem pendingin mobil punya peranan vital karena dapat menstablikan suhu mesin agar berada pada temperatur terbaik. Cek semua komponen sistem pendingin, seperti radiator, kipas radiator, tutup radiator, water pump (pompa air), thermostat, reservoir tank (tabung cadangan air radiator), v-belt (tali kipas raditor), dan water jacket(pendingin silinder mesin).

Pastikan semua komponen itu berfungsi dengan baik. Jika tidak bagus, sebaiknya ganti dengan komponen baru. Jangan lupa, periksa juga kondisi selang radiator dan selang penghubung ke reservoir. Bila selang menggelembung atau retak, segera ganti baru untuk menghindari kebocoran di tengah perjalanan.

Cek juga ketinggian coolant–air khusus radiator–pada tabung reservoir tank. Tambahkan coolant bila level ketinggian air radiator berada di bawah batas normal dan jangan terlalu penuh juga mengisinya.

Pastikan ketinggian coolant berada di pertengahan tanda  low dan max. Jika mobil kamu belum pernah mengganti coolant, sebaiknya kuraslah air radiatornya dan isi dengan coolant baru.

Ruang Bakar

Untuk mobil dengan sistem pembakaran injeksi periksa dan bersihkan komponen throttle body, filter bensin dan filter udara. Bila kondisi filter udara sudah sangat kotor, sebaiknya baik ganti dengan yang baru. Penggantian filter udara membuat laju mobil jadi lebih ringan.

Sementara untuk mobil bersistem karburator sebaiknya bongkar karburatornya dan bersihkan semua komponen yang ada di dalam. Periksa juga kondisi busi, klep dan kondesor.

Cek juga kondisi selang bahan bakar. Jika sudah mengalami keretakan atau tersumbat lebih baik ganti dengan selang baru untuk menghindari kebocoran dan gangguan saat berkendara.

Kelistrikan

Periksa ketegangan aki sebelum mudik, apakah masih dalam kondisi normal atau tidak? Tegangan aki normal saat mesin mati adalah 12-13 volmeter (volt), bila tagangan sudah tidak normal segara lakukan penggantian.

(Baca juga: Gak Perlu Lagi Takut Kantong Jebol Saat Mudik, Ini 5 Tips Mengatur Uang untuk Pulang Lebaran)

Untuk mobil yang menggunakan aki basah sering-seringlah cek ketinggian air aki. Bila sudah menyusut, tambahkan dengan cairan khusus aki basah. Untuk perjalanan jauh, ada baiknya kamu membawa cairan tersebut.

Selain aki, periksa juga tegangan alternator atau dinamo ampere. Caranya dengan menghidupkan mesin dan menyalakan seluruh perangkat kelistrikan, seperti lampu, audio, AC, dan wiper (penyeka kaca) mobil. Alternator sehat akan membuat tegangan aki berada pada angka 12,8 volt.

Kaki Mobil

Perhatikan kondisi ban mobil kamu dengan seksama. Ban disebut masuk dalam ketegori aus atau sudah tidak layak pakai jika terdapat tanda-tanda, seperti keretakan, benjolan, dan kedalaman alur ban sudah kurang dari 1.6 milimeter (mm).

Selain ban, kenyamanan kamu melibas berbagai jenis kontor jalan juga bergantung dari sistem suspensi mobil. Komponen suspensi meliputi spring (per), shock absorber (peredam kejut), ball joint (sumbu roda), stabilizer bar (batang penyeimbang), sturt bar (penahan lower arm), lateral control rod (komponen antara poros penyangga (axel) dan bodi mobil), bumper dan lower arm (lengan bawah).

Pastikan semua komponen suspensi itu berfungsi dengan baik, apalagi jika mobil membawa beban lebih berat dari biasanya.

Tangki Bensin

Hal terakhir yang perlu kamu cek adalah kondisi tangki bensin dalam keadaan full tank. Kamu harus pastikan bahwa bensin full sebelum pergi ke kampung halaman. Mengapa demikian? Karena biasanya jalanan di jalur mudik macet parah apalagi sektiar 2-3 hari sebelum Lebaran, jangan sampai mobil mogok karena kehabisan bensin.

Kalau kehabisan bensin di tengah perjalanan, pasti kamu bakal repot sendiri. Untuk itu, pastikan bahwa bensin mobil dalam keadaan full tank saat ingin memulai perjalanan.

Gak Mau Bonus THR Ludes Tanpa Makna? Manfaatkan Saja Uangnya untuk Bangun Bisnis Sampingan dengan 4 Strategi Jitu Ini

Hari raya Idul Fitri sebentar lagi tiba. Ini artinya, Urbaners yang bekerja akan mendapatkan bonus tahunan berupa tambahan uang gaji. Namun, seringnya karena kurang mampu mengatur keuangan, maka uang yang diterima akan langsung habis seketika karena membeli barang yang tak terlalu penting.

Buat Urbaners yang ingin menambah pemasukan di akhir bulan Ramadhan ini, kamu bisa menggunakan bonus Tunjangan Hari Raya (THR) untuk menjalankan bisnis yang potensial. Sudah pasti, kalau ingin berbisnis perlu yang namanya pengaturan keuangan alias budgeting. Berikut 4 strategi jitu gunakan THR untuk bangun bisnis potensial di akhir bulan Ramadhan.

