5 Pekerjaan yang Bisa Dilakukan dari Apartemen untuk Para Ibu Muda

Menjadi ibu muda tak berarti harus berhenti mencari uang. Walaupun kamu tentu sibuk mengasuh sang buah hati yang masih bayi, masih banyak peluang usaha yang bisa dijalankan untuk menambah pundi-pundi kekayaanmu.

Seorang ibu muda seringkali merasa bosan dengan kesehariannya. Wajar sih, mengingat rutinitas harian mereka biasanya hanya seputar hunian dan anak. Meskipun terkesan remeh, kesibukan ini sebenarnya sudah banyak memakan waktu.

Namun pada saat ini karena alasan aktualisasi diri sekaligus faktor ekonomi, telah banyak ibu muda yang bisa menghasilkan uang dalam jumlah cukup besar dengan hanya bekerja dari huniannya.

Penasaran dengan pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan oleh ibu muda dari huniannya? Yuk, kita simak bersama daftarnya!

Virtual Assistant

Profesi yang masih belum familiar di Indonesia ini ternyata cukup menghasilkan. Beberapa orang sibuk secara pribadi sebenarnya membutuhkan virtual assistant. Seorang virtual assistant ini biasanya cukup simpel, yaitu mereka harus tetap online dari pagi hingga sore sebagai asisten pribadi seseorang. (Baca juga: Ini Tanda-tandanya Kalau Kamu Harus Segera Pindah Kerja)

Pekerjaan ini bisa dibilang sangat mudah, yang penting kamu memiliki koneksi internet dan dapat mengoperasikan beberapa aplikasi messenger biasa seperti Skype dan Yahoo Messenger. Gajinya juga cukup lumayan, yaitu bisa mencapai Rp 2 juta per bulannya.

Tutor Online

Kalau saat ini kamu berstatus sebagai ibu muda yang sempat mengenyam bangku perguruan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana, terutama sarjana pendidikan, maka sebaiknya manfaatkan kelebihan tersebut untuk menjadi tutor.

Namun, tutor yang dimaksud bukan sebagai guru privat yang datang ke rumah, tetapi tutor online. Saat ini, sudah banyak orang di negara-negara maju yang menjalankan profesi sebagai tutor online. Uang yang didapatkan juga cukup menarik, setidaknya cukuplah untuk menambah penghasilan suami.

Writer atau Editor

Tak jauh berbeda dengan pekerjaan sebagai tutor online. Bekerja sebagai writer atau editor juga kini bisa dilakukan dari hunian. Sudah banyak perusahaan yang memperbolehkan writer atau editor mereka untuk bekerja dimana pun. Syaratnya, pekerjaan mereka dapat terlaksana dengan baik dan pastinya tepat waktu. (Baca juga: Kamu Mau Karier Menjanjikan? Masuk ke 5 Industri Ini)

Oleh sebab itu, jenis pekerjaan yang satu ini bisa menjadi pilihan para ibu muda yang memiliki minat dan bakat di bidang tulis-menulis. Gaji writer atau editor online pun cukup menggiurkan, penghasilan sebagai writer dan editor cukup beragam yaitu mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 8 juta per bulannya, tergantung pengalaman, tanggung jawab dan perusahaan tempat kita bekerja tentunya.

Translator

Perlu diketahui, saat ini pekerjaan sebagai translator atau penerjemah tak lagi mengharuskan mereka untuk hadir di kantor lima hari seminggu. Di zaman modern ini, banyak sekali pekerjaan sebagai translator yang bisa dilakukan dari hunian asalkan memiliki koneksi internet yang mumpuni untuk bekerja.

Pastinya, kondisi ini akan sangat cocok bagi ibu muda yang ingin bekerja sekaligus mengurus anak. Gajinya juga cukup lumayan kok, yaitu bisa lebih dari Rp 5 jutaan rupiah untuk yang sudah berpengalaman.

Web Developer

Meningkatnya popularitas e-commerce atau perdagangan dengan sistem elektronik menjadikan pengembang aplikasi atau web developer banyak dicari perusahaan-perusahaan besar pada saat ini. (Baca juga: Selain “Venture Capitalist”, Ini 5 Investor yang Bisa Diajak untuk Memodali “Startup” Kamu)

Walaupun beberapa dari perusahaan tersebut memiliki pengembang aplikasi yang berstatus sebagai karyawan tetap, namun tetap membutuhkan banyak pekerja lepas untuk menangani proyek-proyeknya. Artinya, pekerjaan ini bisa dijalankan oleh para ibu muda yang memiliki ketertarikan khusus di bidang teknologi informasi.

Bahkan pada tahun 2012 di Amerika Serikat (AS) yang terkenal dengan kemajuan teknologi informasinya, sekitar 25 persen dari total pengembang aplikasinya berstatus sebagai pekerja lepas (berdasarkan data dari Biro Statisik Tenaga Kerja AS).

Tips Bikin Apartemen Kamu Terlihat Lebih Luas

Saat ini apartemen mulai menghidupi wajah kota. Bukan tanpa sebab, kebutuhan hunian vertikal terus meningkat tajam seiring ketersediaan lahan kosong yang semakin terbatas.

Buktinya, semakin banyak anak muda mulai dari kalangan profesional, bankir, diplomat, artis dan pebisnis yang menjadikan apartemen sebagai tempat tinggal tetapnya. Artinya, kebutuhan tempat tinggal yang praktis dan berlokasi strategis merupakan pertimbangan utama mereka.