Sisihkan 30 Persen dari Uang THR yang Diterima

Kalau ingin berbisnis dan menghasilkan untung yang banyak di akhir bulan Ramadhan, setidaknya sisihkan 30 persen dari uang THR yang diterima. (Baca juga: 7 Tips Buat Urbaners yang Mau “Resign” dari Kerja Kantoran dan Memulai Bisnis Sendiri)

Mengapa 30 persen? Karena banyak ahli keuangan di dunia merekomendasikan bahwa nilai yang tepat untuk investasi atau bisnis sekiranya 30 persen dari pendapatan. Jadi, apabila bulan ini kamu dapat THR sebanyak Rp 5 juta maka manfaatkan paling tidak Rp 1,5 juta untuk berbisnis.

Pilih Bisnis yang Tepat

Pilih bisnis yang bakal kamu geluti ketika mendekati hari raya Lebaran Idul Fitri nanti secara tepat. Banyak bisnis yang bisa jadi pilihan, misalnya bisnis kue kering, parsel, atau bisnis baju muslim. Usaha yang berbau religi dan bersinggungan dengan kebutuhan saat hari raya bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.

Perkirakan Potensi Pasar, Gunakan Maksimal 60 Persen Uang THR

Apabila THR yang kamu miliki cukup banyak, lalu semua kebutuhan sudah tercukupi oleh gaji bulanan. Tidak ada salahnya untuk melebihkan bujet bisnis hingga 60 persen dari uang THR yang didapatkan. (Baca juga: Buat Urbaners yang Bakal Terima THR, Ini 4 Tips Cara Mengelolanya supaya Gak Habis Sia-sia)

Namun, sebaiknya lihat dulu bagaimana potensi bisnis dan perputaran uangnya. Kalau baru beberapa hari jualan kue, baju muslim atau parselmu laku keras dan makin banyak permintaan jangan ragu untuk menambah bujet bisnis tersebut.

Endorse Saja Artis Medsos

Di era internet ini, peran sosial media sangat membantu Urbaners menjalankan bisnis. Mulai dari bisnis kecil dan menengah, hingga besar. (Baca juga: Ini 5 Bisnis Sampingan yang Bisa Urbaners Lakukan Saat “Weekend”)

Bagaimana cara melakukannya? Simpel, kalau kamu ingin produk dikenal banyak orang dalam waktu singkat dan berharap banyak order yang datang. Bisa segera mengontak artis media sosial. Setelah kamu kontak, coba tawarkan untuk endorsement dan promosi produk di laman media sosial mereka.

Bujet endorsement bermacam-macam, tergantung seberapa banyak followers artis medsos tersebut. Sebagai bocoran, anggarkan 10-20 persen dari bujet bisnismu. Pasalnya, itu masih merupakan angka yang sangat masuk akal.

6 Trik Mempersiapkan Tabungan untuk Kamu yang Bergaji Rp 3 Jutaan, Biar Siap Menikahi Pacar Tahun Depan

Menikah menjadi impian tiap pasangan yang sudah mulai serius menapaki hubungan. Demi mewujudkan pernikahan impian banyak pasangan kekasih yang sudah mulai menabung dari jauh-jauh hari demi pesta pernikahan yang diinginkan.

Melangsungkan pernikahan pasti menjadi keinginan semua orang, namun kebanyakan orang pasti menemui kesulitan tentang cara menabung untuk pernikahan. Untuk kamu yang menerima penghasilan sesuai Upah Minimum Regional atau UMR yang ditetapkan pemerintah, siap-siap untuk mengencangkan ikat pinggang kalau kamu punya rencana untuk menikah dalam waktu dekat.

Tidak perlu khawatir, kali ini UrbanLife.id akan memberikan 6 cara rasional yang bisa diterapkan oleh kamu dan pacar yang bergaji Rp 3 jutaan dan punya rencana menikah tahun depan. Apa saja yang bisa kalian lakukan?

Menabung dalam Jumlah yang Tepat

Sisihkan gaji kamu dan pasangan dalam jumlah yang tepat. Sebagai contoh, kamu dan pasangan bisa sisihkan 30 persen dari gaji untuk persiapan pernikahan. (Baca juga: Plus Minus Menikah di Usia Muda)

Kalau gaji kamu dan pasangan per bulannya masing-masing Rp 3 juta, maka total tabungan kalian per bulan adalah Rp 1,8 juta dan selama setahun jumlahnya menjadi Rp 21,6 juta.

Pisahkan Alokasi dari Hasil Tabungan Gaji Kalian

Kamu dan pasangan bisa memisahkan gaji kalian dan mengalokasikan untuk tujuan yang berbeda. Bukan bermaksud untuk membedakan serta menghitung untung dan rugi.

Namun, cara ini bisa membuatmu dan pasangan makin mengetahui secara rinci pemasukan dan pengeluaran yang akan kalian alami. Sisihkan gajimu untuk membayar biaya sewa gedung, sedangkan gaji pasangan untuk suvenir, undangan dan sewa baju pengantin.

Simulasinya, tabungan dari gajimu selama satu tahun adalah Rp 11 jutaan. Cukup untuk biaya sewa gedung resepsi seharga Rp 10 jutaan di Jakarta. Sisanya, tabungan dari gaji pasangan bisa dimanfaatkan untuk membeli suvenir, cetak undangan dan sewa baju pengantin.

Sederhana tapi Berkesan

Sebuah pernikahan yang sempurna memiliki arti yang berbeda dengan sebuah pernikahan mewah dan megah. Buatlah pernikahan kamu dengan sederhana, lupakan acara resepsi di gedung yang besar dengan harga sewa selangit.

Kamu bisa adakan resepsi di restoran unik atau taman dengan hanya mengundang orang terdekat, pastinya pernikahan kamu akan sangat berkesan dan istimewa. (Baca juga: Ini 5 Tempat Kongkow yang Wajib Dicoba Anak Nongkrong Jakarta)

Tekan Pengeluaran Sebaik Mungkin

Merencanakan pernikahan bukan sebuah perkara mudah, kamu harus cermat dalam menekan segala pengeluaran. Sepertinya, kamu tidak perlu menyisihkan banyak uang untuk membuat baju pengantin dan seragam keluarga.

Dengan bujet Rp 6 juta saja, kamu sudah bisa mendapatkan baju dan seragam cantik dari jasa penyedia sewa baju pengantin.

Sederhanakan Foto Pre-Wedding Kalian

Lupakan kegiatan foto pre-wedding ala selebritis di luar negeri, foto pre-wedding kamu akan lebih berkesan kalau kamu bisa menceritakan perjalanan cinta kalian di dalamnya. (Baca juga: Tips Hemat “Traveling” untuk Pasangan Muda)

Sebagai tips, kamu bisa gunakan kamera polaroid untuk membuat alur ceritanya, lagipula hasil polaroid juga bisa kamu gunakan sebagai dekorasi di pernikahanmu nanti.

Manfaatkan Keahlian Temanmu

Kamu dan pasangan punya banyak kenalan yang bisa kamu minta bantuannya untuk menyiapkan pernikahanmu? Kalian bisa minta teman yang berprofesi sebagai desainer grafis untuk membuatkan desain undangan.

Kemudian cari kenalan yang memiliki usaha percetakan supaya kamu bisa mendapatkan harga spesial darinya. Kamu juga bisa meminta temanmu yang punya hobi bermusik untuk mengisi acaramu.

Mau Mudik Berasa Piknik? Hilangkan Bosanmu dalam Perjalanan Panjang ke Kampung Halaman dengan 8 Trik Ini

Mudik memang seru. Berkumpul bersama keluarga besar di hari yang fitri, bersilaturahmi dengan teman dan kerabat di kampung halaman, serta menikmati ketupat, rendang, opor ayam dan hidangan khas lebaran lainnya.

Tapi, mudik juga punya sisi yang gak menyenangkan. Salah satunya adalah ketika kita harus menempuh perjalanan panjang dan menanti untuk sampai di tujuan. Misalnya, saat naik bus, kereta, kapal, mengemudi, sampai menunggu pesawat yang delayed di bandara. Duh, itu rasanya bosan-sebosan bosannya deh!

Nah, biar kamu bisa menikmati perjalanan panjangmu tanpa harus jadi bosan, UrbanLife.id sudah mengumpulkan beragam trik yang bisa dengan mudah kamu lakukan, demi membunuh kejemuan.

Berwisata di Jalur Mudik

Daripada jenuh karena terlalu lama di perjalanan, Urbaners bisa mencoba untuk berwisata di sepanjang perjalanan pulang. Ada beberapa alternatif pilihan wisata yang bisa dilakoni.

Kamu bisa mencoba berwisata kuliner, cobalah untuk mampir ke tempat makan terkenal di daerah-daerah yang dilewati. Atau, untuk para pecinta wisata belanja, inilah kesempatan berharga untuk berburu berbagai macam barang yang diinginkan. Bisa berupa oleh-oleh khas, pakaian, atau pernak-pernik khas dari daerah yang dilewati.

Jika wisata kuliner dan wisata belanja dianggap terlalu biasa, kamu bisa mencoba berwisata religi. Bisa dengan mendatangi mesjid-mesjid besar di kota-kota yang dilewati saat ingin shalat. Atau, bisa juga berziarah ke makam ulama atau tokoh penyebar agama Islam di kota yang dilewati.

(Baca juga: Mau “Traveling” Jadi Berkah? Mampir Saja ke 11 Masjid Terindah dan Termegah di Dunia Ini)

Foto-foto di Lokasi yang Tak Biasa

Tentu kegiatan ini akan menemani Urbaners di setiap kesempatan. Begitu juga saat sedang mudik atau saat kembali ke rumah.

Jika ingin sesuatu yang unik, kamu bisa memilih monumen khas daerah setiap kali tiba di daerah tersebut. Selain membantu segarkan diri, kegiatan ini bisa memberikan kenang-kenangan yang tak terlupakan.