Hanya saja, salah satu pertimbangan lain yang seringkali menjadi hambatan bagi mereka ketika ingin memutuskan tinggal di apartemen adalah terbatasnya ukuran ruangan.

Padahal, meski tinggal di apartemen, kita sebenarnya tetap dapat merasakan sensasi seperti layaknya penghuni sebuah rumah tapak yang besar.

Penasaran dengan caranya? Yuk, simak tips untuk membuat ruangan apartemen kamu terasa lebih besar dan luas berikut ini.

Hidupkan Suasana Melalui Cat Dinding dan Langit-langit yang Berwarna Terang

Warna-warna cerah biasanya mampu memantulkan cahaya dengan baik. Hasilnya, warna cerah ini membuat ruangan kita menjadi terasa lebih luas dan terbuka. (Baca juga: Cara Murah Meriah Dekorasi Hunian Idaman)

Selain itu, warna cerah menjauhkan kita dari suasana ruangan yang terasa suram. Lebih baik lagi, warna ini bisa menstimulasi kita supaya lebih semangat dan aktif dalam beraktivitas.

Sisakan Space di Setiap Sisi Furnitur

Menempatkan furnitur yang menempel ke dinding hanya akan membuat ruangan terasa lebih sempit. Sebaliknya, dengan memberikan beberapa ruang terbuka di kedua sisinya, kita bisa menciptakan ilusi ruangan terlihat lebih luas.

Selain itu, tempatkan pula ornamen-ornamen cantik lainnya seperti guci dan sebagainya di samping furnitur tersebut secara simetris.

Hindari Penggunaan Gorden

Penggunaan kerai di apartemen jauh lebih baik daripada gorden. Pasalnya, kerai hanya mengambil sedikit ruang pada jendela dan tetap membiarkan banyak cahaya masuk ke dalam kamar. Sisi positif lainnya, kerai tetap memberikan privasi yang sama layaknya gorden. (Baca juga: Cara Simpel Buat Hunian Selalu Terlihat Rapi)

Gunakan Rak untuk Menyimpan Barang

Rak dapat memberikan keajaiban bagi sebuah ruangan kecil. Menggantung rak sangat tinggi dekat langit-langit membuat langit-langit ruangan terlihat lebih tinggi. Selain itu, penggunaan rak yang dapat memenuhi dinding, mulai dari lantai hingga ke langit-langit, dapat memaksimalkan ruang penyimpanan kita.

Susunlah Barang-Barang Sesuai Warna dan Ukuran

Sejatinya cara ini tak benar-benar memberikan kelapangan kamar tidur secara fisik, namun dengan menyusun barang-barang sesuai dengan warna dan ukuran, kita akan mendapatkan sebuah sensasi betapa rapi dan mengagumkannya apartemen kita. (Baca juga: Mana Lebih Untung: Investasi Apartemen atau Rumah Tapak?)

Sebelum Menikah, Coba Bicarakan Dulu 5 Topik Keuangan Ini dengan Pasanganmu

Uangmu adalah uangmu, uangku adalah uangku. Dalam urusan finansial, kalimat ini mungkin masih bisa dipakai saat kita masih berpacaran. Namun, tidak ketika sudah menikah.

Walaupun masih banyak pasangan yang menggangap topik keuangan adalah hal yang tabu dalam suatu hubungan. Sebenarnya, topik ini sangat penting dan harus dibicarakan. Apalagi jika kamu dan pasangan sudah memasuki tahap hubungan yang serius untuk mempersiapkan pernikahan.

Alasannya, secara ideal nantinya pasangan suami-istri perlu membuat satu rekening bersama yang isinya seluruh pengeluaran bersifat kewajiban rumah tangga mulai dari bayar cicilan rumah, mobil, uang sekolah anak, cicilan dana darurat, pengeluaran makan sehari-hari, listrik hingga investasi.

Oleh sebab itu, tentunya kamu juga ingin mengetahui secara pasti bagaimana kebiasaan pasangan kamu dalam mengatur uang, sebelum akhirnya melangkah ke sebuah hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan.

Lalu, topik keuangan apa saja yang perlu dibicarakan sebelum kamu dan pasangan memutuskan untuk menikah tersebut?

Kebiasaan Belanja dan Menabung

Bertukar pikiran mengenai bagaimana cara kamu menghabiskan uang dan menabung tiap bulannya dapat membantu kalian untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang tak murah. Bicarakan juga apakah kalian berdua akan menanggung biaya pesta pernikahan ini secara fifty-fifty atau yang lainnya.

Usahakan juga persiapkan segala hal yang berhubungan dengan pesta pernikahan jauh-jauh hari guna meminimalisir bujet yang akan kamu dan pasangan keluarkan nantinya.(Baca juga: Tips Memiliki Hunian Idaman dalam Waktu Kurang dari Tiga Tahun untuk Pasangan Baru)

Selain itu, cobalah sepakati tentang batas maksimum pengeluaran. Misalnya, apakah kita perlu memberitahu pasangan apabila ada pengeluaran yang dilakukan lebih dari Rp 10 juta. Pastikan masing-masing pihak mengerti tentang pengelolaan keuangan bersama.

Dengan begitu, kamu dan pasangan juga menjadi lebih mengenal satu sama lain tentang bagaimana pola kalian menggunakan uang secara berbeda. Apakah kalian bijak atau boros.