Gunakan Aplikasi untuk Sunting Foto-foto di Ponselmu

Ya, gak perlu menunggu sampai di rumah buat mengedit foto-fotomu menjadi gambar yang lebih menarik. Sunting saja langsung via aplikasi penyunting foto yang ada di ponselmu.

Bikin foto Urbaners jadi makin cantik atau bahkan buat konsep yang sama sekali berbeda dari foto-foto yang sudah ada. Unggah juga satu-dua fotomu itu ke jejaring sosial, biar teman-temanmu penasaran.

Baca Buku Kesayangan

Ya, sebuah buku bisa menjauhkanmu dari rasa bosan yang melanda saat melakukan perjalanan. Kisah yang apik dalam sebuah buku fiksi akan menyentil imajinasimu dan membawamu tenggelam dalam petualangan yang mengagumkan.

Urbaners juga bisa meng-update pengetahuan dan wawasanmu lewat buku-buku nonfiksi. Sembari melahap halaman demi halaman buku yang kamu bawa, perjalananmu jadi terasa singkat. Makanya, gak ada salahnya membawa sebuah buku ke dalam tasmu, ‘kan?

Tuangkan Isi Pikiran ke dalam Tulisan dan Coretan

Biar Urbaners terdorong untuk menyusun kisahmu sendiri, bawalah sebuah jurnal atau buku catatan di dalam tas atau laci mobilmu. Kamu bisa memindahkan isi kepalamu ke dalam tulisan dan gambar coret-coretan.

(Baca juga: Cek 7 Hal Penting Ini Sebelum Rencanakan Liburan dengan Mobil)

Isi tulisanmu pun gak perlu melulu catatan perjalanan yang kamu lakukan, tapi juga ide-ide dan pemikiran acak yang mungkin menarik untuk dikembangkan atau dikenang.

Main Games Asyik yang Bisa Membuatmu Lupa Waktu

Dengan teknologi yang makin mutakhir, games digital yang bisa kamu mainkan pun semakin keren dan beragam. Games itu pun dengan mudah kamu unduh dan mainkan lewat tablet atau ponselmu. Kalau Urbaners gak pengen batere ponselmu cepat habis, perangkat game dalam bentuk handheld yang ringkas juga bisa jadi pilihan.

Asah Otak dengan Teka-teki Silang

Sejak dulu, teka-teki silang atau TTS memang gak pernah gagal membunuh waktu di perjalanan. Sekali Urbaners berkutat dengan kata-kata yang saling bertautan itu, gak terasa deh kalau kita menempuh jarak yang jauh.

Apalagi, TTS gampang banget kamu peroleh dari kios-kios di stasiun maupun pedagang asongan. Selain itu, harganya juga sangat murah.

Tidur

Di suatu titik, kegiatan yang disebutkan di atas terkadang tak lagi mampu mengusir perasaan bosanmu dalam melalui perjalanan panjang. Solusinya cukup sederhana, kamu perlu mengistirahatkan tubuhmu yang lelah itu dengan sejenak memejamkan mata dan biarkan alam mimpi mengaburkanmu dari kenyataan untuk sementara.

(Baca juga: Supaya Tak Sekedar Angan-angan, Ini 8 Langkah Mudah Wujudkan Impianmu Punya Hunian Idaman di Usia 20-an Jadi Kenyataan)

Dengan tidur waktu akan berlalu begitu cepat dan tanpa terasa Urbaners telah tiba di dekat kampung halaman. Syukur-syukur, kamu terbangun saat kendaraan yang kamu tumpangi sudah tiba di tujuan dan kamu siap memulai petualangan.

Tak Perlu Renovasi Besar-besaran untuk Sambut Lebaran, Ini 4 Trik Mudah Menyulap Hunian Terlihat seperti Baru Jelang Hari Raya Idul Fitri

Bosan sama suasana hunianmu yang gitu-gitu aja? Mau dekorasi, tapi bingung karena hunianmu kecil dan uangmu tak banyak? Atau, Urbaners tinggal di apartemen sehingga tak banyak yang bisa diubah-ubah?

Tenang, melakukan renovasi itu gak harus mengeluarkan banyak uang kok. Dengan sedikit kemampuan berkreasi, hunianmu bisa terlihat lebih manis dan segar kembali.

Renovasi hunian setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri memang kebiasaan unik masyarakat Indonesia. Sayangnya, merenovasi secara “dadakan” hasilnya belum tentu maksimal dan bisa membuang banyak uang.

Belum lagi bila ternyata kualitas pengerjaannya buruk dan perlu pengulangan. Jika ditarik  “akar masalahnya”, umumnya pemilik ingin merenovasi interior rumah lantaran beberapa alasan. Contohnya, kebosanan pada warna dinding, warna dinding sudah pudar, atau adanya rembesan air dari luar.

Sedikit perubahan saja sebenarnya tetap membantu membangun suasana yang lebih segar di hunianmu. Intinya, perubahan yang dilakukan harus menyesuaikan dengan bujet yang telah dipersiapkan. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendekor ulang hunianmu demi menyambut momen Lebaran.