Tumpukan Utang

Jangan anggap remeh masalah utang piutang. Sebelum menikah, ketahui dengan jelas apakah calon pasangan seumur hidup kamu terbelit utang atau tidak.

Jika dia terbelit utang dengan jumlah yang cukup besar, cobalah cari jalan keluar yang terbaik. Jangan sampai kita mengetahui tumpukan utang ini setelah menikah.

Membeli Hunian Idaman Bersama

Kalau kamu memiliki calon suami atau istri yang sudah mapan dan telah memiliki hunian idaman, mungkin topik ini boleh dilewati. (Baca juga: Ini Alasan Mengapa Kamu Perlu Membeli Hunian Idaman Sedini Mungkin)

Namun, bagi pasangan yang sedang membangun impian untuk memiliki hunian idaman bersama, jelas topik ini harus dibicarakan. Pasalnya, ketika kamu memutuskan untuk mengikat diri dengan tali pernikahan maka kalian membutuhkan tempat tinggal.

Pastinya, menyewa apartemen atau mengontrak rumah bukanlah merupakan solusi yang terbaik. Oleh karena itu, diskusikan dengan pasangan kita tentang rencana membeli hunian idaman bersama. Tipsnya, belilah hunian yang sesuai dengan bujet kamu dan pasangan.

Selain itu, diskusikan pula metode pembayaran hunian idaman tersebut, serta kemampuan masing-masing dalam mencicilnya di masa depan, jika kalian memilih untuk membelinya secara kredit.

Pengeluaran Anak

Tak ada salahnya untuk berdiskusi mengenai jumlah anak saat menikah kelak. Sebab, jumlah anak berpengaruh pada pengeluaran saat membina rumah tangga.

Secara umum, kalau kamu berniat langsung memiliki anak setelah menikah maka kamu harus menghitung biaya persalinan. Biaya untuk melahirkan secara normal di Jakarta mulai dari Rp 7-12 juta. Melahirkan lewat operasi cesar tentu lebih mahal lagi.

Jika operasi cesar terpaksa dilakukan, biaya yang harus disiapkam mencapai Rp 15-30 juta. Ini belum termasuk biaya perlengkapan dan perawatan bayi.

Belum lagi kita perlu menyiapkan dana pendidikan anak. Walaupun kegiatan ini memang bisa dimulai sejak anak duduk di bangku sekolah. Tapi, akan lebih baik jika menabung dana pendidikan tinggi untuk si buah hati dilakukan ketika dia masih bayi. Jadi, kita memiliki jangka waktu yang panjang dalam program yang dipilih. Bahkan, dana yang bisa dikumpulkan bisa digunakan hingga sang anak harus masuk perguruan tinggi.

Triknya, berkompromilah dengan keinginan masing-masing, lalu tentukan jumlah anak dan dana pendidikan anak yang menurut kamu dan pasangan anggap sebagai jumlah yang ideal.

Iuran Bulanan Rumah Tangga 

Pos pengeluaran yang satu ini juga tak boleh lupa dibicarakan. (Baca juga: Tips Alokasi Penghasilan untuk Mencicil Properti buat “First Jobber”)

Diskusikan dengan pasangan siapa yang akan membayar iuran bulanan saat menikah, siapa yang mengontrol, dan bagaimana cara kalian berdua membiayai hobi masing-masing. Pasalnya, ini adalah hal detail yang penting dalam membina rumah tangga.

Selain “Venture Capitalist”, Ini 5 Investor yang Bisa Diajak untuk Memodali “Startup” Kamu

Dengan meningkatnya fasilitas, baik karena alasan teknologi ataupun karena support pemerintah yang mulai terbangun, industri startup kreatif meningkat dengan sangat pesat belakangan ini. Artinya, ini bisa jadi kesempatan kamu untuk memulai usaha sesuai passion!

Selain terasa menyenangkan, memulai usaha sesuai passion yang akhirnya berhasil sukses akan memberikan kepuasan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Usaha dan kerja keras kita dalam membangun bisnis selama ini, terbayar impas.

Kalau sudah begitu, walau tak memiliki kocek yang tebal, tanpa dicari pun investor penyedia modal seperti venture capitalist akan menaruh minat pada bisnis startup atau perusahaan rintisan kamu. Namun ternyata, selain mendapatkan dana dari venture capitalist, masih banyak rute lain yang dapat digunakan.

Nah, agar tak keliru melangkah dalam mencari pendana yang pas dengan bisnis kamu, yuk perhatikan penjelasan berikut ini tentang siapa saja orang yang dapat diajak untuk mendanai startup kamu.

Keluarga dan Teman

Saat kita membutuhkan modal dalam jumlah kecil, kita bisa menggalang dana dari keluarga dan teman. Namun, meski kamu mungkin memiliki hubungan dekat dengan mereka, kamu tetap harus membahas syarat dan ketentuan terkait pendanaan bisnis kamu dengan serius, termasuk ketentuan pelunasan. (Baca juga: 5 Alasan Mengapa Langkah Mencari Hunian Idaman Sama Seperti Memilih Pasangan Hidup)

Crowdfunding

Urun dana atau crowdfunding merupakan salah satu cara mengumpulkan dana paling populer pada saat ini. Meskipun tak seterkenal diluar negeri, cara ini sudah terbukti bisa mengumpulkan dana dalam jumlah besar di Indonesia.