Tentukan Tema

Biasanya setiap penghuni memiliki selera dekorasi interior masing-masing. Biasanya, ibu yang akan menjadi penentu tema dekorasi seperti apa yang akan diterapkan di hunian. Namun, bisa juga setiap anggota keluarga lainnya ikut memberikan masukan mereka untuk menentukan tema dekorasinya.

(Baca juga: Berniat Renovasi Hunianmu? Perhatikan Dulu Beberapa Detail Ini)

Tema ini bisa menjadi penyegaran suasana di hunian. Tradisi mendekor ulang hunian menjelang Lebaran seperti ini memang menjadi momen tepat untuk mengaplikasikan dekorasi impian yang mungkin sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

Gunakan Wallpaper dan Wallsticker untuk Ruang Tamu

Dengan tema yang sudah mantap dipilih, Urbaners bisa dengan mudah mencoba sedikit perubahan di ruang tamu. Mungkin sebelumnya, kamu lebih suka dengan cat polos warna tertentu. Sudah saatnya kali ini mencoba yang sedikit berbeda. Kita bisa memberi sentuhan baru melalui wallpaper atau wallsticker. Pilihan motif dan warna yang tepat akan mengubah suasana di ruang tamu.

Ruangan dengan plafon rendah akan lebih cocok dengan wallpaper bermotif garis vertikal. Motif semacam itu bisa memberikan kesan dinding lebih tinggi. Untuk ruang tamu yang luas, kamu bisa menggunakan wallpaper warna gelap atau motif-motif besar. Ini akan membuat ruangan terasa lebih hangat dan intim.

(Baca juga: 5 Trik Murah Bikin Kamar Mandi Jadi Makin Mewah)

Jika tak ingin menggunakan wallpaper, wallsticker bisa menjadi pilihan. Penggunaannya memang lebih mudah karena ada beraneka ragam bentuk dan ukuran. Pilihan gambar yang ditawarkan biasanya juga cukup beragam mulai dari karakter binatang, pepohonan atau pilihan desain lainnya. Dengan wallsticker, Urbaners bisa lebih berhemat karena tak perlu menutupi seluruh area dinding yang mungkin masih belum terlalu pudar catnya. Selain itu, kamu bisa menyembunyikan noda atau kerusakan dinding.

Percantik Daerah Dapur

Tentu akan lebih menyenangkan jika area dapur, terutama bila dapur Urbaners adalah jenis dapur bersih, menjadi tempat baru untuk berkumpul bersama keluarga saat Idul Fitri. Jadi, kamu bisa mencoba melengkapi dapur dengan area makan yang mungkin selama ini tak pernah digunakan karena keluarga lebih sering menggunakan area lain.

(Baca juga: Tips Bikin Apartemen Kamu Terlihat Lebih Luas)

Siapkan kursi sesuai jumlah anggota keluarga pada meja makan atau meja bar yang terdapat di area dapur. Pastikan kembali kondisinya sudah bersih dan tak berbau ataupun berminyak. Setelah itu, siapkan perabot makan yang baru untuk memberikan suasana makan yang baru.

Buat Perabotan Terlihat Baru

Sofa-sofa di ruang tamu atau ruang keluarga bisa mendapat giliran untuk dicuci jika masih dalam kondisi bagus. Atau, sudah saatnya Urbaners mengganti beberapa sofa yang sudah using. Jika ingin mencoba suasana baru saat lebaran. Singkirkan semua sofa, kursi, meja, dan furnitur lainnya di ruang keluarga. Bentangkan karpet mengisi seluruh ruangan. Ganti kursi-kursi dan sofa dengan bantal beraneka ukuran, beanbag berukuran medium, serta aksesoris berbahan busa di atas karpet.

Perubahan semacam ini bisa menambah suasana kekeluargaan pada saat Lebaran tiba. Kamu dan seluruh anggota keluarga dan sanak saudara yang datang bersilahturahmi bisa mendapatkan suasana lebih hangat dan nyaman. Lalu, bagaimana dengan sajian kue lebaran dan kue-kue kering? Cukup tempatkan meja-meja di beberapa sudut ruangan untuk menjadi tempat sajian hidangan.

“Ngabuburit” Seru, Ini 5 Restoran di Ciputat yang Wajib Urbaners Coba!

Belum punya rencana ngabuburit akhir pekan ini? Kalau Urbaners berdomisili di daerah Ciputat, kamu bisa segera jajal beberapa resto keren ini.

Puasa bukanlah halangan untuk berwisata kuliner. Jika tak mau jauh-jauh ke luar kota, beberapa tempat wisata kuliner di Ciputat bisa jadi pilihan. Ngabuburit di akhir pekan, apalagi jika bersama teman atau keluarga, bisa jadi agenda seru selama bulan suci ini.

UrbanLife.id menghimpun beberapa spot menarik untuk disambangi akhir pekan ini. Tak perlu kendaraan pribadi, tempat-tempat ini mudah diakses naik Transjakarta dan transportasi publik lainnya. Berikut 5 restoran keren di Ciputat yang wajib Urbaners coba.

Kedai Roti Bakar (Keibar), Jl. Ir. H Juanda

Ini adalah salah satu restoran yang terkenal banget di daerah sini! Keibar adalah singkatan dari Kedai Roti Bakar. (Baca juga: 7 Tempat Ngabuburit Asik di Jakarta yang Gak Bikin Kantong Bolong)

Yap, disini kuliner spesialnya memang roti bakar! Salah satu menu yang Urbaners mesti coba disini adalah Roti Bakar Marshmallow dengan topping fruity pebbles dan green tea ice cream.

Kedai Poetri, Jl. Ir. H Juanda

Kedai Poetri adalah restoran Jawa yang spesialisasikan dengan masakan grill-nya. Tempatnya menarik banget, meja dan kursi terbuat dari kayu dengan bentuk yang berbeda. Banyak barang-barang antik seperti patung, lukisan, dll.

Bale Ayu, Jl. Cirendeu

Bale Ayu Resto Cirendeu ternyata merupakan cabang dari Bale Ayu Resto yang berada di Jogja. Ini adalah restoran khas Sunda campuran Jawa. (Baca juga: Ini 8 Lokasi Kuliner yang Wajib Urbaners Kunjungi Saat Berada di Bogor)

Dengan kekentalan rasa khas yang sangat layak dinikmati resto ini hadir di Jalan Cirendeu Raya dan mencoba menyajikan sajian khas masakan gurame. Tempat pun nyaman walau agak sedikit melenceng dr kata ‘bale’.

Martabak Asli Bandung 98, Jl. Raya Jombang

Siapa sih yang nggak suka martabak? Kalau Urbaners tinggal di daerah Ciputat, kalian harus coba Martabak Asli Bandung 98! Bener-bener asli! Yah, martabak emang gak pernah mengecewakan deh, terutama kalau lagi laper.

De Rasmani’s Cafe, Jl. KH Ahmad Dahlan

Kalau Urbaners ingin masakan yang bener-bener khas rumah dan suasana homey, kalian kesini aja. Tempatnya lumayan enak, interiornya bagus. Ada sofa panjang yang asik dipake nongkrong rame-rame. Nyantai banget restorannya. (Baca juga: Ini 5 Tempat Kongkow yang Wajib Dicoba Anak Nongkrong Jakarta)

Nah yang paling terkenal disini adalah fried oreo. Coba bayangin, Oreo digoreng! Mantap gak tuh?

Gak Perlu Lagi Takut Kantong Jebol Saat Mudik, Ini 5 Tips Mengatur Uang untuk Pulang Lebaran

Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang selalu menyita perhatian. Sesulit dan sepanjang apa pun perjalanan ditempuh, prosesi mudik tak akan dilewatkan.

Mudik merupakan salah satu tradisi yang lekat dengan Lebaran. Banyak orang di kota-besar seperti Jakarta berasal dari daerah, mungkin Urbaners juga salah satunya.

Lebaran yang biasanya dijadikan momen silaturahmi dengan keluarga dan kerabat membuat orang menghabiskan waktu libur untuk mudik ke kampung halaman.

Mudik juga membutuhkan banyak persiapan, termasuk dalam hal kesiapan finansial. Jangan sampai, sepulang dari kampung halaman, uang ludes tak tersisa dan hanya meninggalkan kesengsaraan sampai satu bulan ke depan.

Untuk itu, Urbaners perlu mengatur bujet mudik Lebaran dengan baik dan benar. Simak 5 tips mengatur uang dalam perjalanan pulang Lebaran berikut ini.

Bikin Bujet Mudik, Jangan Sampai Lebih dari 30 Persen dari Penghasilan Bulan Ini

Sebelum berangkat mudik, sebaiknya Urbaners membuat rencana pengeluaran. Perhitungkan baik-baik pengeluaran apa saja yang di perlukan dalam perjalanan mudik. Buatlah sedetail agar tak ada yang terlewatkan.

(Baca juga: Tips Alokasi Penghasilan untuk Mencicil Properti buat “First Jobber”)

Bagi Urbaners yang memiliki penghasilan tetap, cobalah mengalokasikan bujet mudik sekitar 30% dari total pendapatan bulan ini.

Misalnya, gaji bulanan sebesar Rp 8 juta dan uang Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp 8 juta. Maka, bujet mudik maksimal adalah sebesar Rp 4,8 juta (30 persen dari Rp 16 juta). Ingat, ini merupakan batas maksimal sehingga lebih baik lagi jika kita bisa menekan pengeluaran agar lebih rendah dari jumlah tersebut.

Bagi Anggaran dalam Beberapa Pos

Setelah memiliki anggaran mudik, Urbaners perlu membaginya ke dalam beberapa bagian atau pos. Secara garis besar ada empat pos utama, antara lain pos transportasi, akomodasi, makan dan jajan serta belanja.

Biasanya, pengeluaran terbesar saat mudik adalah untuk transportasi. Jadi pos yang satu ini merupakan pos yang paling penting dan harus menjadi yang pertama dihitung. Bijaknya, maksimal sekitar 50 persen dari bujet mudik dapat dialokasikan untuk transportasi.