Berdasarkan data yang dikutip secara online dari Tech in Asia, saat ini sudah ada banyak situs crowdfunding yang diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia, yaitu KitaBisa, Wujudkan, AyoPeduli, Crowdtivate dan GandengTangan.

Crowdfunding juga dapat menarik perhatian para investor yang berasal dari perusahaan ekuitas swasta (private equity), yang memiliki situs crowdfunding sendiri.

Kelebihan dari crowdfunding adalah hanya dengan mempunyai ide kreatif yang bermanfaat untuk orang banyak, kita bisa mengumpulkan dana dari situs ini. Namun kekurangannya, persentase yang diinginkan oleh para investor biasanya cukup besar, yaitu antara lima sampai sembilan persen.

Angel Investor

Banyak orang-orang atau perusahaan “berkantong tebal” yang bersedia untuk menanamkan modal di bisnis kita tanpa syarat yang rumit. Jika kamu bisa menemukan seorang angel yang baik hati, mereka bahkan bisa memberikan uang tersebut dengan cuma-cuma. (Baca juga: Kamu Mau Karier Menjanjikan? Masuk ke 5 Industri Ini)

Syaratnya hampir sama dengan crowdfunding, yaitu bisnis kamu harus bermanfaat bagi orang banyak. Bagi bisnis yang dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi besar bagi lingkungan sekitar, para angel mau memberikan dana dalam jumlah besar pula.

Namun kebanyakan angel biasanya meminta sebagian saham dari perusahaan kita sebagai imbalan dari uang yang mereka tanamkan. Meskipun disebut sebagai angel, namun terkadang jumlah imbalan yang dimintanya ini bisa cukup besar.

Inkubator

Inkubator adalah organisasi yang menyediakan program untuk kesuksesan sebuah startup dan ruang perkantoran—yang biasa disebut coworking space. Di Indonesia sendiri, sudah ada sejumlah inkubator startup terpercaya.

Keuntungan dari sebuah inkubator meliputi jejaring dengan berbagai pendiri (founders) dari banyak industri dan mentor yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu seputar dunia startup. Bimbingan ini tak ternilai harganya bagi perusahaan yang berada di tahap awal.

Berdasarkan versi Tech in Asia, beberapa inkubator tersebut adalah Indigo Incubator, Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), Kolaborasi, Start Surabaya dan Skystar Ventures.

Rekanan Strategis

Memiliki rekanan strategis seperti calon investor yang berniat mengakuisisi perusahaan kamu sangatlah penting. Jika kamu membangun kerjasama dengan rekanan semacam ini, kamu harus siap-siap menerbitkan saham. (Baca juga: 5 Cara Mudah Mendapatkan Berat Badan Ideal untuk Kamu yang Super Sibuk)

Jika sebuah perusahaan rekanan memegang saham di perusahaan kita, mereka tentunya akan berkomitmen kuat untuk menumbuhkan bisnis kita. Dengan kata lain, mereka dapat menyediakan dana segar ketika kita membutuhkan injeksi modal.

Kamu Mau Karier Menjanjikan? Masuk ke 5 Industri Ini

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa bekerja di industri yang sedang berkembang bisa jadi salah satu kunci sukses mengalami lompatan karir.

Selain itu, pekerjaan di industri yang sedang berkembang biasanya juga memberikan berbagai kelebihan, mulai dari lingkungan kerja yang nyaman, gaji yang tinggi hingga akses eksklusif.

Karena itulah, pengetahuan kita tentang tren industri yang sedang berkembang belakangan ini erat kaitannya dengan kesuksesan karir kita di masa depan.

Baru-baru ini, menurut laporan Michigan State University Trends, mengungkap lima jenis industri yang dikatakan bisa memberikan karier sangat menjanjikan.

Penasaran dengan kelima industri tersebut? Yuk, kita simak bersama penjelasannya!

Transportasi

Jumlah pengguna angkutan umum, seperti taksi online, di dunia terus bertumbuh sering dengan semakin baiknya sarana transportasi publik tersebut. Bahkan, seperti dikutip dari artikel “Sistem Nontunai Efektifkan Operasi Angkutan Umum” yang dimuat secara online oleh Kompas, pengguna transportasi publik di wilayah Jabodetabek saja diperkirakan akan mencapai 21 juta orang per hari pada 2020. (Baca juga: Tips Hemat “Traveling” untuk Pasangan Muda)

Perkembangan ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan penambahan moda transportasi umum. Di sisi lain, perkembangan ini pula yang pada akhirnya menuntut ketersediaan tenaga kerja berkualitas dalam jumlah yang memadai. Artinya, bidang pekerjaan ini dapat memberikan masa depan yang cerah bagi para karyawan yang bergelut di dalamnya.

Konstruksi

Bidang pekerjaan berikutnya yang dapat mendongkrak masa depan seseorang adalah bidang konstruksi. Pasalnya, peningkatan jumlah kebutuhan tempat tinggal dan kantor yang cukup pesat dalam beberapa tahun belakangan ini turut mendorong pertumbuhan sektor industri properti dan konstruksi.

Oleh sebab itulah, kita menjadi semakin terbiasa melihat pembangunan gedung-gedung baru. Di sisi lain, itu pula alasan utama mengapa bidang pekerjaan ini memiliki potensi peningkatan gaji dengan sangat besar.

Jasa Keuangan dan Asuransi

Meskipun bank di berbagai negara mulai mengurangi jumlah karyawannya, ternyata tak serta merta berarti para pekerja di bidang jasa keuangan dan asuransi akan mengalami masa depan yang suram. (Baca juga: Maret, Saatnya Membayar Pajak Penghasilan Kamu)

Pasalnya, kebanyakan perusahaan yang bergerak di bidang ini memang sedang melakukan berbagai upaya efisiensi—dengan mengalihkan sistemnya ke arah digital, namun dengan tujuan untuk menyambut masa depan yang menjanjikan tersebut.

PAUD, TK dan SD

Tenaga kerja di bidang pendidikan, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD), semakin dibutuhkan dalam beberapa tahun belakangan ini. Penyebabnya, kemajuan pendidikan di tingkat PAUD, TK dan SD berperan penting bagi perkembangan suatu bangsa.

Di Indonesia sendiri, setiap tahun pemerintah berusaha meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Mutu ini sangat tergantung pada tiga hal, yaitu bangunan fisik yang memadai, mutu guru yang baik, dan metode kurikulum yang tepat.

Bahkan, di bidang pembangunan Indonesia, tak ada sektor yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang harus mengalokasikan 20 persen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kecuali bidang pendidikan.

Selain itu, undang-undang yang berlaku di Indonesia juga mengharuskan peningkatan anggaran pendidikan secara terus-menerus. Itu pula sebabnya, karir di bidang ini sangat menjanjikan bagi masa depan kita.

Manufaktur

Di tengah pelambatan ekonomi global, industri manufaktur masih terus tumbuh. Penyebabnya, industri ini memproduksi berbagai jenis kebutuhan masyarakat, seperti produk pakaian jadi hingga jasa reparasi dan pemasangan mesin. Itulah sebabnya, bidang ini dapat terus meningkat dan dapat memberikan karir yang menjanjikan di masa depan. (Baca juga: 5 Cara Mudah Mendapatkan Berat Badan Ideal untuk Kamu yang Super Sibuk)

Sebagai tambahan, selain memilih beberapa bidang pekerjaan di atas yang diyakini mampu menunjang masa depan cerah karena bisa menuai penghasilan besar, sebaiknya kita tak lupa menanamkan kembali sebagian penghasilan kita untuk investasi.

Tak perlu terlalu besar, berangkat dari investasi kecil-kecilan pun bisa mengantarkan kita menjadi semakin sukses secara finansial. Sebagai contoh, kita dapat memulainya dengan menyusun rencana untuk mencicil apartemen. Dengan begitu, walaupun saat ini gaji kita tak terbilang besar, hasil investasi apartemen tersebut kelak dapat mendatangkan keuntungan berlimpah di masa depan.

5 Cara Mudah Mendapatkan Berat Badan Ideal untuk Kamu yang Super Sibuk

Siapa pun tentu ingin memiliki berat badan yang ideal. Namun sayangnya, menurunkan berat badan hingga ke tahap ideal memang tak mudah bagi banyak orang, terutama yang super sibuk.

Meskipun demikian, sebenarnya ada cara mudah untuk kamu yang kesulitan menurunkan bobot tubuh berlebih. Apa rahasianya?

Tak perlu menebak-nebak. National Weight Control Registry (NWCR) mengevaluasi kebiasaan sehat klien-klien mereka yang sukses menurunkan berat badan.

Data evaluasi itu akhirnya digunakan oleh para peneliti di berbagai negara sebagai bahan pembelajarannya untuk menjaga berat badan ideal.

Individu yang masuk ke dalam daftar tersebut adalah orang yang sudah berhasil menurunkan berat badannya, sebesar minimal 30 pon (13,6 kilogram).

Selain itu, subjek penelitian ini juga wajib menjaga berat badanya tersebut selama setidaknya satu tahun.

Meskipun demikian, subjek penelitian yang terdiri lebih dari 10.000 perempuan dan laki-laki tersebut sebenarnya telah kehilangan rata-rata 66 pon (30 kilogram) dan menjaga berat badannya tersebut selama rata-rata enam tahun.

Penasaran dengan cara mudah yang mereka lakukan demi mendapatkan berat badan ideal? Yuk, kita simak bersama penjelasannya!

Selalu Sarapan

80 persen peserta penelitian tersebut adalah mereka yang tak pernah melewatkan sarapan. Hanya sekitar lima persen peserta yang suka melewatkan sarapan. (Baca juga: Tips Alokasi Penghasilan untuk Mencicil Properti buat “First Jobber”)

Pasalnya, sarapan membantu kita untuk mengontrol nafsu makan berlebihan. Orang yang sarapan cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dibanding orang yang tidak sarapan.

Pilih menu sarapan sehat seperti sereal atau oatmeal atau roti gandum utuh dengan potongan buah segar, telur atau dada ayam panggang/rebus tanpa kulit.

Selain mudah untuk disiapkan, berbagai penelitian menyebutkan orang yang sarapan oatmeal ternyata dapat memiliki berat badan dan ukuran lingkar pinggang lebih kecil dari yang tidak sarapan oatmeal.

Rutin Menimbang

Berteman dengan timbangan dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan penurunan berat badan. Bahkan 75% dari pendaftar NWCR menimbang berat badan setidaknya sekali seminggu.

Hal ini memungkinkan mereka untuk segera mengambil tindakan jika terlihat angka di timbangan bergerak naik atau stagnan.