Pos yang berikutnya adalah akomodasi. Walau kamu menginap di rumah orang tua atau kerabat, sebaiknya alokasikan setidaknya 15 persen dari bujet mudik untuk akomodasi. Bujet akomodasi berguna untuk mempersiapkan hidangan di kampung halaman dan sebagainya.

(Baca juga: Mau “Traveling” Jadi Berkah? Mampir Saja ke 11 Masjid Terindah dan Termegah di Dunia Ini)

Siapkan juga anggaran untuk pos makanan. Kalau urusan makan biasanya tidak perlu terlalu ambil pusing, karena makanan di daerah lebih murah dibandingkan di kota. Selain itu, Urbaners juga bakal menghabiskan waktu lama di rumah atau tempat tinggal di kampung halaman sehingga pengeluaran untuk makan seharusnya bisa ditekan. Alokasi sekitar 20 persen untuk biaya makan selama di kampung cukup rasanya.

Pos yang terakhir adalah belanja oleh-oleh karena tak lengkap rasanya pulang dari kampung halaman tapi tidak belanja oleh-oleh. Untuk itu, alokasikan sekitar 15 persen dari budget mudikmu untuk belanja. Nantinya, oleh-oleh ini bisa dibagikan ke tetangga atau teman kantor.

Bawa Uang Tunai Secukupnya

Tips mengatur uang dalam perjalanan mudik selanjutnya adalah membawa uang tunai secukupnya. Bawalah sesuai rencana pengeluaran yang telah dibuat. Kamu boleh menambahkan uang untuk cadangan jika memang diperlukan.

Jangan Menggunakan Kartu Kredit atau Debet Saat dalam perjalanan

Pakailah uang tunai yang telah Urbaners sediakan dalam pos-pos. Jangan memakai kartu kredit jika uang tunai masih tersedia.

(Baca juga: Cek 7 Hal Penting Ini Sebelum Rencanakan Liburan dengan Mobil)

Pakailah kartu kredit atau debet jika memang sangat diperlukan, seperti servis kendaraan yang tiba-tiba mogok. Gunakan kartu kredit atau debet untuk berjaga ketika keadaan darurat terjadi.

Siapkan Dana Darurat

Mudik dapat menjadi pengeluaran rutin tahunan yang lebih besar daripada pengeluaran kita setiap bulannya. Oleh sebab itu, siapkan pula dana darurat agar kita tak akan bergantung pada utang setelahnya.

Urbaners Suka Begadang? Lakukan 5 Hal Penting Ini Biar Energimu Tetap Terjaga Keesokkan Harinya

Kebagian shift malam membuat kamu harus pandai mengatur jadwal serta waktu harianmu. Tak seperti orang-orang yang jadwal kerjanya sudah tentu, Urbaners justru dituntut untuk lebih jeli mengatur kehidupanmu.

Bagi sebagian orang, bekerja di malam hari bisa jadi pilihan karena dianggap menyenangkan. Selain bebas dari kemacetan lalu lintas yang dapat memicu stres, bekerja di shift malam memungkinkan kita melakukan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat pada siang harinya.

Namun, beban kerja Urbaners yang shift malam bisa jadi pemicu bermacam penyakit, lho! Pasalnya, pada dini hari, tingkat konsentrasi dan fokus menurun. Nah, untuk itu, pastikan hal-hal berikut dilakukan demi energi tetap prima dan kesehatan selalu terjaga.

7 Tips Buat Urbaners yang Mau “Resign” dari Kerja Kantoran dan Memulai Bisnis Sendiri

Punya bisnis sendiri dan menikmati kesuksesan perjuangan dari membangun usaha rasanya menyenangkan. Hanya saja, terkadang imajinasi kesuksesan ini dikalahkan oleh kesulitan yang terbayang saat akan resign dari pekerjaan sekarang dan memulai usaha tersebut.

Kalau Urbaners merasa demikian, mungkin inilah saatnya untuk keluar dari zona nyaman dan bersiap diri mencoba hal baru yang lebih challenging. Ya, kenapa tidak memulai bisnis sendiri?

Memulai usaha sendiri memang bukan sesuatu yang mudah. Seorang karyawan kantoran yang biasanya melakukan tugas dengan sistematis dengan penghasilan pasti tiap bulannya akan menjumpai kesulitan dalam memulai usaha. Pasalnya, dalam berwiraswasta dibutuhkan pemikiran baru yang kreatif dan kritis namun tetap fleksibel.

Buat Urbaners yang sudah mantap untuk memulai sebuah bisnis sendiri, berikut 7 tips yang bisa bantu kamu agar sukses dalam berwiraswasta.

Siapkan Mental Tahan Banting

Kalau sekarang Urbaners masih bekerja di sebuah perusahaan, pastikan diri kamu siap untuk menekuni dunia usaha. Pasalnya, banyak sekali perubahan kesibukan dan gaya hidup yang akan terjadi.

(Baca juga: Untuk Kamu yang Sibuk, Ikuti Kebiasaan Simpel Ini agar Hidup Tetap Sehat)

Memulai sebuah bisnis merupakan suatu pekerjaan yang sangat berat, Urbaners butuh determinasi tinggi dan kemauan untuk terus belajar. Apalagi biasanya dalam membuka sebuah bisnis, kita gak bakal langsung mendapatkan keuntungan. So, siapkanlah mental baja ya!