Hasil dari percobaan klinis terbaru menunjukkan bahwa orang yang menimbang berat badan setidaknya lima hari per minggu, dapat menurunkan bobot sekitar tiga kali lebih banyak daripada yang tidak rutin menimbang berat badan.

Oleh karena itu, timbanglah berat badan kita tiap hari. Paling lama, kita hanya membutuhkan waktu satu menit dalam melakukannya.

Rajin Berolahraga

Banyak studi menunjukkan bahwa diet berperan besar dalam program penurunan berat badan. Ini bukan berarti kamu tak perlu olahraga. (Baca juga: Empat Alasan Mengapa Olahraga di Pagi Hari Baik untuk Kesehatanmu)

Cukup dengan jalan atau lari di pagi atau malam hari selama satu jam setiap harinya, kita bisa membakar banyak lemak sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh.

Hampir 90 persen dari mereka yang berhasil mendapat berat ideal di NWCR, berolahraga sekitar 60 menit setiap hari, sepanjang minggu.

Jika kamu tak berolahraga sama sekali, hasil penurunan berat badan tidak akan memuaskan. Otot-otot kamu akan kendur dan tidak efektif untuk membakar lemak.

Pilih-pilih Makanan

Mereka yang berhasil menurunkan berat badan, sebenarnya jarang diet. Hanya saja, 98 persen dari subjek penelitian tersebut menyatakan bahwa mereka fokus pada kualitas pilihan makanan mereka (seperti buah-buahan dan sayuran, protein tanpa lemak dan biji-bijian).

Selain itu, mereka tetap mendengarkan isyarat lapar dan kenyang yang disampaikan oleh otak dan lambung.

Batasi Waktu Kamu dalam Menonton Televisi

62 persen peserta penelitian tersebut membatasi waktu menonton TV. (Baca juga: Ide Simpel untuk Kencan Istimewa Kamu di Akhir Pekan Ini)

Waktu menonton TV mereka kurang dari 10 jam dalam seminggu. Alasannya, bersantai di depan TV terlalu lama ternyata dapat memicu keinginan kita untuk ngemil.

Ini Alasan Mengapa Kamu Perlu Membeli Hunian Idaman Sedini Mungkin

Sebagian kaum muda sekarang lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan mengumpulkan kekayaan dibandingkan dengan para pendahulunya. Dengan kata lain, sebenarnya celetukan kalau hidup di masa kini lebih berat daripada zaman dulu tak sepenuhnya betul.

Ambil contoh sebagian orangtua kita yang biasanya telah mempunyai hunian idaman sejak memasuki usia 30-an, meskipun melalui fasilitas cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Pada masa kini pun praktiknya tak jauh berbeda. Generasi kelahiran tahun 80 hingga 90-an pun sebenarnya sudah dapat membeli hunian idamannya. Namun, mengapa kita perlu membeli hunian idaman sedini mungkin? Ini sederet penjelasannya.

Harga Tanah Makin Mahal

Harga tanah memainkan peranan penting dalam perekonomian suatu negara, khususnya di perkotaan. Pasalnya, tanah sendiri berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok suatu masyarakat. Itu sebabnya, perkembangan ekonomi yang pesat di daerah perkotaan dan sekitarnya berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan tanah di wilayah tersebut. (Baca juga: Ini Sifat yang Bikin Kaum Muda Susah Beli Properti)

Secara umum, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga tanah semakin meningkat. Beberapa diantaranya adalah pembangunan infrastrutur jalan raya dan tol, perbaikan sistem kereta api, munculnya sekolah-sekolah baru serta rumah sakit besar.

Biaya Hidup Makin Tinggi

Harga tanah dan properti yang makin mahal juga diikuti oleh biaya hidup yang makin tinggi. Ambil contoh jika dulu kita bisa jajan lima permen hanya dengan uang Rp 500, saat ini kita mungkin hanya dapat membeli satu buah permen saja dengan uang segitu. Oleh karena itulah, kita perlu mulai menabung untuk membeli hunian idaman dari sekarang sebelum harganya kelewat tinggi.

Gaya Hidup Makin Konsumtif

Di tahun 90an, jumlah pusat perbelanjaan atau mal belum sebanyak sekarang. Secara tak langsung banyaknya mal ini pada akhirnya juga mempengaruhi pola konsumsi kita. (Baca juga: Cara Kumpulkan DP Hunian Rp 200 Jutaan untuk Orang Kantoran)

Coba kita perhatikan secara seksama, pada masa kini baik kaum muda dan orang tuanya suka menghabiskan hari libur di mal. Pasalnya, mal menyediakan berbagai fasilitas yang tertata dengan sangat baik mulai dari gym dan sarana olahraga lainnya hingga ragam kuliner nusantara.

Dengan begitu, kita perlu mengatur keuangan kita dengan baik supaya tetap dapat menikmati hari libur di mal, tetapi juga bisa membeli hunian idaman untuk investasi masa depan.

Makin Sulit Mendapatkan Fasilitas Cicilan dari Kantor

Rumah dinas, kendaraan dan bonus liburan adalah beberapa fasilitas yang diberikan perusahaan-perusahaan besar secara cuma-cuma kepada orangtua kita di zaman dahulu. Namun kini beragam fasilitas itu rasanya makin sulit kita dapatkan, kecuali kita telah memiliki posisi yang cukup baik di perusahaan tersebut. (Baca juga: Cara Beli Properti untuk Para Pekerja Lepas)

Oleh karena itulah, kita perlu pintar-pintar mencicil uang muka untuk membeli hunian idaman dari sekarang. Kalau terlambat, nanti kita sendiri yang kesulitan dalam menyiapkan uang mukanya padahal sudah mampu untuk membayar cicilan KPR atau KPA.