Bidik Target Konsumen dengan Jelas

Ketika pertama kali membuka sebuah bisnis, pastikan Urbaners memiliki target konsumen yang jelas. Produk yang bagus dan unik memang sering memikat konsumen, tetapi ini biasanya bersifat sementara.

Untuk itu, pastikan bisnis kamu menyediakan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Tentukan siapa saja konsumenmu, apa yang mereka butuhkan.

Ketahui apa kebutuhan konsumen serta tentukan target, selanjutnya jual produk yang menjadi kebutuhan mereka. Cara ini akan membuat konsumen bergantung kepada produk dari bisnis yang Urbaners jalankan. Kalau sudah begitu, maka bisnis dapat berjalan sesuai harapan.

Buat Prediksi Keadaan dan Potensi Pasar

Kalau Urbaners sudah memutuskan untuk terjun di dunia bisnis, pastikan kamu mengetahui bagaimana keadaan pasar secara keseluruhan. Gunakan data! Pasalnya, analisa tren dari kumpulan data yang tersedia akan sangat bermanfaat untuk menganalisa potensi dan keadaan pasar ke depannya.

(Baca juga: Ini 5 Bisnis Sampingan yang Bisa Urbaners Lakukan Saat “Weekend”)

Mulai dari data berapa banyak kompetitor, apa keinginan dan kebutuhan konsumen, sampai berapa banyak jumlah calon konsumen bisa membuat kamu mempersiapkan bisnis dengan matang.

Buat Keunikan Tersendiri

Bisnismu memiliki cukup banyak pesaing atau kompetitor? Tenang saja, selama Urbaners memiliki keunikan yang tak dimiliki oleh mereka maka pasar bisa kamu ambil alih.

Untuk itu, sangat penting untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam menjalankan sebuah bisnis. Apalagi kalau Urbaners membangun sebuah bisnis baru. Menyediakan sesuatu yang berbeda dan bermanfaat bisa membuat produk kamu terus diingat oleh konsumen.

Bentuk Tim yang Solid dan Qualified

Dalam bisnis, Urbaners tak mungkin mengerjakan semuanya sendiri. Perlu dilakukan pembagian tugas untuk menjalankan bisnis secara efektif dan efesien.

(Baca juga: Ini Tanda-tandanya Kalau Kamu Harus Segera Pindah Kerja)

Urbaners membutuhkan beberapa orang yang bisa tergabung dalam sebuah tim yang solid dan mempunyai kapabilitas dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

Semakin solid dan semakin berkualitas tim yang dibentuk, maka bisnis yang dibangun bisa berkembang makin pesat. Triknya, setelah bisnis mengalami perkembangan, pertahankan atau kalau perlu perkuat lagi solidaritas dan tingkatkan kualitas dari tim yang sudah terbentuk.

Perhitungkan Semuanya dengan Matang

Bisnis dan uang merupakan dua bagian yang tak terpisahkan. Dalam menjalankan sebuah bisnis, uang memiliki peran yang begitu vital. Jadi, sudah menjadi kewajiban bagi Urbaners untuk melakukan perhitungan yang benar-benar matang dalam membangun sebuah bisnis.

Hitunglah, mulai dari ongkos produksi, sampai keuntungan penjualan. Apakah jumlahnya masuk akal dan memungkinkan bisnismu untuk berkembang?

Tumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Sebagai founder dari bisnis yang Urbaners bangun, kamu harus bertanggung jawab atas segala kesalahan yang terjadi dalam bisnismu. Tak ada gunanya menyalahkan rekan bisnis atau anak buah, karena hanya  akan memperkeruh suasana.

(Baca juga: Tips Meraup Untung dari Bisnis Sewa Properti)

Fokuslah untuk membangun rasa tanggung jawab serta kembangkan potensimu dengan belajar dari kesalahan-kesalahan terdahulu.

Mau “Traveling” Jadi Berkah? Mampir Saja ke 11 Masjid Terindah dan Termegah di Dunia Ini

Bulan suci Ramadhan bukan alasan untuk gak traveling, karena Ramadhan justru merupakan momen yang pas buat memulainya. Acara-acara seperti sahur “on the road dan safari tarawih bisa jadi salah satu pilihanmu.

Bukan hanya traveling semata, namun ibadah kita juga tetap terjaga. Bahkan, kini sudah tak terhitung banyaknya masjid yang dipoles dengan arsitektur yang sangat indah.

Tak hanya di kota-kota besar saja, masjid di kelas kota kecamatan pun tak mau kalah unjuk gigi kemegahannya. Sayangnya, peningkatan kemegahannya tak diiringi dengan peningkatan jamaahnya.

Di bulan puasa ini Urbaners bisa ikut meramaikan masjid-masjid indah dan megah ini dengan menjadi salah satu jamaahnya saat sholat tarawih. Hitung-hitung safari tarawih sambil meramaikan majelis dan tempat ibadah, ya kan?