Beda Biaya Rutin Penghuni Apartemen dan Rumah Tapak

Saat ini apartemen merupakan alternatif hunian di kota besar seperti Jakarta. Namun, tak hanya gaya hidup yang bergeser dari ”horizontal” menjadi ”vertikal”, jenis biaya rutinnya pun berbeda.

Di apartemen, halaman pribadi berganti menjadi taman dan kolam renang bersama. Artinya, tak ada biaya perawatan khusus layaknya kita tinggal di rumah tapak.

Di sisi lain, faktor lokasi yang strategis dan fasilitas keamanan yang terjamin seringkali membuat biaya tinggal apartemen terlihat lebih mahal daripada rumah tapak.

Sebagai referensi kamu yang kebingungan antara tinggal di apartemen atau rumah tapak, di bawah ini adalah perbedaan biaya rutin yang harus dikeluarkan.

Apartemen

Maintenance Fee atau Service Charge

Di dalam area hunian apartemen, biasanya terdapat kolam renang, taman, lift dan fasilitas bersama lainnya. Biaya perawatan fasilitas inilah yang sebetulnya disebut sebagai maintenance fee atau service charge. (Baca juga: Mana Lebih Untung: Investasi Apartemen atau Rumah Tapak?)

Besaran biayanya bervariasi. Untuk apartemen seharga Rp 300 jutaan, biasanya maintenance fee ini hanya sekitar Rp 500 ribuan per bulan. Dengan kata lain, biaya ini sangat terjangkau untuk kaum muda.

Biaya Parkir

Penghuni apartemen yang memiliki kendaraan pribadi juga harus membayar iuran parkir. Alasannya, gedung parkir yang disediakan developer diserahkan pengelolaannya pada pihak ketiga demi ruang parkir yang tertata dan aman. Untuk biaya parkir biasanya penghuni apartemen diberikan harga khusus sekitar Rp 300 ribuan per bulan.

Biaya Perpanjangan HGB

Jika kamu yang ingin membeli unit apartemen, maka harus kenal dengan komponen biaya yang satu ini. Status strata-title yang melekat pada apartemen menawarkan konsep kepemilikan hunian yang merupakan kombinasi antara pribadi dan bersama. (Baca juga: Tips Memiliki Hunian Idaman dalam Waktu Kurang dari Tiga Tahun untuk Pasangan Baru)

Pemilik apartemen tentu akan memiliki sertifikat hak milik atas unit yang dibelinya. Dengan kata lain, sang pemilik mempunyai hak untuk memiliki bangunan diatas tanah yang dimiliki oleh pihak lain untuk jangka waktu maksimum 30 tahun.

Selain itu, sang pemilik juga mempunyai hak untuk memindahtangankan unitnya kepada pihak lain. Biasanya, bisa diperpanjang lagi selama 20 tahun sebanyak maksimal dua kali.

Rumah Tapak

Iuran Sampah

Tidak seperti penghuni apartemen yang harus membayar maintenance fee, urusan sampah di lingkungan rumah tapak biasanya dikelola sendiri.

Secara umum, iuran sampah di daerah Jakarta adalah sekitar Rp 50 ribuan per bulan. Sementara di kota penyangga seperti Tangerang, Depok dan Bogor, iuran sampahnya hanya sekitar Rp 30 ribuan per bulan.

Iuran Keamanan

Jika pernah tinggal di rumah cluster, kamu pasti sudah tak asing lagi dengan jenis iuran yang satu ini. Biasanya, iuran keamanan ini nantinya digunakan untuk menggaji petugas kemanan di lingkungan tempat tinggal. Di Jakarta sendiri, tiap rumah biasanya dibebankan iuran Rp 50 ribu per bulan. (Baca juga: 5 Alasan Kaum Muda Usia 20-an Sulit Memiliki Properti)

PBB

Sebagai penghuni rumah tapak, kamu diwajibkan untuk membayar pajak tahunan yang satu ini. Dasar pengenaan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Untuk menghitung besarnya PBB, rumusnya adalah 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) yang besarannya adalah 20% dari NJOP.

Misalnya, kamu mempunyai rumah dua lantai dengan ukuran bangunan 10 m x 20 m yang dibangun pada sebidang tanah berukuran 10 m x 30 m, maka perhitungannya jumlah PBB yang harus dibayarkan setiap tahunnya adalah sebagai berikut:

  • Luas bangunan lantai 1 + lantai 2 = (10 m x 20 m) + (10 m x 20 m) = 400 meter persegi
  • Luas tanah 10 m x 30 m = 300 meter persegi
  • NJOP tanah = 300 meter persegi x Rp 1.000.000 (misal) = Rp 300.000.000
  • NJOP bangunan = 400 m x Rp 3.000.000 (misal) = Rp 1.200.000.000
  • NJOP tanah dan bangunan = Rp 1.500.000.000
  • Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) = Rp 12.000.000
  • NJOP untuk perhitungan PBB = NJOP tanah dan bangunan – NJOPTKP = Rp.1.488.000.000
  • NJKP = 20% x NJOP untuk perhitungan PBB = Rp 297.600.000
  • PBB = 0,5% x NJKP = Rp 1.488.000

Jadi besarnya pajak bumi dan bangunan yang harus kamu bayar setiap tahunnya adalah sebesar Rp 1.488.000.

Maret, Saatnya Membayar Pajak Penghasilan Kamu

Akhir Maret ini kantor pajak akan menutup pelaporan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT PPh) Pribadi. Buat kamu yang belum melaporkan, sebaiknya segera urus kewajibanmu ini kalau tak mau kena denda.

Direktorat Jenderal Pajak kembali mengingatkan bahwa bulan ini adalah saatnya membayar pajak. Pada laman pajak.go.id, masyarakat diingatkan kembali agar memanfaatkan fasilitas e-filing untuk memudahkan para wajib pajak melakukan kewajibannya itu.

Fasilitas e-filing adalah sistem pelaporan SPT PPh Pribadi menggunakan sarana internet tanpa melalui pihak lain dan tanpa biaya apapun.

Nah, buat kamu yang baru saja berurusan dengan pajak, rutinitas tahunan ini memang sedikit menyulitkan. Sebab, kamu wajib menghitung penghasilan selama setahun ke belakang. Untuk memudahkannya, di bawah ini adalah cara menghitung pajak penghasilan pribadi kamu.

Jumlahkan Penghasilan Kotor Tiap Bulan

Penghasilan kotor mencakup banyak komponen, seperti gaji pokok, tunjangan dan premi asuransi, yang sifatnya diterima secara teratur tiap bulan.

Selain itu, jangan lupa untuk menghitung keuntungan investasi, seperti reksa dana dan deposito, setiap bulannya. Pasalnya, keuntungan investasi ini juga dikategorikan sebagai penghasilan. (Baca juga: Mana Lebih Untung: Investasi Apartemen atau Rumah Tapak?)

Cantumkan pula pendapatan lain yang sifatnya tak teratur, seperti uang dinas, bonus, tunjangan hari raya atau THR dan uang lembur. Jika semua komponen sudah dihitung, kamu hanya tinggal menjumlahkannya saja.

Kurangi Penghasilan Kotor dengan Pengeluaran Tetap

Setelah mendapatkan angka penghasilan kotor tiap bulannya, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mencari besaran penghasilan bersihnya. Caranya, kurangi penghasilan kotor itu dengan potongan yang rutin dibebankan setiap bulannya.

Potongan itu mencakup iuran pensiun, iuran jaminan hari tua dan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Biasanya, iuran-iuran ini tertera dalam slip gaji yang kita terima setiap bulannya.

Hitung Total Penghasilan Bersih Selama Setahun

Setelah kamu mendapatkan jumlah penghasilan bersih tiap bulan sesuai dengan cara di atas, maka jumlahkan penghasilan bersih tiap bulan tersebut untuk mendapatkan total penghasilan bersih kamu selama setahun. (Baca juga: Tips Alokasi Penghasilan untuk Mencicil Properti buat “First Jobber”)

Jika kamu mempunyai penghasilan tetap dan tidak berubah tiap bulan, maka cukup kalikan saja total penghasilan bersih tiap bulan kamu dengan 12 untuk memperoleh penghasilan bersih setahun.

Cari Tahu Batas PTKP

Besaran penghasilan tidak kena pajak sering berganti-ganti. Pada tahun 2015, batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yakni Rp 36 juta untuk orang pribadi dan tambahan bagi wajib pajak menikah senilai Rp 3 juta.

Tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan suami adalah Rp 36 juta, sedangkan tambahan untuk setiap tanggungan adalah Rp 3 juta.

Hitung PKP

Cara memperoleh Penghasilan Kena Pajak (PKP) yaitu dengan mengurangi penghasilan bersih setahun kamu dengan batas PTKP. Angka ini penting untuk mengetahui berapa jumlah pajak yang harus kamu bayarkan pada tahun ini. (Baca juga: Cara Kumpulkan DP Hunian Rp 200 Jutaan untuk Orang Kantoran)

Berapa Tarif Pajak Penghasilan Kamu?

Tarif untuk masing-masing PKP berbeda. Untuk PKP sampai dengan Rp 50 juta, besaran tarif pajaknya adalah 5 persen. Sementara untuk PKP di atas Rp 50 juta hingga Rp 250 juta, tarif pajaknya mencapai 15 persen.

Sedangkan untuk PKP di atas Rp 250 juta hingga Rp 500 juta, tarifnya adalah 25 persen dan PKP di atas Rp 500 juta, tarifnya mencapai 30 persen.

Langkah terakhir, kalikan tarif pajak tersebut dengan PKP untuk memperoleh angka tarif dalam rupiah. Selamat mencoba!

Mana Lebih Untung: Investasi Apartemen atau Rumah Tapak?

Investasi memang bisa berikan keuntungan untukmu, bahkan bisa menjamin masa depan finansial yang baik. Jadi, tak ada salahnya jika kamu mulai berinvestasi sekarang.

Beberapa produk bisa kamu pilih, termasuk investasi properti. Di bidang ini, kamu bisa berinvestasi mulai dari apartemen hingga rumah tapak. (Baca juga: 5 Alasan Mengapa Langkah Mencari Hunian Idaman Sama Seperti Memilih Pasangan Hidup)

Namun sebaiknya pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karaktermu. Caranya bisa kamu lihat lewat perbandingan investasi properti berikut:

Mana Lebih Untung, Apartemen Atau Rumah Tapak_REV##-01